Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Astronaut ISS Kembali ke Bumi Lebih Awal karena Masalah Medis

Crew-11 ISS yang kembali ke Bumi pada 15 Januari 2026. Mereka adalah astronaut Mike Fincke dan Zena Cardman dari NASA, astronaut Kimiya Yui dari Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA), dan kosmonaut Oleg Platonov dari Badan Antariksa Rusia Roscosmos. (x.com/nasahqphoto)
Crew-11 ISS yang kembali ke Bumi pada 15 Januari 2026. Mereka adalah astronaut Mike Fincke dan Zena Cardman dari NASA, astronaut Kimiya Yui dari Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA), dan kosmonaut Oleg Platonov dari Badan Antariksa Rusia Roscosmos. (x.com/nasahqphoto)
Intinya sih...
  • Alasan privasi, NASA tidak menyebutkan nama kru ISS yang mempunyai masalah medis.
  • Para astronaut melakukan berbagai eksperimen ilmiah.
  • Diperlukan seorang dokter dalam misi luar angkasa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) milik Amerika Serikat (AS) mengatakan empat anggota kru dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) telah kembali ke Bumi. Pesawat ruang angkasa komersial AS, Crew Dragon, meninggalkan stasiun pada pukul 22:20 waktu setempat pada 14 Januari 2026.

Pesawat tersebut kemudian menyalakan mesinnya dan memasuki kembali atmosfer Bumi. Lalu, kapsul tersebut membuka parasutnya, guna melakukan penurunan perlahan. Akhirnya, mereka mendarat di perairan lepas pantai negara bagian California, AS, sekitar pukul 08:40 waktu setempat, pada Kamis (15/1/2025).

Para kru kembali setelah mempersingkat misi mereka. Sebelumnya, mereka dijadwalkan meninggalkan stasiun pada pertengahan Februari atau setelahnya. Namun, NASA memutuskan untuk mengembalikan lebih awal dari yang direncanakan karena salah satu kru mengalami masalah kesehatan dan perlu diperiksa secara menyeluruh di Bumi, dilansir NHK News.

1. Alasan privasi, NASA tidak menyebutkan nama kru ISS yang mempunyai masalah medis

Empat anggota kru yang kembali ke Bumi, yakni astronaut Mike Fincke dan Zena Cardman dari NASA, astronaut Kimiya Yui dari Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA), dan kosmonaut Oleg Platonov dari Badan Antariksa Rusia Roscosmos.

NASA mengatakan, salah satu astronaut melaporkan masalah kesehatan pada 7 Januari 2026, yang menyebabkan pembatalan kegiatan yang dijadwalkan di luar pesawat ruang angkasa pada hari berikutnya. Orang tersebut dalam kondisi stabil, tetapi memerlukan pemeriksaan medis di Bumi.

"Saya sangat bangga dengan para astronaut kami dan tim di lapangan di NASA, SpaceX, dan di seluruh kemitraan internasional kami. Profesionalisme dan fokus mereka membuat misi tetap berjalan sesuai rencana, bahkan dengan jadwal yang disesuaikan," kata Jared Isaacman, administrator NASA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Kyodo News.

NASA tidak menyebutkan identitas anggota kru atau detail masalah kesehatan tersebut kepada publik karena alasan privasi. Sementara itu, JAXA mengatakan bahwa astronaut Yui tidak memiliki masalah kesehatan.

2. Para astronaut melakukan berbagai eksperimen ilmiah

Keempat astronaut tersebut tergabung dalam tim yang dikenal sebagai Crew-11. Mereka terbang ke ISS dari Florida pada Agustus 2025, dengan harapan menyelesaikan masa tinggal standar selama enam setengah bulan dan dijadwalkan pulang pada pertengahan Februari.

Mengorbit Bumi pada ketinggian 250 mil, ISS melakukan 16 orbit mengelilingi planet ini setiap hari, dengan kecepatan 17.500 mil per jam. Lembaga ini dikelola oleh lima badan antariksa. Mereka melakukan penelitian ilmiah yang luas tentang ruang angkasa dan efeknya terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan yang hidup dalam kondisi mikrogravitasi.

Astronaut Yui mengatakan selama misinya di ISS, ia melakukan berbagai penelitian ilmiah termasuk eksperimen terkait keselamatan kebakaran di luar angkasa. Pada Oktober, ia juga berhasil mengendalikan lengan robot di ISS, guna menangkap pesawat ruang angkasa kargo tak berawak HTV-X baru milik Jepang yang membawa pasokan makanan dan peralatan untuk digunakan dalam eksperimen.

Saat ini, kendali atas ISS telah diserahkan kepada kosmonaut Rusia Sergey Kud-Sverchkov dan dua anggota kru lainnya. ISS dijadwalkan akan mengakhiri operasinya pada 2030.

3. Diperlukan seorang dokter dalam misi luar angkasa

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). (unsplash.com/NASA)
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). (unsplash.com/NASA)

Disebutkan, ISS membawa beberapa peralatan medis dan para astronaut telah dilatih untuk menangani masalah medis ringan. Namun, ISS tidak memiliki dokter di dalamnya. Evakuasi baru-baru ini merupakan ujian serius bagi prosedur NASA dalam menangani masalah medis.

Para ahli antariksa mengatakan bahwa dokter perlu ikut serta dalam misi perjalanan ke luar angkasa. Ini mengingat semakin banyaknya manusia yang melakukan perjalanan tersebut, termasuk untuk pariwisata dan kemungkinan pendudukan Bulan atau bahkan Mars.

BBC melaporkan, ini adalah kali pertama astronaut dievakuasi karena masalah kesehatan sejak stasiun tersebut diluncurkan ke orbit Bumi pada 1998 dan mulai dihuni secara permanen pada 2000. Misi luar angkasa hanya pernah dua kali berakhir lebih awal karena masalah kesehatan.

Pada 1985, kosmonaut Soviet Vladimir Vasyutin dan rekan-rekannya kembali empat bulan lebih awal dari jadwal misi ke stasiun ruang angkasa Salyut 7 karena masalah urologis. Lalu, pada 1987, aritmia jantung menyebabkan kosmonaut Soviet Aleksandr Laveykin meninggalkan stasiun ruang angkasa Mir lebih awal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

4 Astronaut ISS Kembali ke Bumi Lebih Awal karena Masalah Medis

17 Jan 2026, 23:08 WIBNews