Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dituduh Ikut Protes Pro-Palestina, Jurnalis AS Ditangkap

Dituduh Ikut Protes Pro-Palestina, Jurnalis AS Ditangkap
Bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Robert Linder)
Intinya Sih
  • Samuel Seligson, jurnalis independen AS, ditangkap atas tuduhan ikut aksi vandalisme pro-Palestina di Museum Brooklyn.
  • Seligson menghadapi delapan tuduhan perusakan kriminal dan kejahatan kebencian, namun tim hukumnya membantah keterlibatannya dalam aksi vandalisme.
  • Insiden ini terjadi ditengah gelombang aksit protes pro-Palestina yang semakin intens di Kota New York, dengan polisi masih mencari empat orang lain yang diduga terlibat dalam aksi vandalisme tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Jurnalis independen New York, Amerika Serikat (AS), Samuel Seligson (31), ditangkap pada Selasa (6/8/2024).

Ia ditangkap atas tuduhan menemani kelompok demonstran pro-Palestina yang melemparkan cat merah ke rumah pimpinan Museum Brooklyn. Seligson kini menghadapi tuduhan kejahatan kebencian tingkat berat.

Insiden vandalisme yang terjadi pada Juni 2024 ini menargetkan empat rumah anggota dewan Brooklyn Museum. Para aktivis menuduh museum terlibat dan bersalah atas aksi militer Israel di Gaza melalui kepemimpinan, pengurus, sponsor perusahaan, dan para donornya.

1. Rincian tuduhan terhadap Seligson

Menurut pengaduan pidana, Seligson dituduh ikut bepergian dengan kelompok vandal saat mereka merusak dua apartemen milik direktur dan presiden museum. Para aktivis diduga menyemprotkan cat pada pintu dan trotoar dengan pesan yang menuduh kedua pemimpin tersebut mendukung genosida.

Seligson kini menghadapi delapan tuduhan perusakan kriminal, empat di antaranya diklasifikasikan sebagai kejahatan kebencian. Melansir dari Associated Press, polisi telah dua kali menggeledah rumah Seligson di Brooklyn sebelum dia akhirnya menyerahkan diri pada Selasa pagi.

Setelah sidang pendahuluan pada Selasa sore, Seligson dibebaskan dengan pengawasan. Namun, kasus ini masih terus berlanjut dan menjadi sorotan publik serta komunitas jurnalis.

2. Seligson membela diri, klaim hanya meliput sebagai jurnalis

Menghadapi tuduhan serius, Samuel Seligson dan tim hukumnya dengan tegas membantah keterlibatannya dalam aksi vandalisme. Pengacara Seligson, Leena Widdi, bersikeras bahwa kliennya hadir di lokasi hanya sebagai jurnalis yang sedang meliput peristiwa tersebut.

"Samuel didakwa atas perilaku yang sebenarnya dilindungi oleh Amandemen Pertama dan sepenuhnya konsisten dengan pekerjaannya sebagai anggota pers berakreditasi. Yang lebih mengkhawatirkan adalah seorang jurnalis kini didakwa dengan kejahatan kebencian hanya karena melakukan pekerjaannya," tegas Widdi, dikutip dari New York Post.

Widdi mengecam keras tindakan polisi dan jaksa. Ia menyebut tuduhan kejahatan kebencian terhadap kliennya sebagai langkah yang mengerikan dan berlebihan.

Mendukung klaim Seligson, seorang sumber anonim dari pihak penegak hukum mengungkapkan bahwa Seligson tidak terlibat langsung dalam aksi penyemprotan cat atau perusakan properti.

Penangkapan Seligson juga telah mendapat kecaman dari kelompok kebebasan pers. Robert Balin, pengacara yang telah membela para jurnalis yang ditangkap oleh kepolisian New York, menyebut ini sebagai tuduhan yang sangat serius terhadap seorang jurnalis.

3. Kepolisian setempat masih buru para pelaku vandalisme

Insiden ini terjadi ditengah gelombang aksit protes pro-Palestina yang semakin intens di Kota New York.

Para aktivis yang terlibat dalam vandalisme tersebut menyemprotkan slogan dan menggantung spanduk dengan segitiga merah terbalik. Menurut otoritas setempat, ini merupakan simbol yang digunakan Hamas untuk mengidentifikasi target militer Israel.

Pekan lalu, polisi menangkap tersangka lain, Taylor Pelton (28), yang dituduh mengemudikan mobil yang digunakan para vandal. Otoritas masih mencari empat orang lain yang diduga terlibat dalam aksi vandalisme tersebut.

Kepolisian New York telah mendapat sorotan atas perlakuan mereka terhadap demonstran dan jurnalis selama protes terkait perang Israel-Hamas. Pada Mei lalu, petugas dituduh menjatuhkan dan menangkap dua jurnalis foto yang meliput kamp pengunjuk rasa di sebuah universitas negeri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Leo Manik
EditorLeo Manik

Related Articles

See More