Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekuador Catat Kasus Pembunuhan Tertinggi dalam Sejarah

ilustrasi bendera Ekuador
ilustrasi bendera Ekuador (pixabay.com/David_Peterson)
Intinya sih...
  • Kasus pembunuhan naik signifikan dibanding 2024.
  • Hingga 19 Desember 2025, tercatat sudah ada 8.847 kasus pembunuhan di seluruh Ekuador.
  • Jumlah ini naik signifikan dibanding tahun 2024 yang mencapai 7.063 kasus pembunuhan dan 8.248 kasus pembunuhan pada 2023.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ekuador mengakhiri 2025 dengan kelam imbas rekor baru kasus pembunuhan dalam sejarah negaranya. Dalam setahun terakhir, tercatat sudah ada hampir 9 ribu kasus pembunuhan di negara Amerika Selatan tersebut.  

“Lonjakan kasus pembunuhan di Ekuador ini disebabkan oleh lonjakan kasus kekerasan internal geng kriminal dan perebutan teritori kekuasaan antara geng kriminal,” ungkap Komandan Polisi Ekuador, Pablo Davila, dikutip dari EFE, pada Rabu (31/12/2025). 

Pekan lalu, Ekuador sudah menutup hampir seluruh perbatasan Peru dan Kolombia dengan alasan keamanan nasional. Keputusan ini untuk menurunkan kasus pembunuhan imbas aktivitas penyelundupan narkoba di Ekuador. 

1. Kasus pembunuhan naik signifikan dibanding 2024

Hingga 19 Desember 2025, tercatat sudah ada 8.847 kasus pembunuhan di seluruh Ekuador. Jumlah ini naik signifikan dibanding tahun 2024 yang mencapai 7.063 kasus pembunuhan dan 8.248 kasus pembunuhan pada 2023. 

Kenaikan kasus pembunuhan di Ekuador sudah diprediksi sebelumnya oleh Observatorium Kriminal Terorganisir Ekuador (OECO) menyebut kasus pembunuhan pada semester pertama dengan 4.619 kasus pembunuhan. Catatan itu sudah mencapai rekor pembunuhan tertinggi selama 6 bulan. 

Sementara itu, Armed Conflict Location & Event Data Project (ACLED) mengungkapkan bahwa Ekuador menjadi negara dengan kekerasan tertinggi di dunia. Ekuador juga menjadi negara dengan pembunuhan tertinggi di Amerika Latin selama 3 tahun berturut-turut. 

2. Provinsi Guayas jadi area paling berbahaya di Ekuador

Kementerian Dalam Negeri Ekuador mengungkapkan bahwa Provinsi Guayas dan termasuk ibu kota Guayaquil menjadi area paling berbahaya. Tercatat sudah ada 3.771 kasus pembunuhan di provinsi pesisir Pasifik tersebut hingga November. 

Selain Guayas, kasus kekerasan juga terpusat di area pesisir lainnya, seperti Los Rios dengan 1.167 kasus pembunuhan, Manabi sebesar 1.162 kasus, dan El Oro dengan 708 kasus. Semua wilayah tersebut sudah ditetapkan keadaan darurat oleh pemerintah Ekuador. 

Sepanjang tahun ini, tercatat sudah ada pembunuhan massal di penjara dan pemboman mobil. Selain itu ada pembunuhan tentara saat beroperasi di tambang ilegal di Amazon yang dilakukan oleh pecahan gerilya FARC di Kolombia.

3. Penembakan di Ekuador barat daya tewaskan 6 orang

Pada Minggu (28/12/2025), sejumlah laki-laki bersenjata menembak di area wisata di Puerto Lopez, bagian barat daya Ekuador. Penembakan ini mengakibatkan enam orang tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia 2 tahun.  

Dilansir TRT World, penembakan ini menjadi yang ketiga kalinya terjadi di Puerto Lopez sepanjang akhir pekan. Kasus kekerasan ini membuat total korban tewas di kota tersebut mencapai sembilan orang. 

Lonjakan kekerasan disebabkan aktivitas penyelundupan narkoba yang menjadikan Ekuador sebagai pusat pengiriman. Pelaku kasus kekerasan di Ekuador adalah sejumlah geng kriminal yang memiliki hubungan dengan kartel narkoba di Meksiko dan Kolombia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Warga Gaza: Pembatasan Organisasi Bantuan Berujung Bencana

02 Jan 2026, 23:11 WIBNews