Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

FBI Gagalkan Rencana Serangan yang Sasar Acara UFC Gedung Putih

FBI Gagalkan Rencana Serangan yang Sasar Acara UFC Gedung Putih
acara UFC Freedom 250 di Gedung Putih pada 14 Juni 2026 (U.S. Army photo by Sgt. 1st Class Brittany Primavera, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • FBI menggagalkan rencana serangan teror di acara UFC Freedom 250 di Gedung Putih, menahan lima tersangka yang hendak menyerang dengan drone peledak dan penembak jitu.
  • Kelompok pelaku direkrut lewat media sosial, bermotif antipemerintah, serta menargetkan tokoh politik dan bisnis ternama dengan alasan ideologis dan teori konspirasi.
  • Rencana terbongkar setelah laporan ibu salah satu tersangka; FBI menyita senjata dan amunisi dari empat negara bagian, dengan ancaman hukuman seumur hidup bagi para pelaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Referensi:

https://www.aljazeera.com/news/2026/6/16/fbi-says-it-foiled-planned-attacks-targeting-white-house-ufc-event

https://www.bbc.com/news/articles/cqx10xlje1lo

https://www.nbcnews.com/politics/trump-administration/fbi-foils-alleged-plot-attack-white-house-ufc-event-patel-says-rcna350248

https://nypost.com/2026/06/16/us-news/fbi-arrests-5-people-in-connection-with-drone-attack-plot-against-white-house-ufc-freedom-250-event/

https://www.nytimes.com/athletic/7365717/2026/06/16/ufc-white-house-terrorist-attack-foiled-fbi-secret-service/

Jakarta, IDN Times - Biro Investigasi Federal AS (FBI) berhasil menggagalkan rencana serangan teror di acara UFC Freedom 250 di Gedung Putih. Pihak berwenang telah menahan lima orang tersangka yang terlibat dalam plot tersebut.

Rencana serangan itu menargetkan acara seni bela diri campuran yang berlangsung pada Minggu (14/6/2026). Kelompok ini berniat menggunakan pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak dan penembak jitu.

1. Sasar pejabat tinggi dengan drone peledak

Presiden AS Donald Trump dan CEO UFC Dana White
Presiden AS Donald Trump dan CEO UFC Dana White (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Dokumen pengadilan mengungkap ada 23 orang yang terlibat dalam percakapan terenkripsi terkait rencana ini. Mereka berencana menerbangkan drone bermuatan bahan peledak ke gedung-gedung sekitar acara.

Ledakan itu dirancang untuk memicu kepanikan massal di antara para penonton. Saat massa melarikan diri, tim penembak jitu bersiap untuk menembaki mereka.

Kelompok penyerang gelombang kedua kemudian akan menerobos gerbang Gedung Putih. Mereka mengincar tokoh penting seperti Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, PM Israel Benjamin Netanyahu, dan CEO Tesla Elon Musk.

"Berkat tindakan cepat FBI, mitra kami, dan Departemen Kehakiman dalam operasi multi-negara bagian, beberapa individu kini ditahan, dan rencana serangan dihentikan total," ujar Direktur FBI Kash Patel, dilansir Al Jazeera.

2. Rekrutmen via media sosial dengan motif antipemerintah

ilustrasi logo TikTok.
ilustrasi logo TikTok. (unsplash.com/Solen Feyissa)

Kelompok ini merekrut anggota melalui aplikasi TikTok sebelum pindah ke aplikasi pesan Signal. Mereka mengaku sebagai mantan anggota militer dan kelompok berbasis Kristen.

Tersangka memiliki motif antipemerintah dan ingin menghancurkan negara untuk dibangun kembali. Mereka menargetkan politikus yang menerima dana dari pelobi Israel dan kaum elit kapitalis.

Kelompok ini juga membahas keluhan terkait korupsi pemerintah dan penanganan dokumen Jeffrey Epstein. Sebagian tersangka menganut teori konspirasi dan melontarkan komentar antisemitisme.

"Itu bukan beberapa orang yang melakukan hal gila, itu adalah rencana teroris yang terkoordinasi," tutur JD Vance, melansir Fox News.

3. Penangkapan berawal dari laporan ibu salah satu tersangka

ilustrasi senjata api
ilustrasi senjata api (unsplash.com/Tom Def)

Rencana ini terbongkar setelah ibu dari salah satu tersangka Tycen Proper melapor ke polisi. Sang ibu khawatir dengan perubahan perilaku putranya dan pembelian banyak senjata api.

FBI akhirnya menangkap lima pria dari negara bagian Ohio, California, Missouri, dan Nebraska. Petugas menyita ribuan butir amunisi, senjata api, dan perlengkapan taktis dari kediaman Proper.

Setiap tersangka menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup dan denda 250 ribu dolar AS (sekitar Rp4,4 miliar). Mereka didakwa atas konspirasi untuk melakukan pembunuhan.

Acara UFC di halaman selatan Gedung Putih ini dihadiri sekitar 4.300 orang. Pertandingan tersebut digelar untuk merayakan ulang tahun Trump ke-80 dan peringatan kemerdekaan AS ke-250.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More