Gagal Tangani Badai, Menteri Dalam Negeri Portugal Mengundurkan Diri

- Badai musim dingin menewaskan banyak orang di Portugal.
- Banjir bandang di Coimbra sangat parah dan sulit ditangani.
- Volume air yang meluap bisa menjebol bendungan Aguieira.
Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Portugal, Maria Lucia Amaral, mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (10/2/2026). Langkah ini diambil setelah Amaral dibanjiri kritik dari warga Portugal karena dianggap gagal menangani badai musim dingin yang sedang melanda.
"(Maria Lucia Amaral) tidak lagi memiliki kualifikasi pribadi dan politik yang diperlukan untuk memegang jabatan tersebut," bunyi pernyataan Kantor Presiden Portugal, seperti dilansir ABC.
Amaral menjadi menteri pertama di kabinet Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, yang mundur dari jabatannya sejak resmi dilantik pada Mei 2025 lalu. Saat ini, posisi Amaral digantikan langsung oleh Montenegro sampai menteri baru resmi ditunjuk.
1. Portugal sedang dilanda badai musim dingin yang menewaskan banyak orang

Badai musim dingin ini sudah melanda Portugal sejak akhir Januari 2026 lalu. Saat itu, Portugal dilanda Badai Kristin yang menyebabkan hujan lebat, banjir bandang, dan tanah longsor di berbagai wilayah. Enam orang dinyatakan tewas imbas badai tersebut.
Saat ini, badai musim dingin juga masih melanda Portugal. Kali ini, badai Leonardo menerjang Portugal dan Spanyol hingga menyebabkan beberapa orang di kedua negara tewas. Badai tersebut sudah menerjang Portugal dan Spanyol sejak pekan lalu.
Di Portugal, Badai Leonardo ini juga menyebabkan banjir bandang yang melahap ratusan rumah warga di Kota Coimbra. Imbasnya, pada Selasa malam waktu setempat, sebanyak 3.000 warga di sana harus dievakuasi dan dipindahkan ke tempat pengungsian yang jauh lebih aman.
2. Walikota Coimbra mengakui banjir di wilayahnya sangat parah

Walikota Coimbra, Ana Abrunhosa, mengakui banjir bandang imbas Badai Leonardo yang menerjang wilayahnya sangat parah. Hal ini menyebabkan otoritas setempat kewalahan dalam melakukan evakuasi.
“Coimbra dan kota-kota lain di sekitarnya sedang menghadapi masalah yang sangat serius akibat banjir. Beberapa wilayah di antaranya terpencil. Saat ini, situasinya sangat tidak stabil," kata Abrunhosa kepada stasiun televisi nasional RTP.
Perdana Menteri Luis Montenegro juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengatakan luapan air yang ditimbulkan akibat banjir sudah tidak bisa ditangani lagi oleh otoritas setempat.
3. Volume air yang meluap akibat banjir bandang bisa menjebol bendungan

Seorang pejabat setempat untuk urusan sipil, Carlos Tavares, mengatakan, banjir yang terjadi imbas Badai Leonardo di Kota Coimbra berpotensi menjebol Bendungan Aguieira. Sebab, volume air yang datang dari Sungai Mondego ke bendungan tersebut makin naik.
Badan Pengawas Lingkungan Portugal (APA) juga mengatakan hal serupa. Mereka memprediksi debit air di Sungai Mondego masih akan tinggi setidaknya hingga Sabtu (14/2/2026) mendatang. Oleh karena itu, badan tersebut mengingatkan semua warga Portugal untuk tetap waspada dan bersiap untuk kemungkinan terburuk.
"Periode puncak aliran air yang luar biasa di Sungai Mondego bakal terjadi hingga Sabtu,” bunyi pernyataan resmi APA dilansir The Strait Times.

















