Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ganggu Gencatan Senjata Gaza, BoP Desak DK PBB Lucuti Senjata Hamas

Ganggu Gencatan Senjata Gaza, BoP Desak DK PBB Lucuti Senjata Hamas
logo Dewan Perdamaian Gaza (commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Dewan Perdamaian Gaza mendesak DK PBB melucuti senjata Hamas agar gencatan senjata berjalan lancar dan proses perdamaian di kawasan tidak terus terganggu.
  • Hamas dituduh melanggar gencatan senjata dengan menyerang pasukan Israel di sekitar Garis Kuning, namun mereka membantah dan menuding Israel sebagai pihak yang lebih dulu menyerang.
  • Serangan militer Israel sejak Oktober 2023 telah menewaskan sekitar 72.000 warga Gaza, mendorong pembentukan BoP oleh AS untuk mengakhiri konflik dan memulihkan wilayah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Dewan Perdamaian (BoP) Gaza mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk melucuti senjata Hamas. Desakan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal BoP sekaligus mantan diplomat Bulgaria, Nickolay Mladenov, dalam sidang DK PBB pada Selasa (24/3/2026).

“Saya meminta para anggota Dewan (Keamanan PBB) untuk menggunakan segala cara yang mereka miliki untuk mendesak Hamas (agar segera melucuti senjata) dan semua faksi Palestina agar segera menerima kerangka kerja ini. Setiap jam, setiap hari yang terbuang, membawa dampak kemanusiaan dan semakin mengikis proses menuju perdamaian yang kredibel dan abadi,” kata Mladenov, seperti dilansir The Strait Times.

1. Hamas harus melucuti senjata agar tidak mengganggu proses gencatan senjata di Gaza

Orang sedang memegang papan bertuliskan gencatan senjata.
ilustrasi gencatan senjata (pexels.com/Efe Ersoy)

Dalam pernyataannya, Mladenov menjelaskan bahwa Hamas harus melucuti senjata agar tidak mengganggu proses gencatan senjata di Gaza. Sebab, menurutnya, Hamas masih kerap melakukan serangan ke pasukan Israel sehingga proses gencatan senjata di Gaza jadi terganggu.

“Penyerahan senjata oleh kelompok-kelompok militan (Hamas) akan menjadi sebuah perubahan yang menentukan dari siklus kekerasan yang telah mewarnai kehidupan di Gaza selama beberapa dekade,” jelas Mladenov dilansir The National.

“Apa pun yang kurang dari target itu, yaitu demiliterisasi penuh Gaza, akan merusak pemulihan Gaza. Hal itu akan merusak keamanan Israel dan akan merusak stabilitas kawasan,” tambahnya.

2. Hamas kerap dituduh melakukan serangan

Ledakan terjadi di tengah kota.
ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Hamas sendiri memang kerap dituduh menyerang pasukan Israel (IDF) di tengah gencatan di Gaza. Menurut IDF, mereka kerap mengerahkan pasukan hingga melewati Garis Kuning. Garis Kuning sendiri merupakan garis demarkasi untuk membatasi wilayah yang dikuasai Israel dan Hamas. Garis tersebut sudah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata pada Oktober 2025 lalu. 

"Melintasi garis kuning di sekitar pasukan IDF, sambil membawa senjata, merupakan pelanggaran gencatan senjata yang nyata. Ini menunjukkan bagaimana Hamas secara sistematis melanggar perjanjian gencatan senjata dengan maksud untuk membahayakan pasukan IDF," jelas IDF.

Namun, Hamas membantah tuduhan tersebut. Mereka justru menuduh Israellah yang kerap melakukan serangan ke Hamas di Gaza. Oleh karena itu, serangan yang dilakukan Hamas di Gaza bertujuan untuk membalas serangan Israel. 

3. Serangan Israel di Gaza telah menewaskan puluhan ribu orang

Israel menyerang Gaza.
potret serangan Israel di Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata, Israel hingga kini masih menyerang Gaza. Serangan Israel di Gaza kini juga sudah menewaskan puluhan ribu jiwa. Berdasarkan data terbaru, invasi militer Israel di Gaza yang dilakukan sejak Oktober 2023 lalu kini sudah menewaskan sekitar 72.000 orang. Jumlah tersebut tentu bisa bertambah jika Israel terus menyerang Gaza. 

Oleh karena itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Februari 2026 lalu resmi membentuk BoP untuk mengakhiri konflik antara Israel dan Palestina di Gaza. Selain untuk mengakhiri konflik antara kedua negara tersebut, BoP juga bertujuan untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat diserang Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More