Ghana Tolak Bantuan Kesehatan dari AS karena Harus Transfer Data Pribadi

- Ghana menolak bantuan kesehatan dari AS karena syarat penyerahan data pribadi warganya, mengikuti langkah Zimbabwe dan Zambia yang juga menolak ketentuan serupa.
- Pemerintah AS tetap ingin memperkuat hubungan diplomatik dengan Ghana melalui strategi America First Global Health Strategy yang menekankan kemandirian negara penerima bantuan.
- Berbeda dengan Ghana, Senegal menyetujui bantuan kesehatan senilai 12,6 miliar dolar AS untuk memperkuat layanan medis dan memerangi penyakit seperti HIV serta malaria.
Jakarta, IDN Times - Ghana memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian bantuan kesehatan dari Amerika Serikat (AS). Keputusan ini disebabkan permintaan AS untuk menyerahkan data pribadi warganya.
“Negosiasi antara Ghana dan AS dihentikan setelah Accra menolak permintaan Washington. Tim dari AS kemudian memaksa dan terus meningkatkan tekanan,” terangnya, dikutip dari Africa News, Rabu (29/4/2026).
Sebelumnya, Zimbabwe dan Zambia menolak syarat penyerahan data pribadi. Padahal kedua negara Afrika tersebut sangat membutuhkan bantuan obat-obatan dari AS untuk menangani penyebaran HIV.
1. AS masih berniat tingkatkan hubungan dengan Ghana
Kementerian Luar Negeri AS menolak mengungkapkan secara detail soal negosiasi tersebut. Namun, mereka mengaku berniat untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan Ghana.
“Kami akan melanjutkan cara untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara,” terangnya, dikutip dari Ghana News.
Pemerintah AS membangun America First Global Health Strategy untuk mendorong kepemimpinan AS dalam melindungi warganya. Selain itu, fokus program baru ini untuk mengurangi ketergantungan negara lain dalam bantuan AS.
2. AS peringatkan warga Ghana yang akan berkunjung ke negaranya
Kedutaan Besar AS di Ghana memperingatkan warga Ghana untuk memastikan memiliki uang cukup untuk bepergian ke AS, termasuk dana darurat. Pihaknya menyebut warga yang masih bergantung pada bantuan AS akan ditolak visanya.
“Warga asing yang menggunakan bantuan pemerintah untuk membayar perawatan medis di AS melanggar aturan visanya. Jika Anda bergantung pada bantuan dari AS, maka tidak bisa bepergian ke AS,” ungkapnya.
3. Senegal setujui bantuan kesehatan dari AS
Di tengah banyaknya penolakan, Senegal justru menerima bantuan kesehatan dari AS. Negara Afrika Barat itu menjadi negara ke-26 yang menerima bantuan AS di seluruh dunia senilai 12,6 miliar dolar AS (Rp217 triliun) dalam 5 tahun ke depan.
Dilansir Business Insider Africa, dana bantuan ini akan digunakan untuk memperkuat layanan kesehatan di Senegal. Terutama dalam melawan sejumlah penyakit, seperti HIV dan malaria, serta penguatan kapasitas laboratorium dan fasilitas kesehatan lainnya.



















