Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Jatuhkan Sanksi ke 61 Pejabat AS karena Dukung Terorisme

Iran Jatuhkan Sanksi ke 61 Pejabat AS karena Dukung Terorisme
Ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Iran pada Minggu (17/7/2022) merilis daftar nama pejabat Amerika Serikat (AS) yang dijatuhi sanksi. Sebanyak 61 nama berada dalam undang-undang Iran berjudul “Melawan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Tindakan Adventuris dan Teroris AS di Kawasan,” yang ditandatangani parlemen.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, orang yang masuk dalam daftar hitam itu diyakini dengan sengaja mendukung kelompok Organisasi Mujahidin-e-Khalq Organization (MKO), yakni teroris yang anti-Iran.

“Kemlu Iran sesuai dengan undang-undang, menunjuk individu-individu Amerika berikut dan pejabat atas dukungan sengaja mereka terhadap kelompok teroris Monafeghin (disebut MKO), melalui partisipasi dalam pertemuan kelompok teroris, mengakui tindakan dan penyebab teroris mereka, serta memberikan dukungan politik dan propaganda kepada kelompok tersebut,” kata Kemlu dalam sebuah pernyataan yang dikutip Tasnim.

  1. 1. Daftar nama-nama yang masuk daftar hitam

    Gedung Putih di Amerika Serikat (Unsplash.com/Louis Velazquez)
    Gedung Putih di Amerika Serikat (Unsplash.com/Louis Velazquez)

    Mantan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dan mantan penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton, berada dalam daftar tersebut. Mereka dikabarkan menghadiri pertemuan kelompok itu.

    Berikut 61 nama yang dijatuhi sanksi:

    1. Mike Pompeo
    2. Robert Torricelli
    3. Rudy Giuliani
    4. Joseph Isadore "Joe" Lieberman
    5. Robert Joseph
    6. Michael Mukasey
    7. Louis Freeh
    8. John Robert Bolton
    9. Marc Ginsberg
    10. John M." Jack" Keane
    11. Charles F. Wald
    12. Nathan A. Sales
    13. Lincoln Bloomfield
    14. Mary Landrieu
    15. Frances Townsend
    16. Gen. James T. Conway
    17. Deborah Lee James
    18. Gary Faye Locke
    19. Patrick Kennedy
    20. Linda Chavez
    21. Mitchell Reiss
    22. Joe Donnelly
    23. Bill Ritter, Jr
    24. Steve Bullock
    25. Philip Noman (Phil Bredesen)
    26. Timothy M. Boras
    27. Theresa Payton
    28. Donna Lease Brazile
    29. James Logan Jones Junior
    30. Pete Sessions
    31. Raul Ruiz
    32. Nicole Malliotakis
    33. Mario Diaz Balart
    34. Angie Craig
    35. Brad Schneider
    36. Thomas Earl "Tom" Emmer
    37. French Hill
    38. Sheila Jackson-Lee
    39. Brian Fitzpatrick
    40. Judy Chu
    41. Scott Perry
    42. Donald John Bacon
    43. Gwus Michael Bilirakis
    44. Kelly A. Ayotte
    45. Hakeem Jeffries
    46. Kevin McCarthy
    47. Brad Sherman
    48. Joe Wilson
    49. Dean Philips
    50. Cory Booker
    51. Roy Blunt
    52. Maggie Hassan
    53. Joni Ernst
    54. John Boozman
    55. Doug Jones
    56. Ted Cruz
    57. John Cornyn
    58. Thom Tillis
    59. Rick Scott
    60. Robert " Bob" Menendez
    61. Jeanne Shaheen
  2. 2. MKO kerap melakukan pembunuhan di Iran

    Ilustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)
    Ilustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)

    Setelah didirikan lebih dari 50 tahun yang lalu, MKO dilaporkan kerap melakukan aksi pemboman dan pembunuhan di Iran.

    Dari hampir 17 ribu warga Iran yang tewas dalam serangan teroris selama empat dekade terakhir, sekitar 12 ribu telah menjadi korban aksi teror kelompok tersebut.

    Kelompok teror yang terkenal buruk itu saat ini berbasis di Albania, di mana mereka menikmati kebebasan beraktivitas setelah dihapus dari daftar teroris oleh Uni Eropa dan AS masing-masing pada 2009 dan 2012.

  3. 3. Kegiatan pertemuan MKO kerap dihadiri pejabat AS

    Ilustrasi bendera Amerika Serikat (pixabay.com/Michael Luenen)
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat (pixabay.com/Michael Luenen)

    Terlepas dari keburukannya, kelompok teror MKO dalam beberapa tahun terakhir dilaporkan sering melaksanakan acara besar yang dihadiri pejabat AS, Saudi, dan Israel.

    Sementara itu, Iran menyatakan berusaha menjalankan kewajiban internasional dalam menghentikan dan menahan diri dalam memfasilitasi serta mendorong aksi teroris.

    Pemerintah Iran menuduh AS yang mendukung MKO telah melanggar kewajiban tersebut. Dukungan itu dianggap menyimpang secara internasional yang memerlukan tanggung jawab dari pemerintah negara tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More