Dalam pernyataannya, IRGC menjelaskan serangan ke markas militer di Kuwait merupakan balasan yang mesti diterima AS. Sebab, Negeri Paman Sam telah lebih dulu meluncurkan serangan ke markas militer Iran yang ada di Bandar Abbas.
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Markas Militer AS di Kuwait

- Iran melalui Korps Garda Revolusi meluncurkan serangan balasan ke markas militer AS di Kuwait sebagai respons atas serangan Amerika ke fasilitas Iran di Bandar Abbas.
- AS sebelumnya dua kali menyerang pangkalan militer Iran dan dua kapal IRGC di Selat Hormuz dengan alasan mempertahankan diri dari ancaman serangan Iran.
- Markas militer AS di Kuwait kerap menjadi sasaran Iran sejak perang Februari, dan aksi ini menuai kecaman PBB karena dianggap memperburuk ketegangan di Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Iran dikabarkan melakukan serangan ke markas militer milik angkatan udara Amerika Serikat yang ada di Kuwait. Serangan itu dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Kamis (28/5/2026) pukul 04.50 pagi waktu setempat.
"Tanggapan ini merupakan peringatan serius agar musuh tahu bahwa agresi tidak akan dibiarkan begitu saja. Jika diulangi, tanggapan kami akan lebih tegas," demikian bunyi pernyataan resmi IRGC, seperti dilansir Anadolu Agency.
1. AS sudah dua kali menyerang pangkalan militer Iran

Sebelumnya, AS sudah melakukan serangan udara ke markas militer Iran di Bandar Abbas pada Rabu (27/5/2026) malam waktu setempat. Serangan tersebut dilakukan karena Iran dikabarkan akan meluncurkan drone dari markas militer tersebut untuk menyerang AS.
"Tindakan-tindakan ini terukur, murni bersifat defensif, dan bertujuan untuk mempertahankan gencatan senjata," kata seorang pejabat militer AS yang ingin namanya dianonimkan untuk alasan keamanan dilansir Jerusalem Post.
Pada Senin (25/5/2026) lalu, AS juga melakukan serangan udara ke pangkalan militer Iran di Bandar Abbas. Kala itu, Washington menyebut serangan itu sebagai “mekanisme pertahanan diri” dari ancaman Iran. Sebab, mereka menduga Iran juga sedang bersiap meluncurkan serangan.
2. AS juga menyerang dua kapal Iran di Selat Hormuz

Masih pada Senin, AS juga menyerang dua kapal Iran yang berupaya menebar ranjau di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Juru Bicara Pusat Komando AS (CENTCOM), Tim Hawkins, menyebut serangan itu bertujuan untuk melindungi pasukan AS dari ranjau-ranjau yang ditebar Iran di selat tersebut.
Hawkins menambahkan, dua kapal yang diserang AS di Selat Hormuz merupakan kapal milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Kapal-kapal tersebut terciduk akan menebar sejumlah ranjau di sekitar salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia tersebut.
“Pasukan AS melakukan serangan bela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran. Komando Pusat AS terus membela pasukan kita sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” jelas Hawkins.
3. Markas militer AS di Kuwait sudah sering jadi target serangan

Sebagai informasi, markas militer AS di Kuwait memang sudah sering jadi target serangan Iran. Sebab, markas militer AS di negara itu dipakai untuk menyerang Iran sejak perang meletus pada 28 Februari lalu.
Selain di Kuwait, Iran juga kerap menyerang markas-markas militer AS di negara-negara Timur Tengah lainnya. Beberapa di antaranya, seperti di Qatar, Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Serangan Iran ke Kuwait, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, dan UEA ini sudah dikecam oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sebab, PBB menganggap serangan tersebut akan memperburuk situasi konflik di Timur Tengah.
















