Kemenhut Gandeng OceanX Teliti 7 Taman Nasional Ekosistem Laut

- Kemenhut bekerja sama dengan OceanX untuk memperkuat pengelolaan dan perlindungan tujuh taman nasional laut melalui riset berbasis data ilmiah.
- Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan ketersediaan data ilmiah, pemetaan bawah laut, serta inventarisasi keanekaragaman hayati guna mendukung konservasi berkelanjutan.
- OceanX akan membantu pengumpulan data spasial dan biodiversitas di kawasan konservasi, yang hasilnya menjadi dasar kebijakan sains milik Kementerian Kehutanan.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggandeng lembaga riset global OceanX untuk memperkuat pengelolaan dan perlindungan tujuh Taman Nasional (TN) ekosistem laut. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, langkah ini untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi berbasis data dan ilmu pengetahuan (scientific data).
“Pengelolaan kawasan konservasi laut harus didasarkan pada data dan riset ilmiah yang kuat. Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh dalam meningkatkan pengelolaan taman nasional laut di Indonesia, termasuk memperkaya ketersediaan data pembanding (baseline data), pemetaan bawah laut, hingga inventarisasi keanekaragaman hayati,” kata Menhut dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/7/2026).
1. Kemenhut kelola tujuh taman nasional laut

Menhut menjelaskan, pihaknya kini mengelola tujuh taman nasional laut yang memiliki kekayaan ekosistem dan keanekaragaman hayati tinggi, yakni Taman Nasional Wakatobi, Kepulauan Seribu, Takabonerate, Teluk Cenderawasih, Togean, Karimunjawa, dan Bunaken.
Selain itu, terdapat Taman Nasional Komodo yang memiliki kawasan konservasi darat dan laut.
“Kami Kehutanan, tapi wilayah kami juga ada di laut, contohnya TN Komodo, TN Wakatobi, TN Kepulauan Seribu, TN Cendrawasih, TN Togean, total ada 7 Taman Nasional. Kami terbuka untuk kolaborasi,” ujar Menhut.
2. Kolaborasi dengan OceanX bisa memperkuat ketersediaan data ilmiah

Menhut menegaskan, pihaknya tidak hanya melakukan monitoring dan evaluasi kawasan konservasi, tetapi juga menjalankan upaya pemulihan ekosistem laut, termasuk penanaman terumbu karang.
“Karena itu, kolaborasi dengan OceanX diharapkan memperkuat ketersediaan data ilmiah sebagai dasar pengelolaan dan perlindungan kawasan konservasi laut,” ujar Menhut.
3. OceanX akan membantu pengumpulan data spasial dan biodiversitas

CEO and Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone mengatakan pihaknya telah melaksanakan dua misi penelitian di Indonesia. Saat ini, OceanX berfokus pada penelitian keanekaragaman hayati laut di Sulawesi Utara.
Melalui kerja sama ini, OceanX akan membantu pengumpulan data spasial dan biodiversitas di kawasan konservasi, sementara seluruh data yang dihasilkan akan menjadi milik Kementerian Kehutanan sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis sains.
“Tujuan ekspedisi adalah untuk collecting data berupa data spasial dan biodiversitas. Nantinya data ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Sehingga kebijakan yang dihasilkan berbasis sains,” ujar Vincent.






















