Israel Ngaku Sudah Luncurkan Lebih dari 10.800 Serangan Udara ke Iran

- Israel mengklaim telah meluncurkan lebih dari 10.800 serangan udara ke Iran sejak 28 Februari 2026, menargetkan ribuan fasilitas militer dan strategis dengan penggunaan lebih dari 18.000 munisi.
- Perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai mereda setelah disepakatinya gencatan senjata dua pekan pada 7 April 2026, meski Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.
- Negosiasi damai antara Iran dan AS masih berlangsung dengan mediasi Pakistan untuk mencapai perdamaian permanen dan mencegah konflik kembali terjadi.
Jakarta, IDN Times - Israel mengaku sudah meluncurkan lebih dari 10.800 serangan udara ke Iran sejak perang meletus pada 28 Februari 2026. Klaim tersebut disampaikan oleh pasukan militer Israel (IDF) pada Jumat (10/4/2026).
IDF menjelaskan, semua serangan udara yang dilakukan telah menghantam 4.000 target strategis dan 6.700 target militer di Iran. Beberapa di antaranya, seperti sistem pertahanan udara, mesin peluncur rudal balistik, lokasi produksi senjata, fasilitas nuklir, markas besar, serta komandan dan pemimpin militer.
Untuk melakukan semua serangan tersebut, IDF menyebut sudah menggunakan lebih dari 18.000 munisi. Jumlah tersebut meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan dengan serangan Israel ke Iran selama 12 hari yang terjadi pada Juni 2025 lalu.
1. Perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sudah mereda

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sendiri kini sudah mereda. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, sudah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026). Gencatan senjata ini disepakati usai AS dan Israel membombardir Iran selama lebih dari satu bulan.
Gencatan senjata ini lantas disambut baik oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Netanyahu mengatakan, meski hanya bersifat sementara, gencatan senjata tersebut sangat berguna bagi AS, Israel, dan Iran untuk mengakhiri perang secara permanen.
Sayangnya, AS dan Israel menegaskan, Lebanon tidak terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata yang sudah disetujui dengan Iran. Oleh karena itu, Israel hingga kini masih terus menyerang Lebanon. Padahal, menurut Iran, dokumen gencatan senjata yang diberikan AS sudah melibatkan Lebanon.
2. Serangan AS dan Israel ke Iran sudah menewaskan banyak orang

Sejauh ini, serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Iran sudah menewaskan lebih dari 3.600 orang. Selain itu, serangan kedua negara tersebut juga sudah menewaskan sekitar 5.000 pasukan militer Iran.
Selain jatuhnya korban jiwa, rentetan serangan AS dan Israel juga telah melumpuhkan sebagian besar infrastruktur vital di beberapa kota besar Iran. Fasilitas energi, jaringan komunikasi, dan pangkalan militer dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Di sisi lain, 20 warga lokal Israel dan warga asing di Israel juga dilaporkan tewas karena serangan balasan dari Iran. Sementara itu, lebih dari 7.000 orang lainnya dinyatakan luka-luka.
3. Negosiasi damai Iran dan AS masih berjalan

Saat ini, negosiasi perdamaian antara Iran dan AS masih berjalan. Negosiasi ini bertujuan agar perang antara Iran dengan AS dan Israel bisa berakhir permanen. Sebab, gencatan senjata yang sudah disetujui hanya bersifat sementara.
Proses negosiasi ini difasilitasi oleh Pakistan yang berperang sebagai mediator. Sebagai mediator, Pakistan berharap negosiasi berjalan lancar sehingga perang antara Iran dengan AS dan Israel tidak kembali meletus.

















