Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wali Kota New York: Perang AS-Iran Hanya Buang-buang Uang

Wali Kota New York: Perang AS-Iran Hanya Buang-buang Uang
potret Wali Kota New York, Zohran Mamdani (commons.wikimedia.org/Bingjiefu He)
Intinya Sih
  • Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengecam perang AS-Iran karena menelan banyak korban jiwa dan menguras dana besar yang seharusnya bisa digunakan untuk program prioritas di dalam negeri.
  • Mamdani mendesak agar perang segera dihentikan demi mencegah dehumanisasi lebih lanjut di Timur Tengah serta menjaga martabat Amerika Serikat di mata dunia.
  • Meski AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata dua pekan, Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian itu sehingga Israel masih melancarkan serangan udara yang menewaskan ratusan warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengecam perang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Selain menimbulkan banyaknya korban jiwa, perang tersebut juga hanya merugikan AS secara finansial. Sebab, AS menggelontorkan dana jumbo hanya untuk menyerang Iran dan sekutunya di Timur Tengah.

Menurut Mamdani, semua uang tersebut seharusnya bisa dipakai untuk menjalankan program-program prioritas yang ada di AS.  

“Kita sedang berbicara tentang perang yang telah menewaskan ribuan warga sipil. Hal-hal yang sering saya bicarakan dan sangat dibutuhkan oleh warga New York, hanya akan menelan biaya sebagian kecil dari puluhan miliar dolar yang kita lihat (untuk mendanai perang). Hal itu telah membuat kita semua frustrasi,” ujar Mamdani dalam wawancara bersama Al Jazeera pada Jumat (10/4/2026), seperti dikutip Jerusalem Post, Sabtu (11/4/2026).

1. Mamdani ingin perang AS dan Iran segera berakhir

Zohran Mamdani sedang tersenyum.
potret Wali Kota New York, Zohran Mamdani (commons.wikimedia.org/Karamccurdy)

Oleh karena itu, Mamdani ingin perang antara AS dan Iran segera berakhir. Sebab, jika tidak, akan ada lebih banyak korban jiwa dan dana yang bakal terbuang sia-sia hanya untuk perang. Selain itu, perang ini juga akan membuat upaya dehumanisasi di Timur Tengah makin merajalela.

“Inti dari setiap perang adalah dehumanisasi yang tidak pernah terbatas hanya pada perang itu sendiri. Itulah bentuk dehumanisasi yang kita biarkan berkembang di negara kita,” tegas Mamdani. Ia menilai upaya dehumanisasi di Timur Tengah akibat perang di Iran juga akan merendahkan martabat AS di kancah internasional. 

2. Perang AS dan Iran sudah mereda

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Sebetulnya, perang antara AS dan Iran sudah mereda. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, sudah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026) lalu. Gencatan senjata ini akhirnya disepakati usai AS dan Israel membombardir Iran sejak 28 Februari lalu. 

Gencatan senjata ini lantas disambut baik oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Netanyahu mengatakan, meski hanya bersifat sementara, gencatan senjata tersebut sangat berguna bagi AS, Israel, dan Iran untuk mengakhiri perang agar tidak berlarut-larut.

3. Lebanon tidak terlibat dalam gencatan senjata

Bendera Lebanon sedang berkibar.
potret bendera Lebanon (pexels.com/Ali Marouni)

Sayangnya, AS dan Israel menegaskan, Lebanon tidak terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata yang sudah disetujui dengan Iran. Oleh karena itu, Israel hingga kini masih terus menyerang Lebanon. Padahal, menurut Iran, dokumen gencatan senjata yang diberikan AS sudah melibatkan Lebanon. 

Israel sendiri kembali meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026). Dilansir The Guardian, serangan tersebut menewaskan lebih dari 300 orang. Sementara itu, 1.165 orang lainnya mengalami luka-luka. 

Saat ini, seluruh korban luka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya, petugas layanan kesehatan mengalami kendala karena banyak rumah sakit di Lebanon yang rusak akibat diserang Israel. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More