Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jepang Berencana Perkuat Keamanan Fasilitas Militer AS

Jepang Berencana Perkuat Keamanan Fasilitas Militer AS
Ilustrasi bendera Jepang. (unsplash.com/Fumiaki Hayashi)
Intinya Sih
  • Jepang berencana menanggung biaya peningkatan perlindungan fasilitas militer AS untuk memperkuat ketahanan pangkalan terhadap ancaman, dengan negosiasi pembagian biaya dimulai intensif pada musim panas 2026.
  • Pemerintah Jepang diperkirakan menaikkan porsi pendanaan hingga mendekati rekor 1,35 triliun yen dalam perjanjian dukungan lima tahunan yang ditargetkan rampung akhir tahun ini.
  • Departemen Pertahanan AS menegaskan penguatan postur militernya di Jepang sebagai prioritas utama Indo-Pasifik guna menghadapi potensi agresi, terutama terkait meningkatnya aktivitas maritim China.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Jepang tengah mempertimbangkan untuk menanggung biaya peningkatan perlindungan fasilitas militer Amerika Serikat (AS), sebagai bagian dari dukungan negara tuan rumah. Langkah tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangkalan terhadap ancaman, seperti serangan bahan peledak dan gangguan elektromagnetik.

Menurut sumber internal pemerintah Jepang, proposal ini akan menjadi poin utama dalam negosiasi pembagian biaya bilateral yang dijadwalkan mulai intensif pada musim panas 2026, dilansir Kyodo News pada Sabtu (25/4/2026).

1. Negosiasi ditargetkan rampung akhir tahun ini

Potret pasukan marinir AS yang berada di Camp Kinser, Okinawa, Jepang. (x.com/OkinawaMarines)
Potret pasukan marinir AS yang berada di Camp Kinser, Okinawa, Jepang. (x.com/OkinawaMarines)

Dalam negosiasi baru tersebut, Jepang diperkirakan akan mengusulkan kenaikan porsi pendanaannya, yang selama ini berfokus pada penyediaan fasilitas seperti barak dan perumahan bagi personel militer dan keluarganya.

Opsi lain yang dipertimbangkan adalah memasukkan komponen perlindungan fasilitas ke dalam perjanjian dukungan lima tahunan. Kesepakatan diharapkan tercapai pada akhir tahun ini untuk periode lima tahun, terhitung mulai April 2027.

Langkah ini menyusul desakan Presiden AS Donald Trump agar sekutu, termasuk Tokyo, memberikan kontribusi finansial lebih besar pada penempatan pasukan Amerika.

2. Berapa total anggaran Jepang untuk menampung pangkalan militer AS?

Ilustrasi latihan militer. (pexels.com/Art Guzman)
Ilustrasi latihan militer. (pexels.com/Art Guzman)

Saat ini, Jepang mengalokasikan rata-rata 200 miliar yen (sekitar Rp21,6 triliun) per tahun untuk mendukung keberadaan militer AS. Total pengeluaran untuk periode 2022-2026 mencapai sebesar 1,06 triliun yen (Rp114,5 triliun).

Negosiasi mendatang diprediksi akan menaikan angka tersebut mendekati rekor tertinggi sebesar 1,35 triliun yen (Rp145,9 triliun), yang pernah terjadi pada periode 1996-2000.

"Penguatan fasilitas ini krusial untuk meningkatkan deterrence (daya tangkal) dan respons aliansi keamanan Jepang-AS di tengah dinamika geopolitik saat ini," kata sumber pemerintah Jepang.

3. AS tegaskan penguatan pasukan di Jepang sebagai prioritas utama Indo-Pasifik

Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)
Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa memperkuat postur militer di Jepang merupakan prioritas utama, guna membendung potensi agresi di kawasan Indo-Pasifik, khususnya di sepanjang Rantai Pulau Pertama.

Dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR pada 22 April 2026, Asisten Menteri Pertahanan John Noh menekankan pentingnya kehadiran AS di wilayah yang membentang dari Kepulauan Nansei di barat daya Jepang hingga Filipina tersebut. Langkah ini secara tersirat merujuk pada meningkatnya aktivitas maritim China.

"AS optimis terhadap komitmen Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam memperkuat pertahanan nasional," ujar Noh, mengutip kemenangan telak partai penguasanya dalam pemilihan DPR pada Februari.

Meski begitu, ia mencatat masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, dilansir NHK News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More