Wamensesneg Bantah Purbaya Dipecat karena Rombak Jajaran Kemenkeu

- Bambang Eko Suhariyanto membantah Purbaya Yudhi Sadewa dicopot karena merombak jajaran Kementerian Keuangan.
- Istana menyebut pergantian menteri atau wakil menteri merupakan hal lumrah dan hak prerogatif presiden.
- Prabowo Subianto mengganti Purbaya dengan Suahasil Nazara, yang mendapat arahan menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Bambang Eko Suhariyanto membantah pernyataan Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang meyakini dipecat, salah satunya karena sempat merombak jajaran Kementerian Keuangan.
Menurut dia, tidak ada hal yang istimewa dalam pemecatan, karena semua pembantu presiden harus siap untuk diganti.
"Oh itu pengakuan Pak Purbaya ya? Tapi sebetulnya enggak. Tidak ada yang istimewa. Pergantian kapan saja itu sebetulnya menteri, wakil menteri siap diganti," kata Bambang di Gedung DPR RI, Rabu (16/9/2026).
1. Pergantian menkeu hal lumrah di kabinet

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) RI, Bambang Eko Hariyanto. (IDN Times/Amir Faisol) Bambang tak mengetahui apakah ada urusan di internal Kementerian Keuangan era kepemimpinan Purbaya. Namun, ia memastikan proses pergantian jabatan menteri atau wakil menteri dapat dilakukan kapan saja sebagai hak prerogratif presiden.
"Saya kalau internalnya kita tidak tahu kalau internal seperti apa. Cuman dari perspektif kita, dari Istana, sebetulnya pergantian itu adalah sesuatu yang lumrah saja sebetulnya. Bisa kapan saja. Namanya reshuffle kan bisa saja kapan dicopot, kemudian ada yang diangkat yang baru," kata Bambang Eko.
2. Purbaya yakin dicopot gegara rombak jajaran Kemenkeu

Menteri Keuangan RI (2025-2026), Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyatakan, salah satu alasan dirinya dipecat adalah katena merombak jajaran Kementerian Keuangan.
"Sebagian ada, sebagian ya," ujarnya singkat usai proses serah terima jabatan di Kementerian Keuangan.
Namun, ia meyakini pemecatan ini tak terkait dengan beberapa kebijakan yang diambilnya. Karena Kementerian Keuangan hanya menjalankan semua kebijakan Kepala Negara.
"Gak ada. Itu kan kebijakan kita, yang ngurusin semua kebijakan presiden. Aman lah itu," kata dia.
3. Reshuffle kabinet, Prabowo copot Purbaya

Menteri Keuangan RI (2025-2026), Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Ia digantikan Suahasil Nazara yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil mengaku, mendapat arahan khusus Prabowo untuk menjaga kesehatan APBN.
"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut. Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat," ujar Suahasil di Istana Negara.
"Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," sambungnya.
Suahasil mengatakan, seluruh pegawai Kementerian Keuangan juga akan bekerja dengan keras agar APBN yang sehat dan stabil.
"Untuk itu, kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras, akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia," kata dia.



















