Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indeks Perdamaian Dunia 2026: Amerika Serikat Masuk Kategori Rendah!

Indeks Perdamaian Dunia 2026: Amerika Serikat Masuk Kategori Rendah!
ilustrasi perdamaian dunia (vecteezy.com/Irina Kryvasheina)
  • Global Peace Index 2026 menempatkan Amerika Serikat di peringkat 134 dari 163 negara, kategori rendah dengan skor 2,535, berdasarkan 23 indikator perdamaian.
  • Islandia menjadi negara paling damai dengan skor 1,161; tujuh negara Eropa masuk 10 besar, bersama Selandia Baru, Singapura, dan Jepang.
  • Indonesia berada di peringkat 69 kategori medium, sementara negara berkonflik berkepanjangan seperti Rusia, Sudan, RD Kongo, dan Ukraina menempati posisi terbawah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indeks Perdamaian Dunia atau Global Peace Index (GPI) 2026 menunjukkan gambaran menarik tentang kondisi perdamaian di berbagai negara. Dari 163 negara yang dinilai, Amerika Serikat ternyata hanya menempati peringkat ke-134 dan masuk kategori rendah.

Posisi tersebut cukup kontras jika kamu membandingkannya dengan negara-negara seperti Islandia, Selandia Baru, dan Swiss yang berada di jajaran teratas. Penilaian ini gak hanya melihat apakah sebuah negara sedang berperang atau tidak. Ada 23 indikator yang ikut diperhitungkan, mulai dari konflik internal dan eksternal, keamanan masyarakat, ketidakstabilan politik, terorisme, hingga militerisasi.

Lantas, negara mana saja yang masuk jajaran paling damai dan kenapa Amerika Serikat bisa berada di kategori rendah? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

  1. 1. Amerika Serikat berada di peringkat ke-134

    ilustrasi Amerika Serikat
    ilustrasi Amerika Serikat (unsplash.com/Jaime Dantas)

    Amerika Serikat memperoleh skor 2,535 dalam Global Peace Index 2026 dan berada di posisi ke-134 dari 163 negara. Berdasarkan klasifikasi yang digunakan dalam indeks, posisi tersebut membuat Amerika Serikat masuk kategori Low atau rendah. Amerika Serikat bahkan berada di bawah sejumlah negara seperti Indonesia, Malaysia, Kanada, Australia, dan Jepang. Posisi ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi atau pengaruh global sebuah negara gak otomatis membuatnya memperoleh skor perdamaian yang tinggi.

    Penilaian GPI sendiri menggunakan berbagai indikator untuk melihat kondisi perdamaian secara lebih luas. Aspek yang diperhatikan mencakup keamanan masyarakat, konflik yang sedang berlangsung, serta tingkat militerisasi suatu negara. Selain itu, stabilitas politik, terorisme, hubungan dengan negara tetangga, dan konflik internal maupun eksternal juga ikut menjadi bagian penilaian. Jadi, kategori rendah yang diperoleh Amerika Serikat perlu dipahami sebagai hasil dari gabungan berbagai indikator tersebut, bukan hanya satu persoalan saja.

  2. 2. Eropa masih mendominasi negara paling damai

    ilustrasi New Zealand atau Selandia Baru, Eropa
    ilustrasi New Zealand atau Selandia Baru, Eropa (pexels.com/Donovan Kelly)

    Dominasi negara-negara Eropa terlihat sangat jelas dalam 10 besar Global Peace Index 2026. Islandia menempati peringkat pertama dengan skor 1,161, disusul Selandia Baru, Swiss, Slovenia, dan Irlandia. Austria, Portugal, Singapura, Finlandia, dan Jepang melengkapi daftar 10 negara dengan tingkat perdamaian tertinggi. Bahkan, tujuh dari 10 negara teratas dalam daftar tersebut berasal dari Eropa.

    Islandia menjadi negara yang berada di posisi paling atas dengan klasifikasi Very High. Selandia Baru juga masuk kategori yang sama dan berada di peringkat kedua secara global, sementara Swiss berada di posisi ketiga. Menariknya, negara di luar Eropa juga mampu mencatatkan performa tinggi, seperti Singapura di peringkat kedelapan, Jepang di posisi ke-10, serta Kanada di peringkat ke-14. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat perdamaian tinggi sebenarnya gak hanya menjadi karakteristik kawasan Eropa.

  3. 3. Indonesia masuk kategori medium

    ilustrasi Indonesia
    ilustrasi Indonesia (unsplash.com/Rendy Novantino)

    Kabar yang cukup menarik buat kamu, Indonesia berada di peringkat 69 dengan skor 1,918. Posisi tersebut membuat Indonesia masuk dalam kategori Medium, berada di antara negara-negara dengan tingkat perdamaian tinggi dan rendah. Indonesia juga berada jauh di atas Amerika Serikat dalam daftar tersebut, meskipun kondisi kedua negara tentu memiliki karakteristik sosial, politik, dan keamanan yang berbeda. Peringkat ini memberikan gambaran bahwa Indonesia memiliki posisi yang cukup kompetitif dalam indeks perdamaian global.

    Beberapa negara lain di kawasan Asia juga mendapatkan hasil yang cukup baik. Malaysia berada di peringkat ke-12 dengan kategori High, sedangkan Jepang berada di peringkat ke-10 dan Singapura di posisi kedelapan. Di sisi lain, China berada di peringkat ke-118 dengan kategori Medium, sementara India berada di posisi ke-127 dan masuk kategori Low. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kondisi perdamaian di Asia cukup beragam dan gak bisa digambarkan hanya berdasarkan satu kawasan saja.

  4. 4. Konflik membuat sejumlah negara berada di posisi terbawah

    ilustrasi Ukraina dan Rusia
    ilustrasi Ukraina dan Rusia (magnific.com/wirestock)

    Di bagian bawah daftar, negara-negara yang menghadapi konflik aktif, ketidakstabilan politik, atau kekerasan berkepanjangan terlihat mendominasi. Rusia berada di peringkat terakhir atau 163, dengan skor 3,367 dan masuk kategori Very Low. Sudan berada di posisi 162, sementara Republik Demokratik Kongo menempati peringkat 161 dan Ukraina berada di posisi 160. Israel, Sudan Selatan, Afghanistan, Yaman, dan Suriah juga termasuk negara yang berada dalam kategori Very Low.

    Pola tersebut terlihat cukup jelas pada peta Global Peace Index 2026. Wilayah dengan tingkat perdamaian sangat rendah terkonsentrasi di beberapa bagian Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. Konflik bersenjata serta ketidakstabilan yang berlangsung dalam waktu panjang menjadi bagian penting dari gambaran kondisi negara-negara tersebut. Karena itu, semakin kompleks konflik dan instabilitas yang dihadapi sebuah negara, semakin besar pula tantangan untuk mempertahankan tingkat perdamaian yang tinggi.

  5. 5. Perdamaian bukan cuma soal bebas dari perang

    ilustrasi militer AS, bendera Amerika Serikat
    ilustrasi militer AS, bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Joel Rivera-Camacho)

    Kalau kamu melihat indikator yang digunakan, konsep perdamaian dalam indeks ini ternyata jauh lebih luas daripada sekadar gak adanya perang. GPI 2026 menggunakan 23 indikator yang mencakup keamanan masyarakat, konflik yang sedang berlangsung, dan tingkat militerisasi. Faktor lain seperti ketidakstabilan politik, terorisme, hubungan dengan negara tetangga, serta konflik internal dan eksternal juga diperhitungkan. Artinya, sebuah negara bisa saja tidak sedang mengalami perang besar, tapi tetap memperoleh penilaian rendah jika menghadapi persoalan keamanan dan stabilitas lainnya.

    Peta tersebut akhirnya memberikan gambaran bahwa perdamaian merupakan kondisi yang dipengaruhi banyak faktor sekaligus. Negara-negara dengan skor tinggi umumnya berada dalam kelompok yang memiliki tingkat stabilitas dan keamanan lebih baik berdasarkan indikator yang digunakan dalam indeks. Sebaliknya, negara yang menghadapi konflik berkepanjangan cenderung berkumpul di kategori paling rendah. Dari sini kamu bisa melihat bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tentang menghentikan perang, tapi juga menciptakan kondisi sosial dan politik yang relatif stabil dalam jangka panjang.

    Global Peace Index 2026 menunjukkan perbedaan tingkat perdamaian yang cukup mencolok di antara 163 negara. Amerika Serikat berada di peringkat 134 dan masuk kategori Low, sedangkan Islandia menjadi negara paling damai di dunia dalam daftar tersebut. Indonesia sendiri berada di peringkat 69 dan masuk kategori Medium, sehingga posisinya lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat.

    Pada saat yang sama, negara-negara yang menghadapi konflik berkepanjangan masih mendominasi bagian terbawah indeks. Data ini membuatmu bisa melihat bahwa perdamaian sebuah negara dipengaruhi oleh banyak aspek, bukan sekadar ada atau tidaknya perang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More