Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kebakaran Pabrik Suku Cadang Mobil Korsel, 11 Orang Tewas

Kebakaran Pabrik Suku Cadang Mobil Korsel, 11 Orang Tewas
ilustrasi kebakaran (pexels.com/Vladimir Shipitsin)
Intinya Sih
  • Kebakaran besar melanda pabrik suku cadang mobil di Daejeon, menewaskan 11 orang, melukai puluhan, dan menyebabkan tiga pekerja masih hilang.
  • Lebih dari 500 petugas dikerahkan menghadapi api yang sulit dipadamkan karena adanya sekitar 200 kilogram bahan kimia reaktif di dalam pabrik.
  • Presiden Lee Jae Myung memerintahkan operasi penyelamatan penuh dan menyerukan peningkatan perlindungan pekerja setelah ribuan korban jiwa di tempat kerja sejak 2000.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kebakaran melanda pabrik suku cadang mobil di Daejeon, Korea Selatan, pada Jumat (20/3/2026). Sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya masih hilang.

Dilansir dari DW, sekitar 170 pekerja berada di dalam gedung saat kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Api menyebar dengan cepat ke seluruh bangunan hingga menimbulkan asap tebal yang membumbung ke langit. Sejumlah dokumentasi menunjukkan para pekerja melompat dari lantai atas untuk menghindari kobaran api.

“Kami memahami bahwa 11 orang tewas dan 25 lainnya mengalami luka serius. Kami juga mendapat informasi bahwa 34 orang mengalami luka ringan, sementara tiga lainnya masih hilang,” kata seorang pejabat dari kementerian dalam negeri yang menangani kebakaran dan bencana lainnya.

1. Sekitar 200 kilogram bahan kimia reaktif ditemukan di dalam pabrik

ilustrasi pemadam kebakaran memadamkan api (pixabay.com/fish96)
ilustrasi pemadam kebakaran memadamkan api (pixabay.com/fish96)

Dilansir dari CNA, lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran, polisi dan personel darurat dikerahkan untuk memadamkan api dan melakukan operasi penyelamatan. Petugas pemadam kebakaran awalnya tidak dapat memasuki pabrik karena risiko bangunan runtuh. Akibatnya, mereka berfokus mencegah api menyebar ke fasilitas di sekitarnya dan mengevakuasi bahan kimia berbahaya.

Para pejabat mengatakan sekitar 200 kilogram bahan kimia yang sangat reaktif disimpan di fasilitas tersebut. Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa lokasi itu menyimpan natrium, yang dapat meledak jika tidak ditangani dengan benar.

Sementara itu, Kementerian keselamatan, pada Sabtu (21/3/2026), menyatakan bahwa api baru berhasil dipadamkan pada pukul 23.48.

2. Saksi mata mendengar adanya ledakan

ilustrasi memadamkan kebakaran (unsplash.com/Jay Heike)
ilustrasi memadamkan kebakaran (unsplash.com/Jay Heike)

Nam Deuk-woo, kepala pemadam kebakaran di distrik Daedeok mengatakan beberapa korban luka mengalami sesak akibat menghirup asap, sementara yang lainnya terluka setelah melompat dari gedung. Penyebab kebakaran masih belum diketahui, meskipun para saksi melaporkan adanya ledakan.

Pencarian korban hilang dimulai Jumat malam setelah para pejabat mengerahkan robot pemadam kebakaran tanpa awak untuk mendinginkan bangunan dan melakukan pemeriksaan keselamatan. Nam mengatakan satu jenazah ditemukan di lantai dua, sementara sembilan lainnya ditemukan di tempat yang diyakini sebagai pusat kebugaran di lantai tiga.

Hingga Sabtu pagi, tim penyelamat telah menyisir seluruh area pabrik yang dapat diakses. Menurut Nam, para korban yang masih hilang kemungkinan terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh.

3. Lebih dari 10 ribu orang di Korsel tewas saat bekerja sepanjang 2000-2024

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung (이재명, CC BY 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/3.0>, via Wikimedia Commons)

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah memerintahkan para pejabat untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk personel dan peralatan, dalam operasi penyelamatan. Lee telah menyerukan peningkatan perlindungan bagi para pekerja di negara tersebut, setelah lebih dari 10 ribu orang dilaporkan tewas saat bekerja sepanjang 2000-2024, dilansir dari Arab News.

Pada 2024, kebakaran di pabrik baterai litium Aricell di Hwaseong menewaskan sedikitnya 22 orang, dengan sebagian besar korban adalah warga China. Ini menjadi salah satu kebakaran industri terburuk di Korea Selatan, dan CEO Aricell dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada September 2025. Dalam putusannya, Pengadilan Negeri Suwon menyatakan bahwa perusahaan lebih mengutamakan keuntungan dibandingkan keselamatan pekerja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More