Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Luncurkan Serangan Udara ke Suriah, Ada Apa?

Israel Luncurkan Serangan Udara ke Suriah, Ada Apa?
ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)
Intinya Sih
  • Militer Israel meluncurkan serangan udara ke Suriah sebagai balasan atas serangan terhadap warga Druze di Provinsi Suweida, tanpa laporan korban jiwa.
  • Sejumlah negara Arab seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Kuwait, Yordania, dan Qatar mengecam tindakan Israel karena dianggap melanggar hukum internasional serta kedaulatan Suriah.
  • Negara-negara Arab mendesak Israel menghentikan serangan ke Suriah agar konflik di Timur Tengah tidak semakin memanas di tengah ketegangan antara Iran, AS, dan sekutunya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Israel (IDF) telah meluncurkan serangan udara ke Suriah pada Kamis (19/3/2026) malam waktu setempat. Kabar itu disampaikan langsung oleh IDF pada Jumat (20/3/2026). 

Serangan tersebut ditargetkan ke markas militer dan ke sejumlah fasilitas publik yang ada di Suriah utara. Sejauh ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa yang timbul akibat serangan tersebut.  

1. Serangan dilakukan sebagai balasan atas serangan Suriah terhadap warga Druze

Warga Druze sedang menghadiri pertemuan.
potret warga Druze (commons.wikimedia.org/Kobi Gideon)

Dalam pernyataannya, IDF menjelaskan, serangan tersebut merupakan balasan karena Suriah telah menyerang warga Druze yang ada di Provinsi Suweida. Serangan terhadap warga Druze ini dipicu oleh ambisi komunitas tersebut untuk melepaskan diri dari kontrol Pemerintah Suriah.

IDF menegaskan, pihaknya tidak akan membiarkan Suriah untuk kembali menyerang warga Druze secara semena-mena. Bahkan, IDF juga mengancam akan melakukan serangan balasan yang lebih parah jika Suriah kembali menyerang komunitas tersebut. 

"IDF tidak akan mentolerir tindakan yang membahayakan penduduk Druze di Suriah dan akan terus beroperasi untuk membela mereka," demikian bunyi pernyataan resmi IDF, seperti dilansir BBC

2. Negara-negara Arab mengecam serangan Israel di Suriah

Peta negara-negara Arab.
potret negara-negara Arab (commons.wikimedia.org/Furfur)

Lebih lanjut, serangan udara yang dilakukan Israel terhadap Suriah pada Kamis lalu menuai kecaman dari negara-negara Arab. Beberapa di antaranya, seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Kuwait, Yordania, dan Qatar. 

Negara-negara tersebut menilai serangan Israel ke Suriah telah melanggar aturan hukum internasional. Selain itu, mereka juga menilai serangan Israel sudah mengganggu kedaulatan Suriah sebagai negara merdeka. 

“Agresi Israel yang terang-terangan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan kedaulatan Suriah,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dilansir The Strait Times

3. Negara-negara Arab mendesak Israel berhenti menyerang Suriah

Bendera Israel sedang berkibar.
potret bendera Israel (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Oleh karena itu, Arab Saudi hingga Qatar mendesak Israel untuk berhenti menyerang Suriah. Sebab, selain melanggar hukum internasional dan mengganggu kedaulatan Suriah, serangan tersebut juga bisa membuat situasi konflik di Timur Tengah makin memanas. Terlebih, saat ini, perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung. 

Pada Rabu (18/3/2026) lalu, Israel menyerang ladang minyak dan gas (migas) South Pars milik Iran. Sebagai balasan, Iran lantas melancarkan serangan ke ladang migas Ras Laffan milik Qatar pada Rabu dan Kamis. Langkah ini dilakukan agar Israel tidak mendapatkan pasokan minyak dari Qatar.  

Terbaru, Iran juga menyerang pangkalan militer AS dan Inggris yang berada di Pulau Diego Garcia, sebuah pulau di Laut India, pada Jumat (20/3/2026). Beruntungnya, serangan tersebut tidak merusak pangkalan militer AS dan Inggris yang ada di pulau tersebut. Sebab, pasukan AS dan Inggris berhasil melumpuhkan dua rudal yang ditembakkan oleh Iran sebelum menghantam pangkalan militer mereka.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More