Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kebun Binatang Polandia Rayakan Kelahiran 4 Harimau Sumatra

Kebun Binatang Polandia Rayakan Kelahiran 4 Harimau Sumatra
Bendera Polandia (unsplash.com/VLADISLAV BOGUTSKI)

Jakarta, IDN Times - Kebun Binatang Wrocław Zoo di Polandia merayakan kelahiran empat anak harimau Sumatra. Informasi itu diungkap pada Jumat (18/10/2024), setelah dirahasiakan selama beberapa minggu karena kekhawatiran kelangsungan hidup mereka.

Mereka lahir pada 22 Juli, namun kebun binatang memilih menunggu hingga mereka tumbuh lebih kuat, mendapatkan vaksinasi, dan beradaptasi sebelum berita ini disampaikan ke publik.

Keputusan menunda pengumuman adalah karena Harimau Sumatra merupakan spesies yang sangat terancam punah. Tindakan ini diambil demi memberikan kesempatan terbaik bagi anak-anak harimau tersebut untuk bertahan hidup di masa awal kehidupannya.

1. Keberhasilan pembiakan harimau Sumatra

Wrocław Zoo menyebut kelahiran ini sebagai keberhasilan pembiakan berskala global. Anak-anak harimau ini merupakan keturunan dari induk bernama Nuri dan ayah bernama Tengah, yang sebelumnya telah melahirkan anak betina bernama Surya empat tahun lalu.

"Kegembiraan semakin besar karena keempat harimau berkembang dengan sehat, aktif, dan sangat antusias bermain satu sama lain serta dengan induk mereka," ujar Sergiusz Kmiecik, presiden sementara kebun binatang tersebut.

Paweł Sroka, kepala departemen mamalia pemangsa di kebun binatang, menyebutkan bahwa perilaku Tengah cukup unik.

"Dia tetap bersama anak-anak sejak awal, sebuah hal yang jarang terjadi pada harimau. Tengah bahkan membantu Nuri dalam merawat, seolah belajar cara 'menangani' anak-anak tersebut," kata Sroka.

Selain itu, jenis kelamin anak-anak harimau ini membawa kabar baik lainnya. Dari empat anak, tiga di antaranya adalah jantan dan satu betina. Hal ini cukup istimewa mengingat kebanyakan populasi harimau di kebun binatang Eropa didominasi oleh betina.

2. Tantangan hidup Harimau Sumatra

Harimau Sumatra termasuk subspesies harimau yang paling terancam punah. Perburuan liar dan berkurangnya habitat hutan merupakan dua faktor utama yang menyebabkan jumlah mereka semakin menurun.

Di alam liar, diperkirakan hanya tersisa sekitar 400 ekor harimau Sumatra. Weronika Łysek, juru bicara kebun binatang, menyatakan bahwa upaya konservasi terus ditingkatkan, termasuk dengan mendirikan yayasan untuk mendukung perlindungan harimau Sumatra.

Selain langkah-langkah perlindungan, kebun binatang juga bekerja sama dengan berbagai organisasi konservasi internasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelangsungan hidup spesies ini.

“Melalui pembiakan dan upaya konservasi, kami berharap dapat membantu mencegah kepunahan harimau Sumatra,” tambah Łysek, dikutip dari Associated Press.

3. Rencana masa depan dan pemberian nama

Meski baru saja merayakan kelahiran ini, masa depan keempat anak harimau masih dipertimbangkan. Mereka perlu tumbuh lebih besar dan sehat sebelum keputusan tentang penempatan mereka di kebun binatang lain dapat dibuat.

"Kami belum menentukan di mana mereka akan ditempatkan nantinya, namun kami akan mempertimbangkan setiap opsi yang terbaik bagi kesejahteraan mereka," jelas Łysek.

Untuk saat ini, anak-anak harimau tersebut belum diberi nama. Pihak kebun binatang berencana mengadakan kompetisi untuk melibatkan pengunjung dan penggemar dalam pemilihan nama.

"Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk merasa lebih terlibat dalam perjalanan hidup mereka," tambah Kmiecik, dikutip dari ABC News.

Dengan kelahiran empat harimau, harapan akan masa depan spesies yang terancam punah tersebut menjadi sedikit lebih cerah. Upaya konservasi dan pembiakan terus menjadi prioritas, bukan hanya di Wrocław Zoo, tetapi juga di seluruh dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sanggar Sukma Sijati
EditorSanggar Sukma Sijati
Follow Us

Latest in News

See More

Peminat PTKIN Bertambah, Kemenag Ingin Jadikan Magnet Pendidikan Islam

05 Apr 2026, 08:18 WIBNews