Kolombia Naikkan Tarif 100 Persen Barang Impor asal Ekuador

- Kolombia menaikkan tarif impor barang asal Ekuador dari 30 persen menjadi 100 persen sebagai respons atas kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Ekuador terhadap produk Kolombia.
- Hubungan diplomatik kedua negara memanas setelah saling memanggil duta besar, disertai tudingan terkait kurangnya kerja sama dalam pemberantasan penyelundupan narkoba.
- Kebijakan tarif baru ini berpotensi mengguncang hubungan dagang besar antara Kolombia dan Ekuador, dengan nilai ekspor-impor miliaran dolar yang sebelumnya saling menguntungkan.
Jakarta, IDN Times - Kolombia mengatakan akan menaikkan tarif bea masuk barang impor asal Ekuador dari 30 persen menjadi 100 persen. Langkah ini sebagai balasan atas kenaikan tarif barang asal Kolombia di Ekuador.
“Keputusan ini dibuat karena kami lelah dengan upaya diplomatik dan tetap membuka saluran dialog dengan pemerintah Ekuador dan berupaya menguntungkan kedua negara. Sayangnya, kami tidak mendapat respons positif,” tutur Menteri Perdagangan, Industri dan Pariwisata Kolombia, Diana Marcela Morales, dikutip dari EFE, Sabtu (11/4/2026).
Beberapa bulan terakhir, hubungan Kolombia dan Ekuador memanas imbas perang dagang. Kebijakan kenaikan tarif ditetapkan karena Ekuador menuding Kolombia tidak ikut membantu melawan penyelundupan narkoba.
1. Sebut keputusan Ekuador merugikan Kolombia
Morales mengungkapkan, Ekuador justru mengetatkan perdagangan di tengah negosiasi. Maka dari itu, Kolombia membalas dengan menyeimbangkan tarif agar tidak membuat rugi.
“Bagi Kolombia, keputusan Ekuador menyebabkan kondisi kompetisi ini tidak seimbang dan pasar kedua negara akan berujung negatif kepada produsen nasional yang harus bersaing di pasar negara tetangga,” ungkapnya.
Selain itu, Bogota berencana untuk menggugat tarif Quito di Comunidad Andina (CAN). Menurutnya, kebijakan Ekuador sudah melanggar Perjanjian Cartagena 1969 mengenai mekanisme integrasi regional.
2. Kolombia dan Ekuador saling tarik perwakilan
Presiden Kolombia, Gustavo Petro memutuskan untuk memanggil duta besar dari Quito. Langkah ini sebagai balasan atas keputusan Presiden Ekuador, Daniel Noboa untuk memanggil duta besar dari Bogota.
“Mari jelaskan di Ekuador bagaimana pengiriman kokain berasal dari perusahaan transportasi tersebut. Biarkan politikus Ekuador yang menjelaskan kenapa keamanan di pelabuhan buruk sehingga mereka menjadi pengekspor kokian terbesar di dunia,” ungkapnya, dilansir dari Colombia Reports.
Di sisi lain, Noboa menuding Kolombia tidak memiliki komitmen yang sama dengan Ekuador untuk melawan penyelundupan narkoba. Menurutnya, Ekuador sudah terdampak besar akibat perdagangan narkoba.
3. Kolombia dan Ekuador punya hubungan dagang besar
Selama ini, Kolombia dan Ekuador dikenal punya hubungan dagang besar dan solid. Penetapan tarif baru hingga 100 persen ini akan berdampak besar pada harga sejumlah produk di kedua negara.
Nilai ekspor dari Kolombia ke Ekuador mencapai 1,846 juta dolar AS (Rp31,5 triliun) pada 2025. Sedangkan import dari Ekuador mencapai 830,1 juta dolar AS (Rp14 triliun) sehingga menunjukkan Kolombia masih diuntungkan dari surplus dagang.

















