Diduga Bunuh Capres, Kolombia Tetapkan Pemimpin FARC sebagai Buron

- Pemerintah Kolombia menetapkan tujuh pemimpin Segunda Marquetalia sebagai buronan atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan eks capres Miguel Uribe Turbay pada Juni 2025.
- Kejaksaan menawarkan hadiah hingga Rp21 miliar bagi informasi penangkapan Ivan Marquez dan pemimpin pemberontak lain yang diduga merencanakan pembunuhan politikus sayap kanan tersebut.
- Jaksa Agung menyebut pembunuhan Uribe bagian dari operasi kriminal terstruktur yang melibatkan jaringan perkotaan dan kelompok gerilya Segunda Marquetalia, aktif kembali sejak menolak perjanjian damai tahun 2019.
Jakarta, IDN Times - Kolombia menginstruksikan penangkapan tujuh pemimpin pecahan FARC, Segunda Marquetalia. Keputusan ini menyusul dugaan keterlibatan pemimpin pemberontak itu terhadap pembunuhan eks calon presiden Miguel Uribe Turbay tahun lalu.
“Sebanyak tujuh pemimpin pemberontak Segunda Marquetalia masuk dalam buronan. Publik akan menerima hadiah jika bersedia memberikan informasi yang berujung pada penangkapan mereka,” ungkap Kepala Polisi Kolombia, William Rincon, dikutip dari EFE, Rabu (25/3/2026).
Insiden pembunuhan kepada Uribe Turbay terjadi pada Juni 2025. Cucu dari mantan Presiden Kolombia, Julio Cesar Turbay itu sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya tewas akibat luka tembak di kepala.
1. Beri hadiah Rp21 miliar untuk informasi penangkapan buronan
Kantor Kejaksaan Kolombia menawarkan hadiah sebesar 5 ribu juta peso Kolombia (Rp21 miliar) untuk penangkapan Luciano Marin Arango alias Ivan Marquez. Ia dikenal sebagai kepala negosiator FARC dengan pemerintah Kolombia pada 2019.
Selain itu, terdapat hadiah sebesar 4 ribu juta peso (Rp18 miliar) untuk informasi penangkapan Gener Garcia Molina alias Jhon 40 dan Jose Manuel Sierra Sabogai, alias Zarco Aldinever yang juga pemimpin dari pemberontak tersebut.
Di samping itu, masih ada empat pemimpin pemberontak lain yang masuk daftar buronan. Mereka diduga bersekongkol untuk merencanakan pembunuhan kepada politikus sayap kanan tersebut.
2. Pembunuhan Miguel Uribe hasil dari operasi kriminal
Jaksa Agung Kolombia, Luz Adriana Camargo mengatakan, pembunuhan Miguel Uribe bukan kasus tertentu, melainkan hasil dari operasi kriminal struktural. Aksi ini melibatkan jaringan kriminal di perkotaan dan kelompok pemberontak Segunda Marquetalia.
“Bukti menunjukkan bahwa pembunuhan didorong oleh keinginan dari petinggi pemberontak Segunda Marquetalia untuk mempengaruhi demokrasi dan proses politik di Kolombia. Ini adalah bukti-bukti yang sudah kami dapatkan,” ungkapnya.
Dilansir Colombia One, bukti-bukti tersebut didapat dari investigasi testimoni, penyadapan komunikasi, analisis geolokasi. Otoritas setempat juga sudah mengantongi rekaman dialog rencana pembunuhan.
3. Segunda Marquetalia kembali aktif sejak 2019
Segunda Marquetalia adalah kelompok gerilya pecahan dari FARC yang dipimpin Ivan Marquez. Ia memilih kembali memberontak dan menolak perjanjian damai usai dipersekusi pada masa pemerintahan eks Presiden Kolombia, Ivan Duque pada 2019.
Dilansir The Bogota Post, pasukan khusus Kolombia sudah mengejar Marquez di teritori Venezuela pada 2021. Ia dikabarkan sempat terluka dan tewas dalam pertempuran pada 2022, sebelum akhirnya muncul kembali dari rekaman video terbaru tahun 2014.



















