Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Komdigi Uji 14 Layanan Apple buat Keamanan Anak Digital, Termasuk Siri

Komdigi Uji 14 Layanan Apple buat Keamanan Anak Digital, Termasuk Siri
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (IDN Times/Misrohatun)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Komdigi memverifikasi 14 layanan digital Apple, termasuk Siri dan Apple TV, untuk memastikan kepatuhan terhadap PP TUNAS yang fokus pada pelindungan anak di ruang digital.
  • Pemerintah menargetkan verifikasi dokumen Apple rampung dalam satu bulan guna menentukan tingkat risiko tiap layanan serta memastikan fitur ramah anak sesuai regulasi nasional.
  • Apple menyatakan siap mengikuti evaluasi dan akan memperkuat fitur keamanan lewat pembaruan sistem akhir tahun, mencakup parental controls dan deteksi konten berbahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai memverifikasi 14 layanan digital milik Apple, untuk memastikan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

"Empat belas layanan dan fitur produk Apple telah disampaikan kepada kami," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, usai bertemu Apple Managing Director of Asia Pacific Mike Orgill di kantor Kementerian Komdigi, dikutip Jumat (3/7/2026).

1. Cakup Apple TV hingga Siri

Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Menkomdigi), Meutya Hafidz di acara Indonesia Summit 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Menkomdigi), Meutya Hafidz di acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Layanan yang diverifikasi mencakup berbagai produk dalam ekosistem Apple, antara lain iMessage, Safari, Siri, Apple Music, Apple TV, dan sejumlah layanan digital lainnya. Meutya mengatakan pemerintah menerapkan pendekatan berbasis risiko (risk-based approach), sehingga setiap layanan akan dinilai secara terpisah berdasarkan karakteristik, fitur, dan potensi risikonya terhadap anak.

"Kita harus jujur bahwa bagi Indonesia, bahkan dunia, perlindungan anak di ruang digital merupakan tantangan baru. Karena itu kami memilih pendekatan berbasis risiko, karena kami ingin sungguh-sungguh melindungi anak-anak Indonesia, tetapi pada saat yang sama tetap membuka ruang bagi inovasi teknologi dan investasi selama perusahaan menghormati hukum Indonesia serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak," kata dia.

2. Verifikasi dokumen Apple diklaim selesai sekitar satu bulan

Komdigi Uji 14 Layanan Apple buat Keamanan Anak Digital Termasuk Siri
berbagai produk Apple (unsplash.com/@slothxbear)

Menurut Komdigi, Indonesia memiliki sekitar 70 juta anak berusia di bawah 16 tahun, dan 85 juta anak di bawah 18 tahun. Kondisi itu menjadi dasar pemerintah memperkuat tata kelola platform digital melalui PP TUNAS.

Komdigi menargetkan proses verifikasi dokumen Apple selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar penetapan tingkat risiko masing-masing layanan sekaligus memastikan seluruh fitur yang beroperasi di Indonesia memenuhi prinsip pelindungan anak di ruang digital.

3. Apple bakal perkuat fitur keamanan melalui pembaruan sistem

ilustrasi logo Apple
ilustrasi logo Apple (unsplash.com/@boliviainteligente)

Dalam pertemuan tersebut, Apple menyatakan siap mengikuti proses evaluasi pemerintah. Managing Director Apple Asia Pacific Mike Orgill mengatakan Apple bakal memperkuat fitur keamanan melalui pembaruan sistem operasi pada akhir tahun ini, termasuk peningkatan parental controls, deteksi konten berbahaya seperti ketelanjangan, kekerasan, dan adegan berdarah (gore), serta penguatan Child Account yang memungkinkan orang tua mengawasi aktivitas digital anak.

"Kami percaya pelindungan anak merupakan prioritas utama. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Ibu Menteri Meutya dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital. Kami juga siap berdiskusi apabila masih terdapat pertanyaan selama proses evaluasi berlangsung," kata Mike Orgill.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More