Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kota Mana Paling Layak Huni di Dunia? Ini Peringkat Terbaru 2026

6 min read
Kota Mana Paling Layak Huni di Dunia? Ini Peringkat Terbaru 2026
ilustrasi kota New York, Amerika Serikat, perkotaan, gedung pencakar langit, kawasan bisnis (unsplash.com/Andrea Cau)
  • Canberra dinobatkan sebagai kota paling layak huni 2026 versi Oxford Economics dengan skor 100, didukung pendapatan tinggi, kesenjangan rendah, pekerjaan stabil, harapan hidup, serta fasilitas rekreasi dan budaya.

  • Eropa mendominasi 30 besar kualitas hidup, dengan Bergen di posisi kedua dan Grenoble ketiga; Singapura menjadi kota Asia tertinggi di peringkat ketiga, disusul Hsinchu dan Taipei.

  • Kekuatan ekonomi global tidak otomatis menjamin kualitas hidup: New York berada di peringkat 86, sementara mahalnya hunian menekan posisi Copenhagen dan Vancouver.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orang tentu ingin tinggal di kota yang menawarkan kehidupan nyaman, aman, dan memiliki fasilitas memadai. Namun, kualitas hidup di sebuah kota ternyata gak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan atau kemajuan ekonominya. Ketersediaan hunian dengan harga terjangkau, tingkat keamanan, harapan hidup, hingga akses terhadap fasilitas rekreasi juga memiliki peran penting.

Menariknya, kota dengan perekonomian terbesar di dunia belum tentu menjadi tempat paling ideal untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari pemeringkatan kota paling layak huni di dunia tahun 2026 yang dirilis melalui Global Cities Index 2026 oleh Oxford Economics. Lantas, kota mana saja yang berhasil masuk dalam daftar teratas dan apa yang membuatnya unggul?

  1. 1. Canberra menjadi kota paling layak huni di dunia

    ilustrasi Lake Burley Griffin at sunrise, Canberra, ibu kota Australia
    ilustrasi Lake Burley Griffin at sunrise, Canberra, ibu kota Australia (pexels.com/Warren Griffiths)

    Canberra, ibu kota Australia, berhasil menempati peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia pada 2026. Kota ini memperoleh skor sempurna, yaitu 100 poin, mengungguli ratusan kota lainnya yang masuk dalam penilaian Oxford Economics. Pencapaian tersebut didukung oleh kombinasi pendapatan masyarakat yang tinggi dan tingkat kesenjangan ekonomi yang relatif rendah. Kondisi ini membuat penduduk Canberra memiliki peluang lebih baik untuk menikmati kesejahteraan ekonomi secara merata.

    Salah satu faktor yang mendukung pencapaian Canberra adalah banyaknya lapangan pekerjaan pemerintahan dengan penghasilan stabil dan relatif tinggi. Selain itu, kota ini juga memiliki angka harapan hidup yang baik serta fasilitas rekreasi dan kebudayaan dalam jumlah memadai dibandingkan populasinya. Menariknya, Canberra hanya menempati peringkat ke-45 dalam pemeringkatan Global Cities Index secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa kota dengan kualitas hidup terbaik belum tentu menjadi kota dengan daya saing global tertinggi.

  2. 2. Kota-kota Eropa mendominasi daftar 30 besar

    ilustrasi kota Bergen di Norwegia, Eropa
    ilustrasi kota Bergen di Norwegia, Eropa (unsplash.com/Magnus Skaare)

    Eropa menjadi kawasan dengan jumlah kota terbanyak dalam daftar 30 kota paling layak huni di dunia tahun 2026. Bergen di Norwegia berhasil menempati posisi kedua dengan skor 94,3 poin, disusul Grenoble di Prancis dengan 90,8 poin. Sementara itu, Bern di Swiss memperoleh 89,8 poin dan Oslo di Norwegia mendapatkan 89,3 poin. Singapura menjadi satu-satunya kota Asia yang berhasil menembus tiga besar dengan skor 91,6 poin.

    Dominasi Eropa juga terlihat dari banyaknya kota Jerman yang berhasil masuk dalam daftar 21 besar. Dresden berada di posisi kedelapan dengan skor 88,5 poin, Berlin menempati posisi ke-15 dengan 87,7 poin, sedangkan Munich berada di posisi ke-16 dengan 87,3 poin. Ada pula Stuttgart di posisi ke-19 dan Freiburg im Breisgau di posisi ke-21. Swiss juga menunjukkan performa kuat melalui tiga kotanya, yaitu Bern, Basel, dan Zurich yang masing-masing menempati posisi kelima, ke-11, dan ke-14.

    Selain negara-negara tersebut, Italia turut menyumbangkan tiga kota dalam daftar 30 besar. Venice berada di posisi ke-20 dengan skor 86,3 poin, Padua menempati posisi ke-25 dengan 85,3 poin, dan Genoa berada di posisi ke-28 dengan 85,1 poin. Kota Eropa lainnya yang berhasil masuk dalam daftar antara lain Luxembourg City, Ghent, Paris, Linz, Prague, Antwerp, Valletta, dan Utrecht. Banyaknya kota Eropa dalam pemeringkatan ini memperlihatkan keunggulan kawasan tersebut dalam sejumlah aspek yang berkaitan dengan kenyamanan hidup penduduknya.

  3. 3. Singapura dan sejumlah kota Asia berhasil masuk 30 besar

    ilustrasi pedagang di Singapura, toko di Singapura, bisnis, usaha
    ilustrasi pedagang di Singapura, toko di Singapura, bisnis, usaha (pexels.com/David Gan)

    Meskipun Eropa mendominasi pemeringkatan, beberapa kota di luar kawasan tersebut juga menunjukkan performa yang mengesankan. Singapura menjadi kota Asia dengan posisi tertinggi karena berhasil menduduki peringkat ketiga dengan skor 91,6 poin. Pencapaian ini membuat Singapura menjadi salah satu kota dengan kualitas hidup terbaik di luar Eropa dan Australia. Posisi tersebut juga menunjukkan bahwa kota di kawasan Asia mampu bersaing dengan berbagai pusat perkotaan dunia.

    Selain Singapura, dua kota di Taiwan berhasil masuk dalam daftar 30 besar, yaitu Hsinchu dan Taipei. Hsinchu menempati posisi ke-24 dengan skor 85,3 poin, sedangkan Taipei berada di posisi ke-26 dengan 85,2 poin. Australia juga memiliki dua perwakilan, yakni Canberra yang berada di posisi pertama dan Sydney di posisi ke-17 dengan skor 87,2 poin. Kehadiran kota-kota tersebut memperlihatkan bahwa kualitas hidup yang tinggi dapat ditemukan di berbagai kawasan dunia dengan karakteristik perkotaan yang berbeda.

  4. 4. Kota-kota Amerika Serikat belum unggul dalam kualitas hidup

    ilustrasi kota Seattle, Amerika Serikat
    ilustrasi kota Seattle, Amerika Serikat (unsplash.com/Robert Ritchie)

    Amerika Serikat dikenal memiliki sejumlah kota dengan perekonomian besar dan daya saing global yang kuat. Namun, kondisi tersebut ternyata gak selalu sejalan dengan kualitas hidup penduduknya. Menurut penilaian Oxford Economics, kota-kota di Amerika Serikat umumnya memiliki performa baik dalam kategori ekonomi dan sumber daya manusia. Sebaliknya, kota-kota Eropa cenderung lebih unggul dalam aspek kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola pemerintahan.

    Salah satu contoh yang cukup menarik adalah New York. Meskipun berhasil menempati peringkat pertama dalam Global Cities Index secara keseluruhan, kota ini hanya berada di posisi ke-86 untuk kategori kualitas hidup. Tingginya biaya perumahan menjadi salah satu faktor yang menekan penilaian New York, meskipun kota tersebut memiliki pendapatan masyarakat tinggi serta akses luas terhadap fasilitas rekreasi dan kebudayaan. Artinya, kemajuan ekonomi sebuah kota belum tentu membuat kehidupan penduduknya terasa lebih nyaman.

    San Jose dan Seattle menjadi dua kota Amerika Serikat yang berhasil masuk dalam daftar 30 besar kualitas hidup. San Jose berada di posisi ke-13 dengan skor 87,9 poin, sedangkan Seattle menempati posisi ke-22 dengan 85,9 poin. Keduanya menjadi perwakilan Amerika Utara dalam kelompok kota dengan kualitas hidup terbaik tahun ini. Namun, jumlah tersebut masih jauh lebih sedikit dibandingkan kota-kota dari kawasan Eropa.

  5. 5. Biaya perumahan membuat beberapa kota populer tersingkir

    ilustrasi kota Copenhagen di Denmark, Eropa
    ilustrasi kota Copenhagen di Denmark, Eropa (unsplash.com/Evan Lee)

    Ada hal menarik lainnya dari pemeringkatan tahun 2026, yaitu sejumlah kota yang selama ini dikenal memiliki kualitas hidup tinggi ternyata gak berhasil masuk dalam daftar 30 besar. Copenhagen di Denmark menjadi salah satu contohnya. Kota ini menempati peringkat ke-18 dalam Global Cities Index secara keseluruhan, tapi hanya berada di posisi ke-160 untuk kategori kualitas hidup. Salah satu faktor yang memengaruhi penilaiannya adalah ketersediaan hunian yang terbatas dan biaya perumahan yang relatif mahal.

    Padahal, Copenhagen memiliki performa sangat baik dalam beberapa kategori lainnya. Kota ini berhasil menempati peringkat pertama dunia dalam aspek tata kelola pemerintahan serta menunjukkan hasil positif pada kategori lingkungan dan ekonomi. Namun, tingginya pengeluaran untuk tempat tinggal membuat kualitas hidup penduduknya mendapatkan penilaian berbeda. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa keterjangkauan hunian menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kenyamanan hidup di perkotaan.

    Vancouver di Kanada juga mengalami kondisi serupa. Kota ini berada di peringkat ke-24 dalam Global Cities Index secara keseluruhan, tapi hanya menempati posisi ke-215 dalam kategori kualitas hidup. Tingginya pengeluaran untuk perumahan menjadi faktor yang membebani penilaiannya, meskipun Vancouver memiliki fasilitas kegiatan luar ruangan yang menarik dan angka harapan hidup yang tinggi. Dengan demikian, fasilitas kota yang lengkap belum tentu cukup untuk mengimbangi persoalan biaya hidup, terutama ketika kebutuhan tempat tinggal menyerap sebagian besar pendapatan masyarakat.

    Pemeringkatan kota paling layak huni di dunia tahun 2026 memperlihatkan bahwa kualitas hidup memiliki banyak aspek yang perlu diperhatikan. Canberra berhasil menjadi juara berkat pendapatan masyarakat yang tinggi, kesenjangan ekonomi relatif rendah, serta dukungan fasilitas publik yang memadai. Sementara itu, dominasi kota-kota Eropa menunjukkan pentingnya keseimbangan antara kesejahteraan ekonomi, keterjangkauan hunian, dan kenyamanan lingkungan. Dari daftar tersebut, kamu bisa melihat bahwa kota yang benar-benar nyaman untuk ditinggali bukan selalu kota dengan perekonomian terbesar, melainkan kota yang mampu memberikan kehidupan berkualitas bagi penduduknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More