Massa Aksi di Gedung DPR Desak Pemerintah Keluar dari BoP-Batalkan ART

- Ratusan massa dari mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi di depan Gedung DPR RI menuntut pemerintah membatalkan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.
- Para demonstran juga mendesak Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) serta menolak rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza yang dianggap sebagai bentuk tunduk pada kepentingan asing.
- Aksi ini diinisiasi oleh 98 LSM dan 66 individu, termasuk akademisi dan aktivis, yang menilai kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran bertentangan dengan janji kedaulatan bangsa.
Jakarta, IDN Times - Sekelompok orang menggelar demo bertajuk Aksi Nasional Mahasiswa dan Masyarakat Sipil di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026) siang. Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, massa mulai berdatangan sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam aksi yang dihadiri ratusan orang ini, mereka mendesak agar pemerintah dan DPR membatalkan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS) serta keluar dari Board of Peace (BoP).
Peneliti Imparsial, Wira Dika Orizha Piliang mengkritisi keterlibatan Indonesia dalam BoP dan rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza. Menurutnya, pemerintahan Prabowo-Gibran secara terang-terangan menunjukkan watak sebagai boneka imperialis AS.
"Presiden Prabowo dengan senang hati tunduk pada tuntutan Trump untuk menetapkan. tarif dan negosiasi-negosiasi yang merugikan bangsa Indonesia. Tindakan menjijikkan Prabowo-Gibran berpuncak pada penandatanganan ART dan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dengan mengirimkan ribuan Pasukan TNI untuk menjadi International Stabilization Force," kata dia di lokasi.
Menurut Wira, sikap pemerintah saat ini tak berbanding terbalik dengan janji Prabowo tentang kedaulatan bangsa. Ia juga menyayangkan Pranowo justru memberikan stempel antek asing terhadap gerakan rakyat.
"Nyatanya, pemerintah hari ini justru bertindak nyata sebagai antek imperialisme Amerika Serikat," tegas dia.
Adapun gerakan ini diinisiasi oleh 98 lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan 66 individu yang berasal dari guru besar, akademisi, dan aktivis. Dalam aksi hari ini, mereka membawa berbagai spanduk dan poster yang menyentil kebijakan rezim Prabowo.
"Katanya Board of Peace kok malah perang? Ketika rakyatnya boikot Israel, presidennya malah melindungi keamanan Israel," bunyi sejumlah poster yang dibawa.



















