Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Tak Perlu Repot, Petugas Kawal Ketat Bagasi Koper Haji

Jemaah Tak Perlu Repot, Petugas Kawal Ketat Bagasi Koper Haji
Dua porter bandara terlihat bekerja memindahkan dan menyusun koper di dalam truk pengangkut (Dok. MCH 2026)
Intinya Sih
  • PPIH Arab Saudi memastikan keamanan koper jemaah haji dengan penjagaan 24 jam penuh sejak di bandara hingga tiba di hotel masing-masing.
  • Setiap koper dihitung, dicatat, dan diawasi ketat oleh tim bagasi untuk menjamin tidak ada barang yang tertinggal atau rusak selama proses distribusi.
  • Petugas menghadapi tantangan saat beberapa kloter mendarat bersamaan, namun tetap bekerja ekstra agar seluruh bagasi jemaah aman dan terdistribusi tepat waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Madinah, IDN Times - Setibanya di Tanah Suci, jemaah haji Indonesia tidak perlu lagi merasa khawatir atau repot memikirkan koper bawaan mereka. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh koper dan barang bawaan di bagasi dijaga ketat selama 24 jam penuh hingga didistribusikan dengan aman ke hotel masing-masing jemaah.

Dalam aturan penerbangan haji, jemaah hanya diperkenankan membawa tas kabin dan tas paspor ke dalam kabin pesawat. Sementara itu, koper besar diwajibkan masuk ke dalam bagasi pesawat setelah dititipkan kepada petugas sejak jemaah masuk ke asrama haji di Tanah Air. Koper-koper tersebut nantinya akan tiba bersamaan di hotel tempat jemaah menginap, baik di Madinah untuk kedatangan gelombang pertama, maupun di hotel Makkah untuk gelombang kedua.

1. Tim bekerja 24 jam non stop

Petugas Haji mengawasi proses pemindahan bagasi jamaah ke dalam truk pada malam hari dengan pengawasan ketat di area kargo.
Petugas Haji sedang memeriksa dan mengawasi proses pemindahan bagasi jamaah ke dalam truk di area kargo pada malam hari. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban pengiriman bagasi jamaah Haji. (Dok. MCH 2026)

Untuk memastikan keamanan seluruh barang tersebut dari pesawat hingga ke hotel, PPIH menyiagakan petugas khusus di area bagasi Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Penanggung Jawab Bagasi dari tugas fungsi transportasi Daerah Kerja (Daker) Bandara, Fitsa Baharuddin, menjelaskan bahwa timnya memberikan layanan nonstop 24 jam yang dibagi ke dalam tiga pembagian kerja. Masing-masing tim bertugas menjaga bagasi selama delapan jam setiap harinya.

Fitsa menegaskan bahwa semua barang yang masuk ke bagasi sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab pengawasan timnya.

“Tugas kami adalah menerima barang-barang bagasi berupa koper besar, ada juga koper kecil, kursi roda, tongkat juga ada. Semua barang-barang bagasi itu akan keluar dari gedung ini,” jelas Fitsa saat ditemui di gedung Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada Jumat (24/4/2026).

2. Bagasi yang datang dihitung, dicatat, dan diawasi sebelum diantar ke hotel jemaah

Dua porter bandara mengenakan rompi keselamatan kuning sedang menyusun koper di dalam truk pengangkut bagasi.
Dua porter bandara terlihat bekerja memindahkan dan menyusun koper di dalam truk pengangkut (Dok. MCH 2026)

Proses pengawasan dilakukan secara sigap. Setiap harinya, Fitsa bersama rekan-rekannya bergerak cepat memantau koper yang turun, menghitung jumlahnya secara presisi, dan memastikan tidak ada satu pun barang milik jemaah yang tertinggal.

“Kita monitor jumlahnya secara lengkap, kemudian kita serah terima dengan bagian distribusinya. Kemudian barang-barang itu akan didistribusikan di hotel,” lanjutnya mengurai alur kerja distribusi koper.

Selain menghitung kelengkapan, para petugas juga secara aktif memantau kinerja para porter bandara, atau yang biasa disebut ummal, saat memindahkan barang dari satu titik ke titik lainnya. Pengawasan langsung ini dilakukan untuk mencegah kerusakan koper akibat penanganan yang kasar. “Kita juga memonitor porter-porter atau yang di sini disebut sebagai ummal untuk lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru,” ujar Fitsa.

3. Tantangan saat jam sibuk bandara

Dua petugas berpakaian seragam krem dengan topi dan kacamata berdiri di area parkir dekat gedung bandara, salah satunya berbicara.
Fitsa Baharuddin, Tusi Transportasi bagian bagasi, Daker Bandara.

Meski alur kerja telah tertata, dinamika pendaratan pesawat di lapangan tetap menghadirkan tantangan tersendiri bagi para petugas. Fitsa mengungkapkan bahwa timnya harus bekerja jauh lebih ekstra dan teliti ketika ada jadwal pendaratan pesawat kelompok terbang (kloter) yang berlangsung secara bersamaan atau berdekatan.

Sebagai contoh, pada Kamis (23/4/2026) malam, terdapat empat kloter yang mendarat secara bersamaan di Bandara Madinah. Situasi tersebut menuntut para petugas bagasi untuk bergerak sigap menghitung dan memastikan kelengkapan barang ribuan jemaah sekaligus.

“Kendalanya itu ketika jadwal penerbangan bersamaan, kita agak kesulitan untuk menghitung barang-barang yang tiba,” ungkap Fitsa.

Kendati dihadapkan pada ritme kerja yang sangat padat, Fitsa dan seluruh tim bagasi Daker Bandara berkomitmen untuk terus bekerja secara maksimal demi melindungi barang bawaan tamu Allah.

“Mudah-mudahan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, semua jemaah bisa melaksanakan ibadah dengan baik,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Related Articles

See More