Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tentara AS Pakai Info Rahasia Pemerintah demi Menang Taruhan

Tentara AS Pakai Info Rahasia Pemerintah demi Menang Taruhan
potret tentara Amerika Serikat (pexels.com/George Pak)
Intinya Sih
  • Seorang tentara pasukan khusus AS bernama Gannon Ken Van Dyke diduga memakai info rahasia pemerintah untuk menang taruhan saham senilai Rp7 miliar di situs blockchain Polymarket.
  • Pihak berwenang menilai tindakan Dyke membahayakan keamanan nasional karena ia menyalahgunakan akses terhadap data operasi militer sensitif demi keuntungan pribadi.
  • Jaksa Agung AS menyebut Dyke terancam hukuman penjara hingga 60 tahun atas pelanggaran hukum dan kode etik militer terkait penggunaan ilegal informasi rahasia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Tentara Amerika Serikat diduga memakai data rahasia pemerintah untuk memenangi taruhan saham sebesar 409 ribu dolar AS atau Rp7 miliar. Menurut keterangan Kejaksaan AS pada Kamis (23/4/2026), aksi tersebut dilakukan di situs bernama Polymarket. 

Polymarket sendiri merupakan salah satu situs pasar taruhan berbasis teknologi blockchain tersbesar di dunia. Di situs ini, pengguna bisa membeli dan menjual saham berdasarkan hasil prediksi peristiwa yang terjadi di dunia nyata. Peristiwa itu mencakup berbagai topik, mulai dari politik (seperti pemilu), olahraga, ekonomi, hingga budaya populer.

Jika peristiwa tersebut benar-benar terjadi, maka harga saham yang dibeli pengguna akan naik. Begitu pula sebaliknya.

1. Terduga merupakan anggota pasukan khusus AS

Pasukan khusus Amerika Serikat.
ilustrasi pasukan khusus Amerika Serikat (unsplash.com/Daniel)

Lebih lanjut, tentara tersebut dikabarkan bernama Gannon Ken Van Dyke. Dyke bergabung dengan militer AS pada 2003. Ia merupakan salah satu anggota pasukan khusus AS yang terlibat dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bersama sang istri, Cilia Flores, di Ibu Kota Caracas pada Januari 2026 lalu. 

Kejaksaan AS menjelaskan, Dyke diduga dengan sengaja menggunakan statusnya sebagai pasukan khusus AS untuk mengakses info rahasia pemerintah soal penangkapan Maduro. Info rahasia tersebut lantas digunakan untuk memenangi taruhan saham senilai Rp7 miliar di Polymarket.

2. Kelakuan Dyke dianggap mengancam keamanan nasional

Ilustrasi keamanan nasional.
ilustrasi keamanan nasional (pexels.com/Markus Winkler)

Menurut Ketua The Commodity Futures Trading Commission, Michael Selig, tindakan yang dilakukan Dyke sebagai prajurit AS sama sekali tidak bisa dibenarkan. Sebab, menggunakan info rahasia pemerintah untuk keuntungan pribadi bisa membahayakan keamanan nasional. 

“Terdakwa dipercayakan dengan informasi rahasia tentang operasi AS. Namun, ia melakukan tindakan yang membahayakan keamanan nasional AS dan menempatkan nyawa anggota militer AS dalam bahaya,” kata Selig, seperti dilansir Times of Israel.

3. Dyke terancam hukuman penjara selama maksimal 60 tahun

Orang sedang berada di penjara.
ilustrasi hukuman penjara (pexels.com/RDNE Stock project)

Menurut Jaksa Agung AS, Jay Clayton, Dyke bisa dihukum penjara selama maksimal 60 tahun jika dirinya terbukti bersalah. Sebab, tentara yang kini berusia 38 tahun itu menggunakan informasi rahasia pemerintah secara ilegal hanya untuk keuntungan pribadi. Ini merupakan pelanggaran keras terhadap aturan hukum dan kode etik pasukan militer di Negeri Paman Sam.

“Pasar prediksi bukanlah tempat berlindung untuk menggunakan informasi rahasia atau terklasifikasi yang disalahgunakan untuk keuntungan pribadi," kata Clayton dilansir New York Post.

"Terdakwa diduga melanggar kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh Pemerintah Amerika Serikat dengan menggunakan informasi rahasia tentang operasi militer sensitif untuk memasang taruhan pada waktu dan hasil operasi tersebut, semuanya digunakan untuk mendapatkan keuntungan,” lanjutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More