Mengenal USS Tripoli yang Mengangkut Ribuan Pasukan Marinir AS ke Timur Tengah

- Amerika Serikat mengerahkan kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) beserta gugus tempurnya ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Iran.
- Sekitar 2.500 Marinir AS dari Unit Ekspedisi ke-31 berbasis Okinawa ikut dikerahkan menggunakan USS Tripoli untuk memperkuat operasi di kawasan tersebut.
- USS Tripoli membawa armada udara termasuk jet tempur F-35B dan helikopter serang, menjadikannya kapal andalan dalam operasi pendaratan dan dukungan amfibi.
Amerika Serikat (AS) dikabarkan sedang mengerahkan kapal serbu amfibi modern USS Tripoli (LHA-7) yang membawa ribuan pasukan Marinir AS yang terbagi di sejumlah kapal perang lainnya yang menjadi bagian gugus tempur USS Tripoli untuk menuju ke Timur Tengah.
Sebagaimana dilansir kantor berita Jepang NHK World Japan, Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat (13/3/2026), Departemen Pertahanan AS mengerahkan Marinir dan kapal perang tambahan ke Timur Tengah karena militer Iran meningkatkan serangan di Selat Hormuz. Disebutkan bahwa Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, telah menyetujui permintaan dari Komando Pusat AS wilayah Timur Tengah.
Hal tersebut menandai sebuah eskalasi baru terhadap konflik militer besar yang tengah terjadi antara Israel dan AS dengan Iran yang telah memasuki pekan kedua, terlebih pada hari Sabtu lalu (15/3/2026), melalui media sosialnya Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa militer AS telah melakukan pengeboman terdahsyat dalam sejarah Timur Tengah terhadap target militer di Pulau Kharg, yang terdapat fasilitas kilang minyak terpenting Iran untuk ekspor minyaknya.
1. Kapal serbu amfibi modern milik Angkatan Laut AS
USS Tripoli (LHA-7) adalah kapal serbu amfibi modern milik US Navy (AL AS). Menurut laman Us Carriers, USS Tripoli adalah kapal serbu amfibi kelas Amerika (America Class) kedua AL AS dan merupakan kapal ketiga di AL AS yang memakai nama USS Tripoli. Kapal ini mulai dibangun pada tahun 2014 oleh pabrikan Huntington Ingalls Industries, diluncurkan pada tahun 2017 dan memasuki dinas resmi di AL AS pada tahun 2020 silam.
USS Tripoli memiliki dimensi panjang 257 m dan bobot muatan penuh (displacement) sekitar 44.971 ton. Penamaan kapal serbu amfibi ini diambil dari peristiwa pertempuran yang melibatkan pasukan Marinir AS dan sekitar 370 orang prajurit bayaran dalam pertempuran "Battle of Derna" melawan Ottoman Tripolitania di tahun 1805 yang dimenangkan oleh Marinir AS bersama prajurit bayaran yang dipimpinnya tersebut. Pertempuran tersebut merupakan intervensi militer ke luar negeri pertama dalam sejarah AS.
2. Membawa ribuan pasukan Marinir AS

Japan Today melansir, sekitar 2.500 pasukan Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang berbasis di Okinawa beserta kapal serbu amfibi USS Tripoli dan gugus tempurnya telah diperintahkan menuju Timur Tengah. Ribuan pasukan Marinir AS tersebut diangkut oleh USS Tripoli dan sejumlah kapal gugus tempurnya.
Menurut laman Britannica, United States Marine Corps (USMC) atau pasukan Marinir AS adalah salah satu satuan pasukan paling terkenal dalam tubuh militer AS. Dikenal dengan semboyannya dalam bahasa latin: Semper Fi yang memiliki arti "selalu setia", pasukan Marinir AS telah melakukan lebih dari 300 pendaratan di pantai musuh dan beraksi dalam setiap konflik militer besar yang melibatkan kekuatan laut AS sejak tahun 1775.
3. Memiliki kekuatan udara untuk dukungan operasi amfibi
USS Tripoli adalah kapal serbu amfibi yang sangat diandalkan oleh militer AS untuk operasi amfibi baik yang menggunakan kendaraan pendarat dari laut maupun via udara melalui helikopter. Kapal serbu amfibi ini memiliki unit aviasi tempur mandiri yang terdiri atas jet tempur, dan helikopter angkut pasukan serta helikopter serang yang dapat memberikan dukungan mandiri untuk operasi pendaratan yang dilakukan oleh pasukan Marinir AS.
Dilansir Military Watch Magazine, salah satu armada aviasi tempur yang dibawa oleh kapal serbu amfibi ini adalah jet tempur generasi kelima F-35 varian B milik skuadron tempur Marinir AS. Salah satu keunikan dari F-35 B ini adalah kemampuannya untuk melakukan lepas landas dan mendarat secara vertikal (VSTOL/Vertical and/or short take off landing). Sebagai informasi, terdapat 3 varian F-35, yakni: F-35A yang dioperasikan oleh AU AS untuk landasan konvensional, F-35 B dioperasikan oleh Marinir AS dan F-35C dioperasikan oleh AL AS dan Marinir AS untuk beroperasi dari kapal induk.


















