Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menggebu-gebu di WEF, Prabowo Bilang Mau Putus Rantai Kemiskinan RI

Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis.
Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis. (IDN Times/Alya Achyarini)
Intinya sih...
  • Prabowo Subianto berpidato di WEF 2026, memamerkan capaian perekonomian Indonesia dan program-program strategis seperti Danantara, MBG, Sekolah Rakyat, KDMP, hingga KNMP.
  • Prabowo bertekad memutus rantai kemiskinan dengan perbaikan kualitas SDM melalui program Sekolah Rakyat dan pembangunan sekolah asrama untuk kaum sangat miskin.
  • Indonesia mencatatkan penurunan tingkat kemiskinan sepanjang sejarah di masa pemerintahan Prabowo, dengan angka penduduk miskin sebanyak 23,85 juta orang atau setara 8,47 persen dari total populasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto berpidato sekitar 40 menit dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo memamerkan capaian perekonomian Indonesia, program-program strategis seperti Danantara, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Berbagai upaya yang dilakukan, terutama dari perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Sekolah Rakyat, menurutnya untuk memutus rantai kemiskinan.

“Biasanya anak-anak dari kelas atas, anak-anak dari orang kaya, bersekolah di sekolah asrama. Tapi sekarang saya membuat sekolah asrama untuk kaum sangat miskin,” kata Prabowo, yang berpidato menggebu-gebu.

Saat berpidato, Prabowo menyebut istilah-istilah yang kerap menjadi label untuk Indonesia, yakni negara dunia ketiga atau third world country dan juga global south. Istilah itu merujuk pada negara-negara berkembang, yang biasanya bekas jajahan kolonial.

Dia mengatakan, di negara-negara itu, yang menurutnya seperti Indonesia, lingkaran kemiskinan sulit dipatahkan.

“Biasanya di negara-negara seperti negara saya, negara-negara di belahan bumi selatan, negara-negara dunia ketiga, negara-negara yang baru keluar dari ratusan tahun penjajahan, biasanya anak seorang petani miskin akan tetap menjadi petani miskin. Anak seorang pemulung akan tetap menjadi pemulung,” tutur Prabowo.

Karena itu, Prabowo mengatakan, dirinya bertekad menghancurkan lingkaran atau rantai kemiskinan itu.

“Saya bertekad agar anak dari keluarga termiskin tidak boleh miskin. Mereka harus diberi kesempatan yang sama. Dan itulah mengapa saya telah membangun 166, dan saya akan membangun total 500 sekolah asrama,” tutur Prabowo.

Di masa pemerintahannya setahun ini, Prabowo memamerkan Indonesia mencatatkan penurunan tingkat kemiskinan sepanjang sejarah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Maret 2025, angka penduduk miskin Indonesia sebanyak 23,85 juta orang, atau setara 8,47 persen dari total populasi. Angka itu merupakan yang terendah dalam sejarah BPS.

Selain itu, Prabowo mengatakan, di sisa masa hidupnya, memberantas kemiskinan adalah misi hidupnya.

“Saya bertekad dalam empat tahun ke depan kita akan memberantas kemiskinan ekstrem, dan kita akan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan. Itulah misi saya dalam hidup. Itulah misi saya di sisa hidup saya,” ucap Prabowo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Cucun Dorong Transformasi Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

23 Jan 2026, 00:26 WIBNews