Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pakistan Luncurkan Serangan Udara di Afghanistan

Pakistan Luncurkan Serangan Udara di Afghanistan
potret bendera Pakistan (pexels.com/Azhaan Bashmil)
Intinya Sih
  • Pakistan melancarkan serangan udara besar di Kabul, Kandahar, dan Paktia yang menargetkan pasukan Taliban, menewaskan lebih dari seratus milisi termasuk beberapa komandan lapangan.
  • Pemerintah Pakistan menyebut aksi itu sebagai balasan atas serangan Afghanistan sehari sebelumnya yang menewaskan 10 tentara dan merebut sejumlah pos perbatasan.
  • Ketegangan kedua negara meningkat tajam sepanjang 2026 akibat sengketa wilayah dan tuduhan dukungan Afghanistan terhadap Taliban, meski upaya diplomasi sempat dilakukan Pakistan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pakistan dilaporkan melakukan serangan udara di kota-kota besar yang ada di Afghanistan, termasuk Ibu Kota Kabul, pada Jumat (27/2/2026) pagi waktu setempat. Serangan ini membuat konflik antara kedua negara kian memanas.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, langsung mendeklarasikan status “Perang terbuka” dengan Afghanistan usai melancarkan serangan tersebut. Sebab, Asif menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk melancarkan serangan balasan ke Afghanistan.

"Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang, ini adalah perang terbuka antara kami dan kalian," tulis Asif di media sosial, seperti dilansir CNA.

1. Serangan ditujukan kepada pasukan Taliban di Afghanistan

Seorang kakek sedang memegang senjata.
ilustrasi kelompok Taliban (unsplash.com/Hamayoon Pacha)

Menurut Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, serangan ini ditujukan kepada pasukan milisi Taliban yang ada di Kabul, Kandahar, dan Paktia. Sebab, markas mereka dilaporkan berada di ketiga wilayah tersebut.

Tarar mengklaim setidaknya 133 pasukan Taliban tewas dalam serangan ini. Angka tersebut mencakup sejumlah komandan lapangan yang diduga mendalangi serangan di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan beberapa hari yang lalu.

“Target pertahanan Taliban Afghanistan menjadi sasaran di Kabul, Provinsi Paktia, dan Kandahar," tulis Tarar di X.

2. Serangan bertujuan untuk membalas serangan Afghanistan

Bendera Afghanistan sedang berkibar.
potret bendera Afghanistan (unsplash.com/Farid Ershad)

Pemerintah Pakistan mengatakan, serangan ini merupakan balasan atas serangan yang dilakukan Afghanistan pada Kamis (26/2/2026). Saat itu, Afghanistan dilaporkan menyerang wilayah perbatasan dengan Pakistan. Usai melancarkan serangan tersebut, mereka berhasil menewaskan 10 pasukan Pakistan dan merebut 13 pos militer Pakistan di wilayah perbatasan.

Afghanistan mengklaim serangan yang dilakukan pada Kamis kemarin merupakan balasan atas serangan Pakistan pada Minggu (22/2/2026). Saat itu, pasukan Pakistan menyerang pasukan Afghanistan di wilayah perbatasan. 

Pakistan mengklaim berhasil membasmi 70 pasukan Afghanistan dalam serangan pada Minggu pekan lalu. Namun, Afghanistan membantah klaim tersebut. Mereka menambahkan bahwa sejumlah warga sipil juga menjadi korban dalam serangan tersebut.

3. Konflik Pakistan-Afghanistan memanas dalam beberapa bulan terakhir

Wilayah Pakistan dan Afghanistan.
peta wilayah Pakistan dan Afghanistan (pexels.com/Lara Jameson)

Selama beberapa bulan terakhir pada 2026 ini, konflik Pakistan dan Afghanistan kian memanas. Kedua negara saling melakukan serangan di daerah perbatasan hingga menewaskan puluhan jiwa.

Pakistan mengklaim mereka telah berupaya menempuh jalan damai dengan Afghanistan agar perang tidak terus terjadi. Langkah ini juga dilakukan agar situasi di perbatasan kembali stabil. 

Sayangnya, Afghanistan tidak kooperatif dan terus melakukan serangan-serangan ke pasukan Pakistan. Oleh karena itu, Pakistan tidak punya pilihan lain selain melakukan serangan balasan kepada mereka.

“Pakistan telah melakukan segala upaya untuk menjaga situasi tetap normal melalui cara langsung dan melalui negara-negara sahabat. Mereka terlibat dalam diplomasi penuh. Namun, Taliban menjadi proksi bagi India,” kata Asif dilansir Al Jazeera

Sebagai informasi, konflik yang terjadi antara Pakistan dan Afghanistan ini disebabkan oleh sengketa wilayah. Selain itu, konflik juga diperparah karena Pakistan menuduh Afghanistan mendukung kelompok Taliban dalam melakukan teror di Pakistan. Sebetulnya, Afghanistan telah membantah tuduhan tersebut. Namun, Pakistan tetap bersikukuh bahwa Afghanistan menjadi salah satu pendukung Taliban di belakang layar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More