Parlemen Hungaria Batalkan Rencana Keluar dari ICC

- Parlemen Hungaria resmi membatalkan rencana keluar dari ICC, membalikkan keputusan mantan PM Viktor Orban yang sempat menuai kontroversi internasional.
- Menteri Hukum Marta Gorog menegaskan langkah ini demi menjaga nilai keadilan, martabat kemanusiaan, serta kerja sama global dalam menjaga perdamaian.
- PM Peter Magyar berkomitmen memberantas korupsi dan mengusulkan batas masa jabatan delapan tahun bagi pejabat untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Jakarta, IDN Times - Parlemen Hungaria akan membatalkan rencana keluar dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Langkah ini untuk membatalkan keputusan dari mantan Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban.
Pada 2025, Orban secara tiba-tiba memutuskan untuk keluar dari keanggotaan ICC. Keputusan tersebut menjelang kunjungan PM Israel, Benjamin Netanyahu yang masuk dalam buronan ICC atas kejahatannya kemanusiaan di Gaza.
1. Hungaria percepat proses pengambilan keputusan soal ICC

Dalam proposal tersebut, Menteri Hukum Hungaria, Marta Gorog sudah mempublikasikan dalam lamannya soal menjaga keamanan dan perdamaian internasional. Maka dari itu, Hungaria harus tetap berada di dalam ICC.
“Rencana Undang-Undang (RUU) ini tidak hanya untuk mengubah keputusan sebelumnya yang berlawanan dengan nilai komunitas internasional, tapi juga deklarasi untuk mempertahankan nilai keadilan, harga diri kemanusiaan, dan kelanjutan kerja sama internasional,” terangnya, dikutip dari The Budapest Times, Kamis (28/5/2026).
2. ICC sambut baik keputusan Hungaria

Menanggapi keputusan ini, ICC mengapresiasi Hungaria yang tidak melanjutkan penarikan diri. Keputusan dari Orban tersebut sempat menimbulkan kontroversi karena partai oposisi Hungaria masih menginginkan negaranya bergabung dalam ICC.
Dilansir Euronews, ICC sudah dibentuk sejak 2002 dan mendapat dukungan dari 125 negara. Sejak didirikan, ICC sudah membuka lebih dari 30 kasus dugaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan, genosida, dan perlawanan terhadap administrasi hukum.
3. Magyar akan berantas korupsi dan tetapkan batas waktu jabatan

Perdana Menteri (PM) Hungaria, Peter Magyar mengungkapkan bahwa siapapun yang duduk di parlemen harus berusaha memenuhi janjinya dan berkontribusi pada seluruh negeri. Anggota parlemen tidak seharusnya untuk memperkaya diri sendiri.
“Ketika negara dalam bahaya, biarkan kami menyelamatkan dan mengontrolnya. Tidak seharusnya ada siapapun masuk politik, jika mereka hanya mau memperkaya diri mereka sendiri," terangnya.
Ia mengungkapkan bahwa kekuasaan lokal dan nasional harus ada batasnya tidak selamanya. Menurutnya, periode pemerintahan di Hungaria harus dibatasi hanya 8 tahun.
















