Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PBB Soroti Gagalnya Negosiasi AS-Iran soal Senjata Nuklir

PBB Soroti Gagalnya Negosiasi AS-Iran soal Senjata Nuklir
potret Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres (flickr.com/U.S. Mission Photo by Eric Bridiers via commons.wikimedia.org/U.S. Mission Photo by Eric Bridiers)
Intinya Sih
  • PBB menyoroti kegagalan negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, serta menyampaikan penyesalan mendalam karena konflik bersenjata akhirnya pecah di antara kedua negara.
  • Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran setelah negosiasi gagal, menghancurkan fasilitas publik dan menewaskan ratusan warga sipil termasuk anak-anak.
  • Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan tersebut, memicu masa berkabung nasional selama 40 hari di seluruh wilayah Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti gagalnya negosiasi yang dilakukan Amerika Serikat dan Iran soal program senjata nuklir. PBB menyampaikan penyesalan yang amat mendalam karena gagalnya negosiasi ini membuat perang harus pecah di antara kedua negara.

“Aku sangat menyesalkan bahwa kesempatan diplomasi (antara AS dan Iran) ini telah disia-siakan,” kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (1/3/2026).

Oleh karena itu, Guterres mendesak Negeri Paman Sam dan Iran untuk kembali ke meja perundingan. Sebab, jika perang terus terjadi, akan ada lebih banyak korban jiwa yang berjatuhan di antara kedua pihak. 

1. AS sebelumnya sudah bernegosiasi dengan Iran soal senjata nuklir

Upaya diplomasi.
ilustrasi upaya diplomasi (unsplash.com/Markus Winkler)

Sebelum serangan ini terjadi, AS sudah melakukan negosiasi dua arah dengan Iran. Negosiasi ini dilakukan agar Iran setuju untuk menghentikan program senjata nuklirnya. Sebab, AS tidak ingin negara mana pun, termasuk Iran, memiliki senjata nuklir. 

Namun, usai beberapa kali melakukan negosiasi, Iran tidak kunjung menuruti perintah AS. Oleh karena itu, Presiden AS, Donald Trump, memberikan waktu sekitar 10 sampai 15 kepada Iran untuk menyetujui penghentian program nuklir mereka. 

Jika dalam kurun waktu tersebut Iran tidak juga menuruti kemauan AS, Trump tidak akan segan-segan melakukan invasi militer ke Iran. “Aku rasa itu sudah cukup. Waktu 10 sampai 15 hari paling lama,” ujar Trump pada Februari 2026 lalu dilansir Al Jazeera.

2. AS dan Israel melakukan serangan ke Iran

Bendera Amerika Serikat dan Israel.
potret bendera Amerika Serikat dan Israel (pexels.com/www.kaboompics.com )

Namun, rupanya Iran tidak kunjung menurut perintah AS untuk menghentikan program senjata nuklirnya. Inilah yang kemudian membuat Trump murka dan melakukan serangan besar-besaran ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) kemarin.

Dalam melancarkan serangan ke Iran, AS dibantu pasukan militer Israel. Kedua negara tersebut sama-sama menggempur kota-kota besar di 24 provinsi yang ada di Iran, termasuk Teheran, melalui serangan udara.

Serangan ini merusak beberapa fasilitas publik yang ada di Iran. Salah satunya adalah Sekolah Dasar (SD) Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Serangan tersebut membuat bangunan sekolah hancur dan menewaskan sekitar 115 siswa di dalamnya.  

“Aku merasa seperti bisu. Aku tidak bisa berbicara. Anda bisa mendengar suara anak-anak menangis dan menjerit,” jelas seorang staf SD Shajareh Tayyebeh yang tidak disebut namanya kepada The Middle East Eye menjelaskan situasi usai terjadi serangan.   

3. Pemimpin tertinggi Iran tewas akibat serangan AS

Ayatollah Ali Khamenei sedang melambaikan tangan.
potret Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (commons.wikimedia.org/Mahmoud Hosseini)

Serangan ini juga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh media nasional Iran. Konfirmasi ini diberikan usai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Trump berulang kali mengklaim kematian Khamenei kepada publik.

Khamenei sendiri tewas usai AS dan Israel menyerang komplek perumahannya di Ibu Kota Teheran. Dalam foto citra satelit yang beredar di internet, terlihat rumah Khamenei dipenuhi kepulan asap usai serangan terjadi. Dalam foto tersebut, rumah Khamenei juga terlihat mengalami kerusakan yang cukup masif. 

Imbas kematian Khamenei, Pemerintah Iran mengumumkan situasi berkabung di seluruh negeri selama 40 hari. Ini dilakukan untuk menghormati Khamenei yang sudah banyak berjasa membangun negeri.

Sebagai informasi, sejauh ini, korban tewas imbas serangan AS-Israel di Iran sudah mencapai 201 orang. Jumlah ini bisa meningkat jika serangan terus terjadi.

Sumber

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More