- Unduh & Registrasi: Instal aplikasi Nusuk di ponsel cerdas Anda. Lakukan pendaftaran dengan memasukkan kelengkapan data diri berupa nomor paspor, nomor visa, dan tanggal lahir.
- Booking Jadwal (Permit): Di halaman utama, pilih menu "Praying in Noble Raudah". Tentukan tanggal dan jam kunjungan yang tersedia, lalu lakukan konfirmasi.
- Standby di Lokasi: Datanglah ke Masjid Nabawi sesuai jadwal yang telah dipesan. Menujulah ke pintu yang ditentukan (Pintu 37 untuk pria atau Pintu 25 untuk wanita).
- Pemeriksaan & Scan Barcode: Saat tiba giliran pemeriksaan, tunjukkan barcode permit yang ada di aplikasi Nusuk kepada askar. Petugas akan melakukan scan barcode tersebut sebagai tanda validasi.
- Beribadah: Jemaah dipersilakan masuk untuk melaksanakan salat sunah di Raudah, yang kemudian dilanjutkan dengan berziarah melintasi makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab.
Persiapkan! Cara Praktis Daftar Masuk Raudah via Nusuk

- Otoritas Arab Saudi mewajibkan seluruh jemaah haji dan umrah menggunakan aplikasi Nusuk sebagai syarat resmi untuk masuk ke area Raudah di Masjid Nabawi.
- Akses ke Raudah dibagi ketat antara laki-laki dan perempuan dengan jadwal berbeda, serta waktu ibadah dibatasi sekitar 10 menit per kelompok demi menjaga kelancaran kunjungan.
- Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Nusuk dengan mengisi data diri, memilih jadwal kunjungan, lalu menunjukkan barcode permit kepada petugas sebelum beribadah di Raudah.
Madinah, IDN Times - Bagi jemaah haji maupun umrah dari seluruh dunia, beribadah di Raudah adalah salah satu momen spiritual yang paling dinanti. Namun, untuk menjaga ketertiban jutaan tamu Allah, otoritas Kerajaan Arab Saudi kini memberlakukan aturan tegas: seluruh jemaah diwajibkan menggunakan aplikasi Nusuk sebagai syarat mutlak untuk masuk ke Raudah.
Raudah, yang kerap dijuluki sebagai "taman surga" (Riyadhul Jannah), merupakan area istimewa di dalam Masjid Nabawi yang terletak tepat di antara bekas rumah (kini makam) Nabi Muhammad SAW dan mimbar beliau. Area yang ditandai dengan hamparan karpet berwarna hijau ini diyakini sebagai tempat yang sangat sakral dan mustajab untuk memanjatkan doa.
1. Jadwal laki-laki dan perempuan dipisah, waktu ibadah dibatasi 10 menit

Guna mengurai kepadatan, petugas Masjid Nabawi membagi akses masuk serta jadwal kunjungan secara ketat antara laki-laki dan perempuan. Jemaah laki-laki diinstruksikan untuk mengantre di depan Pintu 37, sedangkan Pintu 25 dikhususkan bagi jemaah perempuan.
Saat ini, jemaah perempuan mendapatkan alokasi waktu kunjungan selepas waktu Fajar (Subuh) hingga Zuhur, serta kembali dibuka selepas Isya hingga tengah malam. Sementara itu, jemaah laki-laki diizinkan masuk pada rentang waktu selepas Zuhur hingga Magrib.
Di lokasi, personel askar (kepolisian Arab Saudi) bersiaga penuh untuk memastikan alur jemaah berjalan lancar. Mengingat antrean jemaah yang mengular, waktu beribadah di dalam Raudah dibatasi hanya sekitar 10 menit per kelompok.
Setelah batas waktu habis, askar akan meminta jemaah untuk bergeser menuju area makam Nabi Muhammad SAW. Hal ini dilakukan agar jemaah di kelompok berikutnya bisa segera masuk. Setibanya di area makam, peziarah tidak diizinkan berhenti dan diminta untuk terus berjalan sambil memanjatkan selawat.
Meski durasinya singkat, momen tersebut tetap memberikan kesan emosional yang mendalam. "Alhamdulillah, bisa salat di taman surga dan ziarah ke makam Rasulullah untuk pertama kali," ungkap Fauzi, seorang jemaah asal Malaysia.
2. Cara praktis daftar masuk Raudah via Nusuk

Agar tidak kehilangan kesempatan berharga ini, jemaah diimbau untuk segera mengunduh aplikasi Nusuk (sebelumnya bernama Eatmarna) melalui Play Store atau Apple Store.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah mendaftar izin (permit) masuk Raudah:

















