Polandia Tuduh Rusia Lancarkan Serangan Siber Terbesar di Negaranya

- Polandia hampir alami pemadaman listrik massal akibat serangan siber yang berhasil digagalkan.
- Serangan siber terbesar di Polandia menyasar sistem energi dan terjadi dalam skala besar pada akhir 2025.
- Polandia menjadi negara utama sasaran serangan siber di Eropa, dengan lebih dari 3 ribu serangan pada awal 2026.
Jakarta, IDN Times - Polandia menuding Rusia sudah melancarkan serangan siber terbesar di negaranya. Serangan yang menyasar sistem jaringan listrik tersebut hampir mengakibatkan padamnya listrik di seluruh negeri.
“Polandia hampir terdampak pemadaman massal di seluruh negeri sebelum akhirnya serangan siber tersebut berhasil digagalkan,” kata Menteri Digital Polandia, Krzyztof Gawkowski, dikutip dari The Moscow Times, Kamis (15/1/2026).
Beberapa tahun terakhir, Polandia sudah serang jadi sasaran serangkaian serangan siber. Selain itu, terdapat upaya sabotase di Polandia karena menjadi akses utama bantuan senjata Barat ke Ukraina.
1. Terdapat upaya besar untuk meretas sistem energi Polandia
Menteri Energi Polandia, Milosz Motyka menyebut, insiden serangan siber terjadi pada akhir 2025. Serangan tersebut dilakukan dalam skala besar untuk meretas sistem energi Polandia.
“Pada akhir 2025, terdapat sebuah serangan skala besar untuk meretas sistem energi. Ini adalah serangan terbesar yang menyasar sistem jaringan listrik Polandia selama bertahun-tahun,” ungkapnya, dikutip dari Notes from Poland.
Serangan tersebut sudah ditemukan secara berulang kali dan menyasar ladang solar panel dan turbin angin. Selain itu, terdapat upaya untuk mengganggu komunikasi antara operator jaringan dan pembangkit listrik.
2. Polandia terdampak lebih dari 3 ribu serangan siber pada awal 2026

Menurut data dari Check Point, pemerintah Polandia sudah mendapatkan serangan siber besar pada pekan pertama 2026. Seluruh institusi pemerintahan Polandia rata-rata menerima 3.188 serangan.
Dilansir TVP World, Polandia berhasil menangkis 3.188 upaya serangan yang berarti lebih dari yang dilakukan Republik Ceko, Austria, dan Jerman. Jumlah serangan ini juga melampaui rekor serangan pada Oktober 2025 yang mencapai 2.500 serangan.
Sementara, skala serangan siber baru ini 120 persen lebih besar dibandingkan serangan besar di sektor energi. Dengan ini, Polandia menjadi negara utama sasaran serangan siber di Eropa.
3. Ukraina sebut Polandia menjadi sasaran utama sabotase Rusia

Pada Oktober, Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) mengungkapkan bahwa Rusia sudah menargetkan sabotase di Polandia. Moskow dituding sudah merekrut warga sipil dalam jumlah besar untuk mengeksekusi perintah intelijen Rusia di Polandia.
Sementara itu, mayoritas dari agen Kremlin di Polandia adalah warga Ukraina dan Belarus. Tak hanya menjadi informan informasi intelijen, mereka juga kerap melakukan sabotase, terutama pembakaran.


















