Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Populasi dengan Latar Belakang Migran di Korsel Capai 5,4 Persen

2 min read
Populasi dengan Latar Belakang Migran di Korsel Capai 5,4 Persen
potret bendera Korea Selatan (unsplash.com/Daniel Bernard)
  • Populasi berlatar belakang migran di Korea Selatan mencapai 2,81 juta orang pada 2025, setara 5,4 persen penduduk, meningkat 95 ribu orang atau 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Kelompok usia 30-an mendominasi populasi migran, sementara 81,9 persen berada pada usia produktif. Warga negara asing menjadi kelompok terbesar dengan 2,11 juta orang atau 75,1 persen.
  • Sebanyak 56 persen populasi migran tinggal di wilayah Seoul, Gyeonggi, dan Incheon. MODS memperkirakan jumlahnya naik menjadi 4,04 juta orang atau 8,1 persen pada 2042.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Populasi berlatar belakang migran di Korea Selatan (Korsel) mencapai 2,81 juta orang pada 2025, setara 5,4 persen dari total populasi negara tersebut yang berjumlah 51,82 juta jiwa. Menurut Kementerian Data dan Statistik Korsel (MODS) pada Senin (26/10/2026), angka itu meningkat 95 ribu orang atau 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

  1. 1. Penduduk usia 20-an dan 30-an mendominasi

    orang-orang menyeberangi jalan di Seoul
    potret orang-orang menyeberangi jalan di Seoul (pexels.com/Huy Phan)

    Dilansir Korea JoongAng Daily, penduduk berusia 30-an menjadi kelompok terbesar dalam populasi berlatar belakang migran, yakni 23,7 persen atau 667 ribu orang. Kelompok usia 20-an menyusul dengan 21,6 persen, sedangkan usia 40-an mencapai 15,6 persen.

    Penduduk usia produktif, yaitu 15 — 64 tahun, mencakup 81,9 persen atau sekitar 2,3 juta orang. Proporsi tersebut lebih tinggi 12,7 poin persentase dibandingkan penduduk usia produktif dalam populasi Korsel secara keseluruhan yang mencapai 69,2 persen.

    Penduduk berlatar belakang migran mencakup warga negara asing, warga yang memperoleh kewarganegaraan Korsel melalui naturalisasi atau pengakuan garis keturunan, imigran generasi kedua, warga keturunan Korea dari Pulau Sakhalin, serta pembelot Korea Utara dan anak-anak mereka.

  2. 2. Warga negara asing mencakup tiga perempat populasi

    pasar jajanan kaki lima di Seoul
    potret kerumunan melewati lapak jajanan kaki lima di Seoul (pexels.com/Huy Phan)

    Warga negara asing menjadi kelompok terbesar dalam populasi berlatar belakang migran, dengan 2,11 juta orang atau 75,1 persen. Imigran generasi kedua menyusul dengan 397 ribu orang atau 14,1 persen, sedangkan warga yang memperoleh kewarganegaraan melalui naturalisasi atau pengakuan garis keturunan berjumlah 256 ribu orang atau 9,1 persen.

    Berdasarkan pertambahan jumlah penduduk, kelompok usia 20-an mencatat kenaikan terbesar, yakni 36.461 orang dalam setahun. Kelompok usia 10 — 19 tahun menyusul dengan penambahan 25.120 orang, diikuti kelompok usia 40-an sebanyak 20.228 orang.

    Penduduk berlatar belakang migran mencakup 10 persen dari total penduduk Korsel berusia 20-an dan 9,5 persen dari penduduk berusia 30-an.

  3. 3. Wilayah Seoul dan sekitarnya menjadi tujuan utama

    Kota Seoul
    potret pemandangan Kota Seoul (pexels.com/Pincalo)

    Daerah Ibu Kota Nasional Seoul yang mencakup Seoul, Provinsi Gyeonggi, dan Incheon, menampung 56 persen populasi berlatar belakang migran. Provinsi Gyeonggi mempunyai proporsi terbesar, yakni 32,3 persen, disusul Seoul sebesar 17,1 persen dan Incheon sebesar 6,7 persen.

    Berdasarkan kota dan kabupaten, Kabupaten Yeongam di Provinsi Jeolla Selatan mencatat proporsi penduduk berlatar belakang migran tertinggi, yaitu 22,7 persen dari total penduduknya. Kabupaten Eumseong di Provinsi Chungcheong Utara menyusul dengan 20,3 persen, sedangkan Kota Ansan di Gyeonggi mencapai 16,3 persen.

    MODS memperkirakan populasi berlatar belakang migran akan meningkat menjadi 4,04 juta orang pada 2042, atau setara 8,1 persen dari seluruh populasi Korsel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More