Kejar Target 2028, NASA Siapkan Dua Opsi Pendaratan di Bulan

NASA mempertahankan SpaceX dan Blue Origin sebagai dua opsi pendarat untuk menjaga target astronot mendarat di kutub selatan bulan pada 2028 serta mengantisipasi hambatan teknis dan rantai pasok.
Artemis III tahun depan akan menjadi latihan sandar wahana di orbit Bumi dengan empat astronot, melibatkan roket New Glenn, Starship, dan SLS sebelum keputusan penyedia pendarat dibuat.
Artemis IV menuntut peluncuran berat cepat, pengisian bahan bakar besar di orbit, dan pendaratan aman; SpaceX serta Blue Origin masih mengembangkan dan menguji infrastruktur masing-masing.
Jakarta, IDN Times – Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) Amerika Serikat (AS) mengubah strategi program Artemis dengan mempertahankan dua perusahaan penyedia pendarat bulan. Langkah ini diambil untuk menjaga target pendaratan astronaut di bulan pada 2028, sekaligus mengantisipasi gangguan rantai pasok maupun kendala teknis yang dapat menghambat misi Artemis IV ke kutub selatan bulan.
Sebelum misi tersebut, NASA akan menjalankan Artemis III pada tahun depan sebagai latihan sandar wahana selama dua minggu di orbit Bumi, bukan penerbangan langsung ke bulan. Misi ini melibatkan empat astronaut, yakni tiga dari AS dan satu dari Italia, yang dijadwalkan berangkat enam bulan setelah Artemis II membawa empat astronaut mengelilingi bulan.
1. NASA uji kemampuan sandar wahana di orbit Bumi

ilustrasi orbit bumi (pexels.com/NASA) Pelaksanaan Artemis III memerlukan tiga roket yang diluncurkan dalam rentang waktu berdekatan, yaitu New Glenn milik Blue Origin, Super Heavy-Starship milik SpaceX, dan Sistem Peluncuran Antariksa (Space Launch System atau SLS) milik NASA. Wahana Orion akan lebih dulu bersandar dengan Blue Moon Mark 1 pada jarak sekitar 270 mil untuk menguji sistem pendukung kehidupan dan komunikasi selama dua hari, sebelum melanjutkan latihan bersama Starship versi operasional tanpa kabin awak.
Manajer Program Artemis, Jeremy Parsons, menyampaikan bahwa NASA akan menunda penentuan penyedia pendarat hingga mendekati batas waktu yang memungkinkan.
“Kami bermaksud menunggu selama mungkin untuk membuat keputusan tentang penyedia mana yang pada akhirnya akan menyediakan [lander untuk membawa] astronaut Amerika pertama kembali ke bulan pada tahun 2028,” ujar Parsons, seraya menjelaskan bahwa tim khusus telah bekerja bersama kedua perusahaan untuk menyelaraskan seluruh tahapan misi, dikutip CBS News.
2. SpaceX dan Blue Origin siapkan arsitektur pendaratan berbeda

ilustrasi perusahaan SpaceX (pexels.com/SpaceX) NASA menyiapkan dua rancangan berbeda untuk mendukung Artemis IV. SpaceX merencanakan tiga varian Starship, yakni depot propelan, kapal tanker, dan pendarat, yang akan dikirim ke orbit rendah Bumi; sejumlah penerbangan tanker diperlukan untuk mengisi depot sebelum pendarat melanjutkan perjalanan menuju bulan. Adapun Blue Origin akan memakai roket New Glenn untuk meluncurkan tiga tahap transfer, kemudian mengandalkan Blue Moon Mark 2 untuk mendorong pendarat menuju orbit bulan, sementara roket SLS membawa Orion langsung ke satelit alami tersebut.
Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan strategi ini mengadopsi urgensi program Apollo untuk membangun pangkalan permanen di kutub selatan bulan.
“Apa yang sedang kami lakukan adalah ambisius,” ungkap Isaacman.
Ia menyoroti keputusan pada masa lalu telah menghabiskan waktu dan sumber daya, tetapi kendaraan yang tengah dikembangkan mitra industri dinilai sepadan dengan upaya tersebut agar program ini tak sekadar mengulang pencapaian berupa penancapan bendera dan jejak kaki dari era Apollo.
3. NASA hadapi tantangan teknis dalam pembangunan pangkalan bulan

ilustrasi ilmuwan NASA (pexels.com/Pixabay) Perdebatan politik mengenai pemilihan roket dan pendarat dinilai hanya menjadi bagian kecil dibandingkan pencapaian yang ingin diraih setelahnya. Sebagai persiapan pembangunan pangkalan awal, sejumlah pendarat robotik dijadwalkan menuju kutub selatan bulan pada akhir tahun ini, termasuk misi kedua dari perusahaan asal Pittsburgh yang akan membawa wahana penjelajah agar kendaraan bulan sudah tersedia saat para astronaut tiba.
Dilansir ABC News, astronaut Frank Rubio menyampaikan kepada Associated Press bahwa misi Artemis memiliki ambisi yang jauh melampaui penerbangan rutin pada era Apollo. Target pendaratan pada 2028 menuntut kemampuan meluncurkan roket pengangkut berat dalam waktu singkat, mengisi bahan bakar dalam jumlah besar di orbit, serta mendarat dengan aman di medan yang sulit.
Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, menyebut perusahaannya telah melakukan 13 uji terbang suborbital sejak 2023. SpaceX menargetkan penerbangan setiap minggu pada tahun depan serta demonstrasi pengisian bahan bakar skala besar pada awal tahun, sedangkan Blue Origin masih membenahi fasilitasnya setelah landasan peluncuran New Glenn mengalami ledakan pada Mei lalu; pembangunan landasan pengganti dipercepat dengan uji terbang kembali diperkirakan berlangsung pada akhir tahun ini atau awal 2027.






















