Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pramono: Sekolah Tetap Masuk Usai Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah

Pramono: Sekolah Tetap Masuk Usai Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah
Gubernur Pramono saat meninjau progres pembebasan lahan di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/). (Dok. Pemprov DKI)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kegiatan belajar di SDN 15 Srengseng Sawah tetap berlangsung setelah ancaman bom dinyatakan hoaks dan situasi sekolah aman.
  • Aparat gabungan dari Gegana, Densus 88, dan kepolisian melakukan penyisiran menyeluruh di area sekolah, memastikan tidak ada bahan peledak atau benda mencurigakan ditemukan.
  • Pelaku berinisial MY (34) telah ditangkap polisi dan mengaku mengirim ancaman bom hanya karena iseng, sementara penyelidikan motif masih terus didalami oleh Polda Metro Jaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, kegiatan belajar mengajar di SDN 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, tetap berjalan usai ancaman teror yang sempat menghebohkan sekolah tersebut pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). Pernyataan itu disampaikan Pramono usai situasi di lokasi dinyatakan aman oleh aparat.

Pramono mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak menerima informasi adanya ancaman di sekolah tersebut.

"Dan kami akan tetap meminta untuk orang yang melakukan teror menggunakan isu ini untuk didalami, dan mudah-mudahan apa ya itu tidak terjadilah, tetapi yang jelas kami minta untuk ini didalami," kata dia dikutip Selasa (14/7/2026).

1. Pengirim pesan klaim ada 11 titik bom di sekolah dasar itu

IMG-20260711-WA0006.jpg
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo meninjau pelayanan Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) /dok DPRD DKI

Meski sempat muncul pertanyaan mengenai kemungkinan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau peliburan sekolah, Pramono menjelaskan, Pemprov DKI memutuskan aktivitas belajar tetap berlangsung normal. Keputusan itu diambil setelah tim Gegana dan Densus 88 memastikan tidak ditemukan ancaman di lokasi.

Sebelumnya, ancaman bom diterima pihak SDN Srengseng Sawah 15 melalui pesan WhatsApp saat upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung. Pengirim pesan mengklaim telah menempatkan 11 bom di sejumlah titik di lingkungan sekolah.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat. Tim Gegana Brimob, Densus 88 Antiteror, dan unsur kepolisian melakukan penyisiran serta sterilisasi di area sekolah untuk memastikan keamanan.

Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan di lokasi. Meski begitu, kegiatan belajar mengajar sempat dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi selama proses penyisiran berlangsung.

2. Keselamatan semua warga sekolah jadi prioritas

Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di SD Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, usai sekolah menerima ancaman bom
Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di SD Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, usai sekolah menerima ancaman bom melalui WhatsApp, Senin (13/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pramono mengungkapkan, keselamatan siswa dan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas pemerintah. Namun, ia meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh aksi teror yang bertujuan menimbulkan kepanikan.

"Jadi jangan kemudian karena ini hari pertama ada yang nakut-nakutin terus kemudian kita semua takutlah begitu. Tapi kita tetap waspada untuk itu," kata dia.

3. Pelaku sudah ditangkap, motifnya iseng

ilustrasi bom (IDN Times/Novaya)
ilustrasi bom (IDN Times/Novaya)

Sebelumnya, aparat kepolisian bersama Densus 88, Gegana, dan sejumlah pihak melakukan sterilisasi di lingkungan sekolah setelah menerima laporan ancaman bom.

Polda Metro Jaya mengungkap motif sementara pelaku ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan. Pria berinisial MY (34) yang telah ditangkap mengaku mengirim ancaman tersebut hanya karena iseng.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin mengatakan, keterangan itu diperoleh dari pemeriksaan awal terhadap pelaku.

"Sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja," ujar Iman kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Meski demikian, kepolisian belum menghentikan penyelidikan. Polda Metro Jaya masih berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror Polri untuk mendalami motif dan latar belakang pelaku secara menyeluruh.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More