Rusia Peringatkan Diplomat Negara Lain Segera Tinggalkan Kiev

- Rusia memperingatkan diplomat asing dan organisasi internasional untuk segera meninggalkan Kiev, menyusul ancaman serangan balasan jika terjadi gangguan pada parade Hari Kemenangan.
- Uni Eropa menolak menarik diplomatnya dari Kiev, menilai ancaman Rusia sebagai taktik eskalatif dan menegaskan komitmen tetap hadir di Ukraina meski situasi memanas.
- Presiden Zelenskyy menolak gencatan senjata terbatas yang diajukan Rusia serta meminta pemimpin dunia tidak menghadiri parade Hari Kemenangan di Moskow karena dianggap tidak pantas di tengah perang.
Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Maria Zakharova mendesak perwakilan negara lain dan organisasi internasional mengevakuasi dari Kiev. Peringatan ini menyusul serangan balasan Rusia ke Ukraina jika ada gangguan dalam parade Hari Kemenangan.
“Kami mengumumkan agar perwakilan negara dan organisasi internasional di ibu kota Ukraina segera mengevakuasi terkait adanya kemungkinan serangan Rusia ke Ukraina menyusul rencana terorisme pada 9 Mei,” terangnya, dikutip dari The Moscow Times, Jumat (8/5/2026)
Sebelumnya, Rusia sudah menetapkan gencatan senjata singkat pada tanggal 8-9 Mei untuk memperingati Hari Kemenangan. Sedangkan, Ukraina sudah menetapkan sejak 6 Mei dan bersedia memperpanjang gencatan senjata.
1. Uni Eropa tidak akan evakuasi diplomat dari Kiev

Juru Bicara Komisi Eropa, Anouar El Anouni mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) tidak berencana menarik diplomat dari Kiev. Meskipun sudah mendengar ancaman dan kemungkinan serangan besar Rusia di ibu kota Ukraina.
“Biarkan kami menyuarakan posisi kami, ancaman Rusia ke Kiev adalah bagian dari taktik ceroboh dan justru meningkatkan eskalasi. Rusia sekali lagi mencoba menyalahkan Ukraina atas agresi yang dilakukannya sendiri,” katanya, dikutip dari Ukrinform.
El Anouni menyebut, Rusia tidak memiliki keinginan untuk gencatan senjata atau perdamaian. Maka dari itu, postur dari perwakilan UE di Kiev tidak akan dikurangi karena sudah menjadi realitas di Ukraina.
2. Zelenskyy sebut hanya ingin gencatan senjata untuk parade militer

Pada saat yang sama, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa gencatan senjata yang diusulkan Rusia hanya untuk parade militer Hari Kemenangan. Setelah itu, Moskow akan kembali membunuh.
“Mereka ingin Ukraina mengizinkan penyelenggaraan parade mereka. Maka mereka dapat berada di lapangan dengan aman untuk setahun sekali. Setelah itu, mereka akan kembali membunuh warga kami dan berperang,” ungkapnya, dilansir TVP World.
3. Ukraina tolak pemimpin negara yang hadir dalam Hari Kemenangan

Zelenskyy mendorong agar pemimpin negara lain tidak hadir dalam parade Hari Kemenangan di Moskow. Menurutnya, perayaan tersebut diselenggarakan di saat yang tidak tepat.
Pada tahun ini, Kremlin diketahui tidak memublikasikan perwakilan negara lain yang hadir dalam acara tersebut. Terdapat kemungkinan jumlah perwakilan negara lain berkurang di tengah ancaman serangan Ukraina.
Selain itu, Rusia tidak menghadirkan tank dan kendaraan lapis baja lain dalam parade militer tahun ini. Alhasil, ini menjadi parade Hari Kemenangan pertama tanpa tank sejak 2008.


















