Sampai Jumpa, Makkah! Layanan Haji Kini Fokus di Madinah

- Kloter terakhir jemaah haji Indonesia asal Ujung Pandang resmi meninggalkan Makkah menuju Madinah, menandai berakhirnya seluruh layanan PPIH Arab Saudi untuk fase kedua penyelenggaraan haji tahun ini.
- Hingga hari ke-62 operasional haji, sebanyak 135.872 jemaah atau sekitar dua pertiga total peserta telah tiba di Tanah Air, sementara sebagian lainnya masih melanjutkan ibadah Arbain di Madinah.
- Kemenhaj mengingatkan pentingnya disiplin dan kepatuhan bagi jemaah, termasuk menjaga kesehatan serta mematuhi aturan barang bawaan seperti larangan membawa air zamzam dalam koper atau tas kabin.
Makkah & Madinah, IDN Times — Kota Suci Makkah secara resmi telah menuntaskan pelayanan spiritualnya bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua tahun ini. Pada Senin (22/6/2026), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan haru melepas keberangkatan kelompok terbang (kloter) terakhir dari Makkah menuju Madinah. Momen perpisahan ini menandai babak akhir dari sebuah pengembaraan religius, di mana sebagian jemaah bersiap melaksanakan ibadah Arbain di Madinah, sementara ratusan ribu jemaah lainnya yang telah pulang dititipkan pesan besar untuk membangun peradaban di Tanah Air.
1. Perpisahan kloter penutup di Makkah

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, mengungkapkan bahwa kloter penutup yang meninggalkan Makkah adalah jemaah asal Embarkasi Ujung Pandang (UPG 43) dengan jumlah 245 orang. Proses pemberangkatan di hari Senin ini juga diikuti oleh sejumlah kloter lainnya, yakni BDJ 15, SUB 116, dan UPG 46.
"Dan insyaallah UPG-43 ini menjadi penutup dari seluruh kloter yang ada di fase ataupun gelombang kedua," ujar Ihsan Faisal di kawasan Misfalah, Makkah.
Keberangkatan kloter penutup ini sekaligus menuntaskan seluruh kewajiban layanan Daker Makkah bagi para jemaah haji tahun ini. Sesuai jadwal, pendorongan terakhir jemaah haji menuju Madinah dilakukan pada pukul 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS), yang kemudian disusul dengan penghentian layanan transportasi Bus Shalawat secara total pada pukul 12.00 WAS.
Ihsan sangat berharap momen perpisahan antara jemaah dan petugas dengan Kota Makkah ini dapat berjalan lancar dan meninggalkan memori yang indah. Harapan serupa juga dipanjatkan oleh Staf Teknis Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah, M Ilham Effendy.
"Atas nama petugas, kami mengucapkan selamat jalan kepada Bapak Ibu sekalian yang sesaat lagi akan meninggalkan Kota Suci Mekah al-Mukarramah menuju Kota Nabi Muhammad SAW di Madinah al-Munawarah," tutur Ilham. "Doa kita semua, semoga seluruh rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan selama berada di Kota Mekah diterima oleh Allah SWT dan Bapak Ibu semua menjadi haji dan hajah yang mabrur," imbuhnya.
2. Dua pertiga jemaah tiba di Tanah Air

Sementara sisa jemaah memupuk rindu pada Rasulullah di Madinah untuk ibadah Arbain (sembilan hari salat lima waktu di Masjid Nabawi), proses evakuasi kepulangan ke Indonesia telah mencapai angka yang masif. Hingga hari ke-62 operasional haji (atau hari ke-20 fase pemulangan) pada Minggu (21/6/2026), tercatat sebanyak 135.872 orang telah menjejakkan kaki di Tanah Air. Angka ini setara dengan 66 persen atau sekitar dua pertiga dari total keseluruhan jemaah dan petugas haji Indonesia.
Bagi ratusan ribu jemaah yang telah kembali memeluk keluarganya, Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menitipkan sebuah pesan perenungan yang sangat krusial. Ibadah haji bukanlah sekadar perjalanan untuk meraih gelar, melainkan madrasah spiritual untuk mencetak pahlawan-pahlawan kebaikan di tengah masyarakat.
“Kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan hendaknya menjadi bekal untuk menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat," pesan Maria. "Dari Tanah Suci untuk Negeri, membawa pulang kemabruran dan menebarkan manfaat bagi peradaban,” serunya
3. Disiplin adalah cerminan sikap mabrur

Cerminan kemabruran tidak hanya dinilai dari seberapa rajin seseorang beribadah, melainkan juga dari tingkat kedisiplinan dan kepatuhannya terhadap aturan bersama. Kemenhaj meminta para jemaah yang masih menunggu jadwal kepulangan agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan, mencukupi cairan, dan menakar aktivitas ibadahnya sesuai dengan kemampuan fisik.
Disiplin juga wajib diterapkan dalam manajemen barang bawaan jelang kembali ke Tanah Air. Jemaah diminta untuk proaktif mengamankan dokumen vital perjalanannya—seperti paspor dan boarding pass—serta tidak lupa mencantumkan identitas pada koper agar tidak tertukar.
Sebagai penutup, Maria dengan tegas melarang keras praktik kucing-kucingan terkait barang bawaan di dalam pesawat, mengingat hal itu berkaitan dengan prosedur keselamatan.
“Kami kembali mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing,” pungkasnya.


















