Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sempat Tertunda 2 Hari di Medan, 380 Jemaah SUB-16 Tiba di Madinah

Sempat Tertunda 2 Hari di Medan, 380 Jemaah SUB-16 Tiba di Madinah
Beberapa pesawat, termasuk milik Saudia, terlihat terparkir di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah (Dok. MCH 2026)
Intinya Sih
  • Sebanyak 380 jemaah haji kloter SUB 16 asal Embarkasi Surabaya akhirnya tiba di Madinah setelah tertunda dua hari di Medan akibat kendala teknis pesawat.
  • Pihak Saudia Airlines menjelaskan penundaan terjadi demi keselamatan penerbangan dan memberikan kompensasi penuh berupa penginapan, konsumsi, serta suvenir kepada seluruh jemaah.
  • PPIH Daker Bandara memastikan insiden ini tidak mengganggu kedatangan kloter lain dan seluruh jemaah tetap mendapat pelayanan serta haknya selama proses keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Madinah, IDN Times - Setelah melewati penantian panjang akibat kendala teknis pesawat, sebanyak 380 jemaah haji kelompok terbang (kloter) 16 asal Embarkasi Surabaya (SUB 16) akhirnya bernapas lega. Rombongan jemaah asal Kabupaten Malang ini tiba dengan selamat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada Selasa (28/4/2026) pagi.

Jemaah masuk melalui jalur Fast Track (Makkah Route) dan mendarat sekitar pukul 04.35 Waktu Arab Saudi (WAS). Sebelumnya, keberangkatan mereka menuju Tanah Suci terpaksa ditunda dan harus menjalani masa transit selama dua hari di Bandara Kualanamu, Medan.

1. Kesaksisan penumpang dievakuasi dari pesawat

Petugas PPIH menyambut jemaah haji SUB-16 yang baru tiba di Madinah, berbincang di area luar bandara pada malam hari.
Jemaah haji SUB-16 disambut petugas PPIH setibanya di Madinah

Ketua Kloter SUB 16, Damair, menceritakan detik-detik menegangkan saat penundaan terjadi. Jemaah sempat tertahan di dalam kabin pesawat selama lebih dari lima jam tanpa kepastian, yang memicu kepanikan.

"Walaupun emang sudah di pesawat mulai jam 10 pagi sampai jam 3 lewat, itu bukan waktu yang singkat sebetulnya. Itu sudah sangat lama. Akhirnya banyak yang panik," kenang Damair.

Setelah berkoordinasi, seluruh jemaah akhirnya dievakuasi turun dari pesawat. Berkat bantuan para tokoh dan ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) setempat, situasi dan kondisi psikologis jemaah berhasil ditenangkan.

"Walaupun waktu proses evakuasi itu lumayan makan waktu, tapi alhamdulillah sehat-sehat semua," imbuhnya.

Selama masa tunggu dua hari di Medan, pihak maskapai menanggung penuh kompensasi jemaah. Damair menyebutkan bahwa 380 jemaah disebar ke tiga hotel terdekat, yakni Travel Hub Hotel, Kuantan, dan Anara, lengkap dengan fasilitas konsumsi. Setibanya di Madinah, Damair memastikan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan sangat bahagia, meski sempat ada satu jemaah yang terjatuh saat turun di bandara namun sudah langsung ditangani oleh tim medis.

2. Penjelasan Saudia Airlines dan hak jemaah

Dua pria berdiri di area luar bandara saat senja, salah satunya mengenakan jas dan dasi, sementara yang lain memakai seragam krem dan topi hitam.
Supporting Operasional Haji Saudi Airlines Indonesia, Januardi Safri (kiri) dan Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir. (Dok. MCH 2026)

Supporting Operasional Haji Saudi Airlines Indonesia, Januardi Safri, mengonfirmasi bahwa penundaan murni disebabkan oleh faktor keselamatan penerbangan akibat kendala teknis.

"Terjadi technical issue terkait dengan penerbangan dengan pesawat. Tentunya untuk keselamatan penerbangan dan penumpang, Saudia tetap mengutamakan keselamatan penumpang sehingga harus dibutuhkan untuk pengecekan di pesawat," jelas Januardi.

Sebagai bentuk kompensasi dan permohonan maaf, pihak Saudia Airlines memberikan fasilitas penginapan, makan, minum, serta membagikan suvenir kepada jemaah SUB 16 setibanya di Madinah. Januardi juga menegaskan bahwa insiden ini tidak mengganggu jadwal kloter lain karena pihak maskapai langsung mendatangkan pesawat cadangan.

3. Tidak mengganggu kedatangan kloter lain

Rombongan jemaah haji asal Cimahi duduk di area kedatangan Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, dengan koper dan perlengkapan haji.
Rombongan Jemaah haji asal Cimahi (KJT-7) tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Senin (27/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, memastikan bahwa insiden penundaan SUB 16 tidak mengganggu ritme kedatangan jemaah haji kloter lainnya di Bandara Madinah.

"Selama ini tidak ada gangguan yang terasa ya. Semua jemaah juga kita layani dengan baik. Tadi sesaat setelah SUB 16 landing juga ada jemaah dari JKS yang landing, semuanya lancar terkendali dan tertib semua," terang Basir.

Pihak PPIH Daker Bandara beserta Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi ketat dengan Saudia Airlines selama masa penundaan untuk memastikan tidak ada jemaah yang telantar.

"Insya Allah semua jemaah mendapatkan hak-haknya dan selalu dilayani dengan baik oleh maskapai. Saat ini jemaah sedang proses pemberangkatan ke (hotel di) Madinah. Insya Allah semuanya dalam keadaan baik-baik saja," pungkas Basir.

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Related Articles

See More