Somaliland Bantah Bakal Tampung Warga Gaza Demi Pengakuan Israel

- Somaliland menolak tuduhan menerima pengungsi Gaza dan klaim Presiden Somalia
- Posisi geografis Somaliland strategis untuk Israel awasi kelompok Houthi di Yaman
- Israel menjadi negara PBB pertama yang akui kemerdekaan Somaliland setelah tiga dekade isolasi diplomatik
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Somaliland, pada Kamis (1/1/2026), membantah tuduhan yang menyebut pihaknya bersedia menampung pengungsi Palestina dari Jalur Gaza. Bantahan ini muncul usai Presiden Somalia menuding adanya kesepakatan rahasia di balik pengakuan kedaulatan Somaliland oleh Israel.
Kementerian Luar Negeri Somaliland menegaskan, hubungan mereka dengan Israel hanya sebatas diplomatik. Somaliland mengklaim isu tersebut adalah narasi bohong.
1. Somaliland dituding setuju menerima pengungsi dari Gaza

Sebelumnya, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, menuduh Somaliland menerima tiga syarat berat dari Israel. Syarat tersebut meliputi penampungan warga Palestina, izin pembangunan pangkalan militer di Teluk Aden, dan kewajiban bergabung dengan Abraham Accords.
Pemerintah di Hargeisa menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya untuk menyesatkan komunitas internasional. Mereka menilai narasi ini sengaja dihembuskan untuk merusak kemajuan diplomatik yang baru saja diraih Somaliland.
“Pemerintah Republik Somaliland dengan tegas menolak klaim palsu yang dibuat oleh Presiden Somalia mengenai pemukiman kembali warga Palestina atau pendirian pangkalan militer di Somaliland,” ungkap Kementerian Luar Negeri Somaliland, dilansir The Straits Times.
Somaliland menegaskan komitmennya terhadap stabilitas regional dan kerja sama internasional yang damai. Hubungan dengan Israel diklaim dijalankan dengan menghormati hukum internasional dan kedaulatan kedua belah pihak.
2. Posisi Somaliland strategis untuk mengawasi kelompok Houthi

Isu pangkalan militer Israel di Somaliland memicu kekhawatiran keamanan di kawasan Laut Merah. Posisi geografis Somaliland sangat strategis karena terletak di pintu gerbang Selat Bab el-Mandeb yang sibuk.
Analis menilai aliansi dengan Somaliland memang menguntungkan Israel untuk memantau aktivitas di Yaman. Wilayah ini berhadapan langsung dengan area yang dikuasai kelompok Houthi yang didukung Iran.
“Langkah itu bukan sekadar isyarat diplomatik, melainkan kedok untuk tujuan strategis Israel yang spesifik dan berisiko tinggi,” tutur Presiden Mohamud, dikutip Al Jazeera.
Situasi semakin memanas setelah pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, mengeluarkan ancaman terbuka. Ia menyatakan setiap kehadiran Israel di Somaliland akan dianggap sebagai target militer oleh pasukannya.
3. Israel jadi negara PBB pertama yang akui Somaliland

Israel menjadi negara anggota PBB pertama yang mengakui kemerdekaan Somaliland pada Desember lalu. Langkah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ini mengakhiri isolasi diplomatik Somaliland selama lebih dari tiga dekade.
Somaliland sendiri telah mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991 di tengah perang saudara. Wilayah ini memiliki pemerintahan, mata uang, dan militer sendiri meski tidak diakui dunia internasional sebelumnya.
Rumor mengenai pemindahan warga Gaza ke Afrika memang sempat beredar sepanjang tahun lalu. Laporan menyebutkan adanya pembicaraan rahasia antara Israel dengan beberapa negara, termasuk Somaliland dan Maroko.
Isu ini sempat dikaitkan dengan rencana lama untuk mengubah Gaza menjadi kawasan wisata pascaperang. Sebelumnya, pemerintah Somaliland sendiri tidak menyampingkan potensi kerja sama tersebut.


















