Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Spanyol Bersiap Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial

ilustrasi beberapa anak dibawah umur main media sosial (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi beberapa anak dibawah umur main media sosial (pexels.com/Kampus Production)
Intinya sih...
  • Pemerintah Spanyol siapkan paket kebijakan perlindungan anak.
  • Spanyol mengikuti langkah sejumlah negara lain.
  • Uni Eropa memperkuat aturan serupa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Spanyol tengah merancang kebijakan untuk menutup akses media sosial bagi anak berusia di bawah 16 tahun. Rencana tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Pedro Sánchez ketika berbicara dalam World Government Summit di Dubai pada Selasa (3/2/2026). Seluruh perusahaan platform digital nantinya diwajibkan menerapkan mekanisme pengecekan umur yang kuat dan tak sekadar berbentuk persetujuan simbolis.

Sánchez menilai ekosistem media sosial saat ini menyerupai wilayah tanpa kendali, tempat aturan kerap diabaikan dan berbagai pelanggaran dibiarkan terjadi.

“Hari ini anak-anak kita terpapar pada ruang yang tidak pernah dimaksudkan untuk mereka navigasi sendirian. Ruang kecanduan, pelecehan, pornografi, manipulasi, kekerasan. Kami tidak akan menerima itu lagi,” katanya, dikutip dari RTE.

1. Pemerintah siapkan paket kebijakan perlindungan anak

Bendera Spanyol
Bendera Spanyol (pexels.com/Jo Kassis)

Pemerintahan Spanyol berencana mengumumkan kebijakan pembatasan tersebut dalam beberapa hari ke depan melalui paket kebijakan yang terdiri atas lima langkah utama untuk melindungi anak di ruang digital.

Salah satu langkah terpenting adalah penyusunan rancangan undang-undang baru yang memungkinkan pimpinan perusahaan media sosial dimintai pertanggungjawaban pidana apabila gagal menghapus konten ilegal atau materi yang memuat kebencian. Usulan mengenai aturan tegas ini sebenarnya telah disampaikan Sánchez sejak tahun lalu, tetapi pemerintah koalisi yang dipimpinnya kerap menemui hambatan politik karena tak memiliki dukungan mayoritas di parlemen.

2. Spanyol mengikuti langkah sejumlah negara lain

Bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)
Bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Kebijakan yang sedang disiapkan Spanyol sejalan dengan langkah Australia yang lebih dahulu memberlakukan larangan nasional terhadap penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Regulasi tersebut mencakup berbagai platform besar, termasuk Facebook, Instagram, dan TikTok.

Otoritas pengawas internet Australia mengungkapkan bahwa perusahaan media sosial telah menutup sekitar 4,7 juta akun pengguna yang belum cukup umur sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan baru. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah anak yang dapat menembus pembatasan dengan berbagai cara.

3. Uni Eropa memperkuat aturan serupa

ilustrasi bendera Uni Eropa (pexels.com/Dušan Cvetanović)
ilustrasi bendera Uni Eropa (pexels.com/Dušan Cvetanović)

Di kawasan Uni Eropa (UE), dorongan untuk mengendalikan akses anak terhadap media sosial juga semakin menguat. Prancis telah menyetujui rancangan aturan yang melarang anak di bawah 15 tahun menggunakan platform digital tersebut, dan Presiden Emmanuel Macron meminta pembahasan dipercepat agar segera diproses di Senat.

“Karena otak anak-anak kita bukan untuk dijual — baik kepada platform Amerika maupun jaringan China. Karena mimpi mereka tidak boleh didikte oleh algoritma,” katanya, dikutip dari Euro News.

Langkah Spanyol menempatkan negara itu sejajar dengan Denmark, Yunani, Prancis, dan beberapa negara lain yang aktif mendorong regulasi lebih ketat di tingkat nasional maupun UE. Di Irlandia, Wakil Perdana Menteri Simon Harris menegaskan bahwa negaranya perlu menerapkan larangan serupa untuk pengguna di bawah 16 tahun serta menegakkan batas usia persetujuan digital sesuai Data Protection Act 2018 yang mewajibkan izin orang tua dalam pemrosesan data pribadi anak.

Dilansir dari Euractiv, Komisi Eropa sebelumnya telah menerbitkan pedoman berdasarkan Digital Services Act (DSA) yang membuka peluang bagi tiap negara anggota menetapkan batas usia minimum penggunaan media sosial. Saat ini lembaga tersebut tengah mengembangkan prototipe aplikasi verifikasi umur bersama sejumlah negara UE, termasuk Spanyol, untuk diterapkan secara lebih luas pada awal tahun depan, dengan tetap menekankan agar aturan nasional tak melampaui ketentuan yang digariskan DSA.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Perkuat Kedaulatan, Kanada dan Prancis Buka Konsulat di Greenland

07 Feb 2026, 10:10 WIBNews