Suami Wafat Usai 12 Tahun Menanti, Sunasih Berhaji Bawa Doa Khusus

- Sunasih, jemaah haji asal Indramayu, akhirnya tiba di Madinah setelah menanti 12 tahun untuk berhaji tanpa didampingi suaminya yang wafat pada 2025.
- Porsi haji mendiang suami Sunasih dialihkan kepada anaknya yang baru bisa berangkat lima tahun lagi, sementara Sunasih tetap bersyukur dan membawa doa khusus untuk almarhum.
- Sunasih berangkat bersama kakaknya, Tarwono, yang juga kehilangan pasangan hidup; keduanya saling menguatkan dalam perjalanan spiritual mereka di Tanah Suci.
Madinah, IDN Times – Perasaan campur aduk menyelimuti hati Sunasih, seorang jemaah haji asal Indramayu, setibanya di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Rabu, 22 April 2026.
Ia tak kuasa membendung rasa syukurnya, karena akhirnya bisa menunaikan rukun Islam kelima, meski harus menelan kenyataan berangkat tanpa didampingi mendiang suami tercinta.
1. Mendaftar haji bersama suami namun takdir berkehendak lain
Penantian panjang selama belasan tahun itu harus terhalang takdir perpisahan. Sunasih bercerita ia bersama suaminya telah mendaftar haji bersama-sama sejak 2013. Namun, hanya setahun menjelang waktu keberangkatan yang dinanti-nanti, sang suami mengembuskan napas terakhirnya pada 2025.
"Daftar haji 2013 bareng suami, tapi suami meninggal tahun kemarin," ungkap Sunasih, membagikan kisahnya setibanya di bandara.
2. Perasaan campur aduk
Porsi haji milik mendiang suaminya tersebut tidak hangus, tapi dilimpahkan (dibadalkan) sang anak. Meski demikian, Sunasih tetap harus berangkat lebih dulu, karena jadwal keberangkatan sang anak masih cukup lama.
"Digantikan oleh anak saya, tapi berangkatnya lima tahun lagi, berangkat bareng suaminya," ujarnya.
Meski harus melangkah di Tanah Suci tanpa kehadiran belahan jiwa, Sunasih tetap memanjatkan syukur yang mendalam. Ia bertekad tidak menyia-nyiakan momen ibadah ini, dan akan khusus mendoakan almarhum suaminya langsung dari Tanah Suci.
"Alhamdulillah, senang. Rasanya campur aduk," tutur Sunasih, menggambarkan suasana batinnya.
3. Kakak beradik bernasib serupa
Menariknya, dalam perjalanan spiritual yang penuh keharuan ini, Sunasih tidak benar-benar sendirian. Ia berangkat ke Tanah Suci bersama saudara kandungnya, Tarwono. Sama seperti Sunasih, Tarwono rupanya juga memendam kisah kehilangan yang serupa.
Tarwono yang mendaftar haji bersamaan dengan Sunasih pada 2013, juga harus merelakan kepergian sang istri yang wafat pada 2023.
"Daftar bareng Sunasih (2013), bareng istri juga, tapi meninggal tiga tahun yang lalu, dan sekarang digantikan anak," ungkap Tarwono.
Kini, kakak beradik asal Indramayu, Jawa Barat, tersebut saling menguatkan, dan mendampingi satu sama lain di Madinah, beribadah untuk menyempurnakan rukun Islam sekaligus mendoakan mendiang pasangan mereka masing-masing.

















