UNHCR: Konflik di Timur Tengah Paksa Ratusan Ribu Warga Mengungsi

- UNHCR melaporkan lebih dari 330 ribu warga di Timur Tengah terpaksa mengungsi akibat meningkatnya konflik dan serangan bersenjata di berbagai negara kawasan tersebut.
- Konflik besar terjadi di Iran dan Lebanon, dipicu serangan Amerika Serikat serta Israel yang menargetkan rezim Iran dan kelompok Hizbullah, menyebabkan ribuan korban jiwa dan pengungsian massal.
- Bentrokan antara Pakistan dan Afghanistan turut memperparah krisis kemanusiaan, dengan lebih dari seratus ribu warga kedua negara meninggalkan rumah demi mencari tempat aman.
Jakarta, IDN Times - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) menyebut eskalasi konflik di Kawasan Timur Tengah telah memaksa ratusan ribu warga di sana untuk mengungsi. Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Kamis (5/3/2026), UNHCR menyebut ada lebih dari 330 ribu warga yang terpaksa mengungsi karena konflik di Timur Tengah.
“Meningkatnya permusuhan di seluruh Timur Tengah telah memicu perpindahan penduduk yang signifikan. Secara keseluruhan, ada lebih dari 330.000 orang telah mengungsi secara paksa. Sebagian besar mengungsi di dalam negara mereka sendiri,” bunyi pernyataan resmi UNHCR yang dirilis di laman resminya.
1. Konflik terjadi di beberapa negara di Timur Tengah

Saat ini, Kawasan Timur Tengah memang sedang panas. Hal ini disebabkan konflik yang terjadi di beberapa negara di kawasan tersebut. Contohnya saja seperti di Iran.
Konflik di Iran pecah usai Amerika Serikat dan Israel menyerang mereka pada 28 Februari 2026 lalu. AS menyerang Iran karena mereka tidak kunjung mematuhi keinginan Trump untuk menghentikan program senjata nuklir. Sementara itu, Israel menyerang Iran karena ingin menumbangkan rezim Ayatollah Khamenei.
Menurut laporan Al Jazeera, serangan AS-Israel ke Iran kini dilaporkan sudah menewaskan lebih dari 1.000 orang. Selain itu, serangan kedua negara tersebut juga memaksa sekitar 100.000 warga Iran mengungsi guna mencari tempat yang lebih aman.
2. Konflik Timur Tengah juga terjadi di Lebanon

Selain di Iran, konflik di Timur Tengah juga terjadi di Lebanon. Konflik ini dipicu serangan Israel yang menargetkan kelompok milisi Hizbullah yang ada di sana. Beberapa waktu lalu, Israel melakukan serangan ke Lebanon karena Hizbullah diduga membantu Iran berperang melawan mereka dan AS.
Hingga saat ini, Israel masih menyerang Lebanon. Imbas serangan ini, korban jiwa terus berjatuhan. Kementerian Kesehatan Lebanon pada Kamis lalu melaporkan, jumlah korban tewas imbas serangan Israel sudah mencapai 102 orang. Sementara itu, jumlah korban luka sudah mencapai 638 orang.
Selain menimbulkan korban tewas, serangan Israel ini juga memaksa ratusan ribu warga Lebanon mengungsi. Menurut laporan UNHCR, sudah ada lebih dari 84 ribu warga Lebanon yang mengungsi di kamp pengungsian terdekat karena rumahnya hancur akibat serangan Israel. Semenetara itu, lebih dari 30 ribu warga Lebanon lainnya memutuskan mengungsi ke Suriah.
3. Konflik Pakistan-Afghanistan menambah jumlah warga Timur Tengah yang mengungsi

Konflik Pakistan dan Afghanistan juga menambah daftar warga Timur Tengah yang terpaksa mengungsi. Konflik Pakistan-Afghanistan sendiri dipicu oleh serangan udara besar-besaran yang dilakukan Pakistan ke beberapa wilayah di Afghanistan, seperti Kabul, Kandahar, dan Paktia, pada pekan lalu.
Menurut Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, serangan itu ditujukan kepada milisi Taliban yang ada di ketiga wilayah tadi. Juru Bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, mengklaim setidaknya 133 pasukan Taliban tewas dalam serangan tersebut. Sementara itu, 200 anggota Taliban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Imbas konflik ini, sekitar 3.000 warga Pakistan dan 115 ribu warga Afghanistan terpaksa mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman.
Sebagai informasi, konflik di Timur Tengah saat ini juga sudah menyebar ke beberapa negara, seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab. Ini terjadi karena Iran berupaya melakukan serangan balasan ke markas militer AS yang ada di negara-negara tersebut.
Menurut UNHCR, konflik yang terjadi antara Iran, AS, dan Israel ini juga akan menambah jumlah warga Timur Tengah yang mengungsi. Sebab, jika perang antara ketiga negara terus terjadi, Kawasan Timur Tengah menjadi semakin tidak aman sehingga memaksa warga mengungsi untuk mencari tempat aman.


















