Wamenag: Tak Ada Sweeping Tempat Makan Saat Ramadan!

- Orang yang tidak berpuasa harus menghormati mereka yang berpuasa
- Masyarakat sudah kondusif dan harus saling toleransi
- Jika masih ada sweeping, urusan hukum diserahkan ke polisi
Jakarta, IDN Times - Umat Islam mulai melaksanakan ibadah Ramadan di pertengahan pekan ini. Wakil Menteri Agama (Wameag) Romo Muhammad Syafi'i mengingatkan pentingnya toleransi dua arah. Umat Islam yang berpuasa diharapkan menghormati mereka yang tidak berkewajiban puasa, sehingga keberadaan fasilitas tempat makan tetap diperlukan.
"Artinya apa? Sedapat mungkin dibuatlah suasana yang menunjukkan penghormatan dari mereka yang tidak puasa kepada orang yang berpuasa. Tapi mungkin kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, ternyata kan enggak semua orang berpuasa, sehingga masih memungkinkan ada fasilitas-fasilitas yang masih terus bisa dinikmati oleh orang yang tidak puasa," ujar Romo Syafi'i di Jakarta, dikutip Rabu (18/2/2026).
1. Ingat, jangan ada sweeping

Oleh karena itu, orang yang kerap melakukan sweeping tempat makan yang buka di pagi atau siang hari diminta memahami, jangan sampai umat Islam berpuasa, semua pihak harus merasakan menahan lapar dan haus.
"Kan enggak mungkin gara-gara kita puasa semuanya harus merasakan puasa. Dalam arti yang enggak puasa pun karena keyakinan yang berbeda, harus tidak bisa makan, tidak bisa minum, dan sebagainya. Tapi harus dipertimbangkan para koridor membangun kebersamaan, membangun kekompakan, saling menghormati sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan-perbedaan," ucap dia.
2. Masyarakat kini sudah kondusif dan bisa saling toleransi

Romo Syafi'i mengingatkan, tindakan main hakim sendiri atau sweeping oleh ormas tidak boleh terjadi. Ia menilai, kondisi masyarakat saat ini sudah semakin kondusif dan saling menghargai.
"Enggak ada, enggak ada. Enggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa. Tapi bagi yang tidak berpuasa, ya memang kita enggak puasa tapi hormati dong orang yang puasa," kata dia.
3. Bila masih ada sweeping, Wamenag serahkan ke polisi

Mengenai aturan keamanan, Romo menyerahkan sepenuhnya kepada polisi karena sudah masuk ke ranah pidana. Sedangkan ranah Kemenag adalah pada aspek keagamaan.
Kita kan wilayah kita keagamaan. Kalau wilayahnya itu keamanan, pasti bukan wilayah Kementerian Agama. Itu ada institusi lain yang berwenang ke arah itu. Tapi kita melihat suasana hari ini kan semakin kondusif ya," imbuhnya.

















