Ceko Klaim Sudah Kirim 4,4 Juta Amunisi, Bantu Ukraina Lawan Rusia

- Republik Ceko sudah mengirim bantuan amunisi untuk Ukraina sejak dua tahun terakhir.
- Untuk mengirim bantuan tersebut, Ceko dibantu oleh Kementerian Pertahanan dan perusahaan pertahanan lokal.
- Perdana Menteri Ceko ingin menyudahi bantuan amunisi untuk Ukraina
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Republik Ceko mengklaim telah mengirim 4,4 juta amunisi kaliber untuk membantu pasukan Ukraina melawan Rusia. Presiden Ceko, Petr Pavel, mengatakan, bantuan tersebut diberikan berkat kerja sama Kementerian Pertahanan Ceko, perusahaan senjata lokal, dan pendanaan dari pihak asing.
"Sejak diluncurkan, inisiatif ini telah membawa sekitar 4,4 juta butir amunisi kaliber besar ke Ukraina. Tanpa cadangan amunisi ini, angkatan bersenjata Ukraina tidak dapat memimpin pertahanan secara efektif," kata Pavel dalam sebuah wawancara bersama media lokal Ceko, ODKRYTO, yang dirilis pada Senin (16/2/2026).
1. Republik Ceko sudah mengirim bantuan amunisi untuk Ukraina sejak dua tahun terakhir

Pemerintah Republik Ceko mengklaim sudah mengirim bantuan amunisi untuk ukraina sejak 2 tahun lalu. Untuk mengirim bantuan tersebut, Ceko dibantu oleh Kementerian Pertahanan dan sejumlah perusahaan pertahanan lokal.
Jadi, Pemerintah Ceko menugaskan Kementerian Pertahanan dan perusahaan militer untuk mencari amunisi berukuran 155 milimeter dan amunisi kaliber besar lainnya di berbagai negara di dunia. Setelah didapat, mereka langsung ditugaskan untuk mengirimnya ke Ukraina.
Dalam pernyataannya, Presiden Petr Pavel mengatakan, biaya pengiriman amunisi ke Ukraina dibantu oleh beberapa negara NATO, yakni Jerman, Prancis, Denmark, dan Belanda.
2. Perdana Menteri Ceko ingin menyudahi bantuan amunisi untuk Ukraina

Pemerintah Republik Ceko yang baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Andrej Babis dari Partai Populis ANO sebetulnya ingin menyudahi bantuan amunisi untuk Ukraina. Sebab, Babis dikabarkan pro-Rusia.
Kendati begitu, Presiden Petr Pavel tetap bersikukuh untuk terus memberi bantuan amunisi kepada Ukraina. Namun, Pavel menegaskan bahwa memang bantuan tersebut tidak akan didanai oleh negara. Sebab, Ceko mengandalkan bantuan dana dari pihak asing, terutama dari negara-negara NATO, agar bisa membeli amunisi dan mengirimnya ke Ukraina.
Negara-negara NATO dikabarkan sudah memberi bantuan dana miliaran euro untuk memberi bantuan amunisi kepada Ukraina. Namun, seorang pejabat NATO yang tidak disebut namanya pada pekan lalu mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang membutuhkan dana tambahan untuk memberi bantuan amunisi kepada Ukraina.
3. Negara NATO sedang gencar memberi bantuan senjata untuk Ukraina

Saat ini, negara-negara NATO memang sedang gencar memberi bantuan senjata untuk Ukraina. Pada Kamis (12/2/2026) lalu, Pemerintah Inggris mengatakan akan mengirim bantuan militer senilai 540 juta pound sterling atau Rp12,3 triliun untuk membantu pasukan Ukraina melawan Rusia.
Dalam pernyataannya, Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menjelaskan, bantuan tersebut berisi paket senjata lengkap. Paket senjata itu berisi 1.000 Rudal Multiguna Ringan (LMM), 1.200 rudal pertahanan udara, dan 200.000 butir amunisi artileri. Bantuan tersebut dikabarkan akan tiba di Ukraina pada pekan ini.
Healey mengatakan, semua senjata itu berguna untuk menangkal serangan drone dari Rusia. Apalagi, Ukraina saat ini juga sedang kekurangan senjata untuk melawan serangan pasukan Rusia yang kian meningkat.

















