Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Azure-shouldered Tanager, Punya Kebiasaan Unik setelah Makan! 

5 Fakta Azure-shouldered Tanager, Punya Kebiasaan Unik setelah Makan!
azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Francesca Veronesi)
Share Article

Burung biru cantik satu ini berasal dari Brazil, dikenal sebagai azure-shouldered tanager. Tapi, masyarakat lokal sering memanggilnya sebagai sanhaçu. Mereka berada dalam famili Thraupidae dan memiliki nama ilmiah Thraupis cyanoptera. Dilansir Animalia, burung ini banyak menghabiskan waktu di tanah, tapi mereka tidak bemigrasi, ya. Tubuhnya sepanjang 18 sentimeter dan seberat 41--46 gram. Jantan dan betina terlihat mirip, jadi cukup sulit untuk membedakannya.

Tubuhnya dominan warna biru, tapi bagian atas tubuh dan kepalanya abu-abu kebiruan. Area antara mata dan paruhnya berwarna lebih gelap. Sementara itu, sisi tubuhnya seperti gradisi kehijauan. Menariknya, penutup sayap atasnya punya warna ungu kebiruan yang mengkilap. Perlu kamu tahu bahwa warna burung muda tampak lebih kusam daripada burung dewasa. Setelah penjelasan tersebut, saatnya tahu bagaimana perilaku unik dari mereka melalui fakta di bawah ini.

1. Lebih suka berada di hutan pegunungan

azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Jairmoreirafotografia)
azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Jairmoreirafotografia)

Burung yang menghuni Hutan Atlantik di bagian tenggara Brasil ini menyebar dari tenggara Bahia, timur Minas Gerais dan Espirito Santo hingga bagian utara Rio Grande do Sul. Azure-shouldered tanager lebih suka hidup di hutan pegunungan yang lembap, hutan terbuka, hutan sekunder dan tepian hutan.

iNaturalist menginformasikan bahwa mereka juga pernah terlihat berada di kebun buah, tepatnya di Pulau Santa Catarina. Sementara di sisi pegunungan Serra do Mar yang menghadap ke Samudra Atlantik, azure-shouldered tanager bisa berada hingga ketinggian 1.600 meter. Tapi kebanyakan dari mereka hanya berada di ketinggian 1.200 meter.

2. Punya kebiasaan unik setelah makan

azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Dario Sanches)
azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Dario Sanches)

Menu makan azure-shouldered tanager memang didominasi buah-buahan, tapi mereka juga mengonsumsi bunga dan dedaunan. Seperti tanager lainnya, burung ini juga meninggalkan sebagian buah yang sudah dikunyahnya di bawah pohon. Jangan meragukan kemampuan makannya, mereka bahkan bisa menghancurkan buah yang lebih besar.

Karena pola makannya tersebut, azure-shouldered tanager punya peran penting dalam penyebaran biji buah-buahan yang telah dimakannya, khususnya E. umbelliflora. Burung ini cenderung membawa biji-bijian tersebut ke tempat yang memudahkan untuk perkecembahan sehingga kemungkinan biji hilang sangat rendah.

3. Tidak masalah berada dalam kelompok campuran

azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Carlos Eduardo Joos)
azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Carlos Eduardo Joos)

Saat mencari makan, azure-shouldered tanager sepertinya tidak masalah berada dalam kelompok campuran. Biasanya terdiri dari 15--20 burung. Perilaku makannya mirip seperti tanager sayaca, mencari makan di pepohonan tinggi, khususnya di cabang besar yang berlumut. Tapi, spesies ini cenderung bersikap agresif pada tanager sayaca, lho.

4. Vokalisasinya sangat khas

azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Ben Tavener)
azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Ben Tavener)

Panggilan yang disuarakan azure-shouldered tanager sangat beda dari spesies tanager Thraupis lainnya. Kicauannya diawali dengan rangkaian nada-nada lembut yang menenangkan. Kemudian dilanjutkan dengan nada 'jittle-jittle-jittle-jeeeyr-jurr' yang sangat merdu. Rangkaian itu biasanya diulang sebanyak dua hingga tiga kali.

Tidak hanya itu, ada juga vokalisasinya yang terdengar seperti 'drink-drink-jrr', 'look-hereee', dan 'right-hereee'. Sementara itu, nyanyiannya diakhiri dengan nada melambat tapi lebih melodis.

5. Musim kawinnya setelah musim kemarau

azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Nortondefeis)
azure-shouldered tanager (commons.m.wikimedia.org/Nortondefeis)

Sebenarnya, musim kawin azure-shouldered tanager tergantung pada wilayah yang dihuninya. Di Espirito Santa terjadi di bulan Oktober, sedangkan di Rio de Janeiro pada bulan September. Ketika membangun sarang, jantan dan betina bekerja sama untuk menyelesaikannya, biasanya terbuat dari rerumputan dan dibangun di ketinggian 10--12 meter.

Akan tetapi, mereka cukup fleksibel untuk lokasi pembangunan sarang sebab bisa membangunnya juga di area perkotaan. Setelah semua proses itu, betina bertelur 2 butir yang warnanya biru pucat. Sayangnya tidak ada informasi seberapa lama mereka mengerami telur-telurnya.

Ternyata, azure-shouldered tanager punya kebiasaan untuk meninggalkan sisa buah di bawah pohon. Melansir Data Zone Birdlife, pada tahun 1988--2016, burung ini diklasifikasikan sebagai near threatened oleh IUCN. Tapi, laporan terakhir di tahun 2024 menunjukkan perubahan signifikan sehingga diklasifikasikan sebagai least concern oleh IUCN.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More

5 Benda Absurd yang Pernah Dibawa NASA ke Luar Angkasa, Apa Saja?

25 Mei 2026, 20:05 WIBScience