Comscore Tracker

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!

Demi kesehatan yang lebih baik, kenapa tidak?

Apakah kamu perokok aktif? Berapa batang rokok yang kamu isap dalam sehari? Apakah kamu tetap aktif merokok saat pandemik COVID-19? Bila iya, pertimbangkan untuk segera berhenti, deh!

Pasalnya, menurut hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Adolescent Health, merokok (baik rokok konvensional maupun vape) meningkatkan risiko penularan COVID-19. Risiko penularan pengguna vape lima kali lebih besar ketimbang bukan perokok, sedangkan perokok konvensional berisiko tujuh kali lebih tinggi!

Selain itu, menurut sebuah studi dalam jurnal Tobacco Induced Diseases, merokok dapat membuat penderita COVID-19 mengalami gejala yang lebih buruk daripada pasien COVID-19 yang bukan perokok.

Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok terbanyak di antara negara-negara Asia Tenggara

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!unsplash.com/Brusk Dede

Berdasarkan laporan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) berjudul The Tobacco Control Atlas, jumlah perokok dewasa di Indonesia adalah 65 juta jiwa, dan 16 juta perokok anak-anak hingga remaja. Dengan tindakan pengendalian tembakau yang lemah, Indonesia adalah "favorit" industri rokok.

Melansir dari Siaran Pers Komnas Pengendalian Tembakau pada 15 September 2020 lalu, jumlah perokok di Indonesia saat ini sekitar 75 juta orang. Dalam rilis tersebut disebut juga bahwa menurut survei, responden memiliki pengeluaran tetap untuk membeli rokok semasa pandemik, bahkan meningkat sebanyak 13,1 persen.

Sementara itu, dari jumlah batang yang diisap, mayoritas responden yang merokok (50,2 persen) mengaku tetap merokok dan bahkan konsumsinya meningkat sebanyak 15,2 persen selama masa pandemik. Ironis bukan bahwa di masa pandemik seperti ini terjadi lonjakan jumlah perokok maupun peningkatan konsumsinya?

Melansir laman resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO), perokok memiliki risiko lebih besar terhadap infeksi COVID-10. Seperti yang kita ketahui, kebiasaan merokok memiliki berbagai macam risiko terhadap infeksi saluran pernapasan seseorang.

Kebanyakan perokok berpikir bahwa penularan coronavirus terjadi melalui udara dan bisa dari asap rokok yang mereka keluarkan. WHO sendiri belum memastikan kepastian tentang COVID-19 tertular secara airborne, tetapi kebiasaan merokokmu itulah yang bisa membuka jalan virus tersebut masuk ke dalam tubuhmu.

Merokok berarti merusak paru-paru, yang menyebabkan saluran pernapasan terganggu, bahkan dapat menimbulkan flek di dalam paru-paru. Ketika terjadi infeksi di dalam saluran pernapasanmu, hal ini dapat membuat antibodi kamu melemah. Jika antibodi kamu melemah, berhati-hatilah akan ancaman COVID-19. Hal ini berarti, ketika kamu merokok di masa pandemik ini, sama saja kamu membiarkan tubuhmu dimasuki COVID-19.

Maka dari itu, inilah saat yang tepat untuk berhenti merokok demi tubuh yang lebih sehat. Kamu bisa mencoba cara-cara berikut ini:

1. Langsung berhenti!

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!flickr.com/Marco Verch Professional Photographer

Banyak orang yang mengira bahwa merokok akan lebih mudah bila dilakukan secara bertahap. Namun, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford, Inggris, yang diterbitkan di Journal Annals of Internal Medicine, berhenti merokok secara mendadak ditemukan berpeluang untuk lebih berhasil.

Baca Juga: Penyataan WHO: Merokok Bisa Memperparah Infeksi COVID-19

2. Ajak pasangan

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!unsplash.com/taylor hernandez

Apa pun yang dilakukan secara bersama-sama tentunya lebih mudah, termasuk soal berhenti merokok.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal JAMA Internal Medicine, hampir 50 persen laki-laki bisa berhenti merokok jika pasangan mereka juga ikut berhenti, dibandingkan dengan 8 persen keberhasilan pada laki-laki yang pasangannya belum mau berhenti merokok.

Kalau pasanganmu juga merokok, ajak ia untuk keluar dari kebiasaan buruk tersebut.

3. Tekad kuat dan disiplin

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!pixabay.com/PublicDomainPictures

Penelitian menunjukkan, hanya sekitar 4-7 persen perokok dapat melakukannya tanpa bantuan tambahan. Cara terbaik untuk berhenti merokok dengan cara ini adalah siapkan mental, tekad, dan komitmen tinggi untuk berhenti. Kamu juga harus siap-siap untuk menghadapi gejala kecanduan.

Para anggota QuitSmokingCommunity.org menyarankan kamu minum air putih saat gejala timbul atau alihkan perhatian pada hal lain. Misalnya dengan melakukan hobi, olahraga, membersihkan rumah, dan lain sebagainya.

Tarik napas dalam-dalam secara perlahan dan kembali ingat tekad kamu untuk berhenti merokok dan berbagai alasannya. Kadang tak mudah, tapi percayalah bahwa perasaan tersebut akan berlalu.

Selain itu, pastikan untuk memberi tahu rencanamu untuk berhenti merokok ke orang-orang terdekat. Tujuannya agar mereka selalu menyemangatimu.

4. Terapi pengganti nikotin

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!commons.wikimedia.org

Sering kali terhentinya asupan nikotin membuat perokok merasa frustrasi dan tak jarang upaya berhenti merokok kandas di tengah jalan. Nah, terapi penggantian nikotin ini bisa menjadi solusi.

Nicotine replacement rherapy atau NRT adalah salah satu cara berhentu merokok dengan cara melepaskan nikotin dalam kadar rendah secara terus-menerus ke pembuluh darah. Unsur nikotin yang digunakan tidak mengandung tar, karbon monoksida, dan bahan kimia berbahaya lain sebagaimana yang ada dalam rokok. 

Cara ini dikatakan dapat mengurangi keinginan untuk kembali merokok saat mulai merasakan hilangnya asupan nikotin. Media untuk NRT beragam. Bisa dengan mengunyah permen karet, plester yang ditempelkan ke kulit, tablet, atau semprotan ke mulut atau hidung. Untuk cara ini, baiknya konsultasikan dengan dokter.

5. Akupunktur

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!flickr.com/Ian Lucero

Menurut keterangan dalam Cleveland Clinic, beberapa orang mencoba akupunktur karena mereka tak dapat menolerir obat yang digunakan untuk menghentikan tembakau. Tidak seperti obat resep, akupunktur tidak memiliki efek samping. Faktanya, manfaat seperti perbaikan kualitas tidur dan suasana hati bisa didapat, yang mana ini dapat mendukung cara keseluruhan untuk berhenti merokok.

Tujuan dari akupunktur adalah membantu mengekang keinginan terhadap nikotin. Dalam praktiknya, ahli akupunktur akan menargetkan area tubuh tertentu untuk kondisi tertentu. Untuk membantu perokok untuk berhenti, titik-titik tekanan di telinga disebut-sebut efektif untuk menekan keinginan untuk merokok. National Acupuncture Detoxification Association bahkan memiliki protokol terkait hal tersebut untuk mengatasi kecanduan.

Menurut laporan dalam jurnal Tobacco Induced Diseases tahun 2019, akupunktur yang dikombinasikan dengan konseling, edukasi berhenti merokok yang tepat, atau terapi dengan moxibustion lebih efektif ketimbang hanya mengandalkan akupunktur untuk berhenti merokok dalam jangka panjang. Meski demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hasil.

Baca Juga: 10 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Efeknya Permanen

6. Olahraga

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!pexels.com/Andrea Piacquadio

Ternyata, olahraga dapat membantu kamu dalam menghadapi kecanduan nikotin dari aspek fisik dan psikis.

Melansir Everyday Health, olahraga dapat membantu kenaikan berat badan dan mampu mengusir keinginan untuk merokok, kata Norman H. Edelman, MD, penasihat medis senior dari American Lung Association.

Penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik sedang, terutama olahraga kadio, dapat membantu mengurangi keinginan untuk merokok.

Selain itu, gejala withdrawal (rangkaian gejala fisik dan psikologis karena berhenti atau mengurangi konsumsi substansi tertentu) dan keinginan untuk merokok berkurang selama latihan dan selama 50 menit setelahnya.

Selain dapat membantu kenaikan berat badan, olahraga juga dapat menurunkan nafsu makan, meringankan gejala penarikan nikotin saat kamu pertama kali berhenti merokok, mengalihkan perhatian dari pikiran untuk merokok, meningkatkan suasana hati, serta membantu mengatasi stres sekaligus membuatmu lebih energetik.

7. Pikirkan tentang keuntungan yang bisa kamu dapat dengan berhenti merokok

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!pixabay.com/Pexels

Ada banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan bila kamu berhenti merokok, seperti:

  • Uang yang biasanya untuk beli rokok biasa ditabung atau dialokasikan untuk hal lainnya yang lebih berguna.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Mengurangi risiko serangan jantung, stroke, kanker, dan berbagai penyakit lainnya.
  • Tak lagi bau mulut akibat kebiasaan merokok.
  • Kulit lebih cerah, bersih, dan sehat.
  • Orang-orang di sekitarmu juga akan lebih sehat karena mereka tak lagi menjadi perokok pasif, dan masih banyak lagi.

8. Mencari kalimat sugesti yang memotivasi

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!wordpassion12.com

Carilah kalimat motivasi yang bisa terus menyemangatimu. Tak perlu quotes panjang. Sekadar "I can do it!" juga bisa. 

Bila perlu, tempelkan di beberapa tempat yang mudah terlihat, jadi screensaver di poselmu, ucapkan saat kamu bercermin kala memulai hari, dan sebagainya. Yakinlah bahwa kamu memang benar-benar bisa melakukannya.

Cara Jitu Berhenti Merokok saat Pandemik COVID-19, Demi Tubuh Sehat!pixabay.com/HeteroSapiens

Untuk bisa berhenti merokok, mulailah dengan tekad kuat yang dibarengi komitmen tinggi. Pastikan juga kamu mendapat dukungan dari orang-orang di sekitarmu. Bila kesulitan, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Ingat, berhenti merokok jauh lebih bermanfaat dan membuat tubuhmu lebih sehat ketimbang merokok yang terus-menerus meracuni tubuhmu. Semangat, kamu pasti bisa!

Baca Juga: Ahli: Vaping dan Rokok Tingkatkan Risiko Stroke akibat COVID-19

Catherine Chitrawida Photo Writer Catherine Chitrawida

Hello! I’m a college student. Happy to know you.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya