Ada beberapa proses yang terjadi di dalam tubuh ketika otot terus-menerus berkontraksi:
Saat melakukan latihan beban, otot butuh lebih banyak oksigen dan nutrisi untuk mendukung kerja yang sedang berlangsung. Akibatnya, aliran darah menuju otot yang aktif meningkat.
Pada saat yang sama, kontraksi otot dapat menekan pembuluh darah vena yang bertugas membawa darah kembali dari otot menuju jantung. Kondisi ini membuat darah yang masuk ke area otot lebih banyak daripada yang segera keluar.
Akibatnya, untuk sementara terjadi penumpukan darah di jaringan otot yang sedang bekerja. Inilah salah satu alasan otot terlihat lebih penuh setelah latihan.
Peningkatan tekanan di dalam otot juga memengaruhi distribusi cairan. Sebagian plasma, yaitu bagian cair dari darah, dapat berpindah keluar dari pembuluh kapiler menuju ruang di antara sel-sel otot.
Selain itu, perubahan konsentrasi zat terlarut di dalam sel dapat menarik air masuk ke dalam sel melalui proses osmosis. Kondisi ini membuat volume sel otot meningkat untuk sementara.
Gabungan antara peningkatan aliran darah dan perpindahan cairan tersebut membuat otot terlihat lebih padat, penuh, dan kencang. Efeknya biasanya makin mudah terlihat setelah latihan dengan banyak repetisi atau volume latihan yang cukup tinggi.