ilustrasi latihan squat jump (pexels.com/MART PRODUCTION)
Nyeri dan peradangan merupakan contoh kontraindikasi dalam latihan pliometrik. Pada kondisi tersebut, latihan yang membebani area terdampak perlu ditunda atau disesuaikan oleh tenaga kesehatan.
Jika memiliki masalah lutut, pinggul, punggung, atau keseimbangan, konsultasikan terlebih dahulu sebelum memulai latihan pliometrik.
Pemula yang belum mampu mengendalikan pendaratan juga perlu membangun keterampilan dasar sebelum mencoba gerakan lanjutan.
Latihan pliometrik dapat digunakan dalam rehabilitasi, tetapi pemilihan gerakan dan waktunya harus mengikuti kesiapan jaringan serta penilaian tenaga kesehatan. Riwayat cedera bukan alasan untuk langsung mencoba lompatan sebagai latihan pemulihan mandiri.
Referensi
George Davies, Bryan L. Riemann, dan Robert Manske, “Current Concepts of Plyometric Exercise,” International Journal of Sports Physical Therapy 10, no. 6 (2015): 760–86.
Hospital for Special Surgery, “A Beginner’s Guide to Plyometrics Workouts,” diakses September 2026.
Rafael L. Kons et al., “Effects of Plyometric Training on Physical Performance: An Umbrella Review,” Sports Medicine–Open 9 (2023): artikel 4, https://doi.org/10.1186/s40798-022-00550-8.
Harvard Health Publishing, “Plyometrics: Three Explosive Exercises Even Beginners Can Try,” diakses September 2026.