Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Joging dan Lari Sama-sama Sehat, tetapi Manfaatnya Berbeda
ilustrasi lari di track (pexels.com/Yaroslav Shuraev)
  • Joging dan lari sama-sama baik untuk kesehatan, tetapi memberikan tekanan fisiologis yang berbeda pada tubuh.

  • Joging lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dan cocok untuk membangun kebiasaan olahraga.

  • Lari memberikan peningkatan kebugaran kardiovaskular dan efisiensi waktu yang lebih besar, tetapi juga memiliki risiko cedera lebih tinggi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lari dan joging sekilas tampak sama. Namun, dari sudut pandang fisiologi olahraga, joging dan lari sebenarnya bukan aktivitas yang sama persis.

Perbedaan kecepatan mengubah cara tubuh menggunakan energi, seberapa keras jantung bekerja, hingga dampaknya terhadap otot dan sendi.

Jadi, apa saja perbedaan manfaat antara lari dan joging? Kalau penasaran, terus baca, ya!

Perbedaan joging dan lari

Walaupun tidak ada batas resmi yang disepakati secara universal, tetapi sebagian besar ahli olahraga mengategorikan joging sebagai aktivitas berlari dengan intensitas ringan hingga sedang.

Secara umum, joging biasanya dilakukan dengan kecepatan di bawah sekitar 9,5 km/jam, sedangkan lari (running) dilakukan pada intensitas yang lebih tinggi dan butuh kerja kardiovaskular yang lebih besar.

Perbedaan utamanya adalah seberapa keras tubuh bekerja.

Saat joging, kamu masih relatif nyaman berbicara dalam kalimat panjang. Sebaliknya, saat berlari lebih cepat, napas menjadi lebih pendek dan kemampuan berbicara mulai berkurang. Perbedaan ini sering dijelaskan melalui konsep intensitas latihan dan konsumsi oksigen (VO₂).

Manfaat joging

Aktivitas aerobik intensitas sedang seperti joging memberikan manfaat kesehatan yang besar.

Aktivitas aerobik intensitas sedang mampu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hipertensi, beberapa jenis kanker, serta kematian dini.

Keunggulan joging adalah tuntutan fisiknya lebih rendah sehingga lebih mudah dilakukan secara konsisten.

  • Lebih mudah membangun kebiasaan

Hambatan terbesar dalam olahraga sering kali bukan jenis latihannya, melainkan konsistensi.

Joging terasa lebih nyaman bagi pemula karena napas tidak terlalu terengah-engah, otot tidak cepat lelah, waktu pemulihan lebih singkat, dan risiko menyerah di tengah program olahraga lebih rendah.

Banyak penelitian menunjukkan kepatuhan terhadap program olahraga meningkat ketika aktivitas dirasakan menyenangkan dan tidak terlalu berat.

  • Menurunkan risiko penyakit kronis

Aktivitas fisik aerobik intensitas sedang secara konsisten berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian akibat berbagai penyebab. Jadi, kamu tidak harus berlari cepat untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan.

  • Tekanan pada tubuh lebih rendah

Joging menghasilkan gaya benturan yang lebih kecil dibanding lari cepat. Bagi orang dengan berat badan berlebih, lansia, punya riwayat cedera, dan nyeri lutut ringan, joging sering menjadi pilihan yang lebih aman.

Manfaat lari

ilustrasi lari (unsplash.com/Chander R)

Lari menawarkan manfaat yang berbeda. Karena intensitasnya lebih tinggi, tubuh harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan energi dan oksigen.

  • Kebugaran jantung meningkat lebih cepat

Penelitian menunjukkan latihan intensitas lebih tinggi menghasilkan peningkatan kapasitas kardiorespirasi (VO₂ max) yang lebih besar dibanding latihan intensitas sedang dengan durasi yang sama.

VO₂ max adalah salah satu indikator terpenting kesehatan dan kebugaran jantung-paru. Makin tinggi VO₂ max, makin efisien tubuh menggunakan oksigen saat beraktivitas.

  • Membakar lebih banyak kalori dalam waktu lebih singkat

Jika durasi latihan sama, lari akan menghabiskan energi lebih besar dibanding joging. Peningkatan kecepatan berlari secara langsung meningkatkan pengeluaran energi.

Bagi orang yang waktu olahraganya terbatas, lari bisa menjadi pilihan yang lebih efisien.

  • Membantu meningkatkan performa fisik

Lari tidak hanya melatih sistem kardiovaskular, tetapi juga meningkatkan daya tahan, kekuatan otot tungkai, efisiensi biomekanik, dan kemampuan tubuh menggunakan energi.

Karena itu, lari sering menjadi bagian penting dalam program latihan atlet maupun individu yang memiliki target performa tertentu.

Mana yang lebih baik untuk menurunkan berat badan?

Secara teori, lari memang membakar lebih banyak kalori per menit. Namun, keberhasilan penurunan berat badan sangat dipengaruhi oleh konsistensi jangka panjang.

Jika kamu mampu joging lima kali seminggu selama bertahun-tahun, manfaat totalnya bisa jauh lebih besar dibanding lari intensitas tinggi yang hanya dilakukan sesekali karena terlalu melelahkan.

Pilihan terbaik adalah olahraga yang bisa terus dilakukan.

Perbedaan risiko cedera

Lari memberikan tekanan mekanis lebih besar pada lutut, pergelangan kaki, tendon Achilles, dan tulang kering.

Sebuah studi memperkirakan sekitar 20–80 persen pelari mengalami cedera setiap tahun, tergantung populasi dan definisi cedera yang digunakan.

Risiko meningkat ketika:

  • Volume latihan naik terlalu cepat.

  • Pemulihan kurang.

  • Teknik lari buruk.

  • Intensitas terlalu tinggi.

Joging tetap bisa menyebabkan cedera, tetapi risikonya cenderung lebih rendah karena beban yang diberikan pada tubuh lebih kecil.

Jadi, mana yang sebaiknya dipilih?

ilustrasi perempuan yang sedang berlari (pexels.com/Andres Ayrton)

Jawabannya bergantung pada tujuanmu.

Pilih joging jika:

  • Baru mulai olahraga.

  • Ingin membangun kebiasaan sehat.

  • Sedang dalam masa pemulihan kebugaran.

  • Memiliki berat badan berlebih.

  • Menginginkan aktivitas yang nyaman dan berkelanjutan.

Pilih lari jika:

  • Ingin meningkatkan performa fisik.

  • Menargetkan peningkatan VO₂ max.

  • Berlatih untuk lomba.

  • Memiliki waktu olahraga yang terbatas.

  • Sudah memiliki dasar kebugaran yang baik.

Banyak orang menggabungkan keduanya. Sebagian besar latihan dilakukan dalam bentuk joging atau easy run, sementara sebagian kecil dilakukan pada intensitas lebih tinggi untuk meningkatkan performa.

Joging dan lari memiliki manfaat yang berbeda. Joging unggul dalam hal kenyamanan, keberlanjutan, dan aksesibilitas. Lari menawarkan peningkatan kebugaran yang lebih besar dalam waktu lebih singkat.

Jika tujuan utamamu adalah hidup lebih sehat, rutin joging sudah memberikan manfaat besar. Namun, jika ingin meningkatkan performa dan kapasitas fisik lebih jauh, lari dapat menjadi langkah berikutnya.

Referensi

World Health Organization. "WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour." Diakses Juni 2026.

U.S. Department of Health and Human Services. "Physical Activity Guidelines for Americans. 2nd ed." Diakses Juni 2026.

I-Min Lee et al., “Effect of Physical Inactivity on Major Non-communicable Diseases Worldwide: An Analysis of Burden of Disease and Life Expectancy,” The Lancet 380, no. 9838 (July 1, 2012): 219–29, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(12)61031-9.

Pekka Oja et al., “Effects of Frequency, Intensity, Duration and Volume of Walking Interventions on CVD Risk Factors: A Systematic Review and Meta-regression Analysis of Randomised Controlled Trials Among Inactive Healthy Adults,” British Journal of Sports Medicine 52, no. 12 (May 31, 2018): 769–75, https://doi.org/10.1136/bjsports-2017-098558.

Carol Ewing Garber et al., “Quantity and Quality of Exercise for Developing and Maintaining Cardiorespiratory, Musculoskeletal, and Neuromotor Fitness in Apparently Healthy Adults,” Medicine & Science in Sports & Exercise 43, no. 7 (June 22, 2011): 1334–59, https://doi.org/10.1249/mss.0b013e318213fefb.

Carl J. Lavie et al., “Exercise and the Cardiovascular System,” Circulation Research 117, no. 2 (July 3, 2015): 207–19, https://doi.org/10.1161/circresaha.117.305205.Solvej Videbæk et al., “Incidence of Running-Related Injuries per 1000 H of Running in Different Types of Runners: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Sports Medicine 45, no. 7 (May 7, 2015): 1017–26, https://doi.org/10.1007/s40279-015-0333-8.

American College of Sports Medicine. "ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 11th ed." Diakses Juni 2026.

Zeljko Pedisic et al., “Is Running Associated With a Lower Risk of All-cause, Cardiovascular and Cancer Mortality, and Is the More the Better? A Systematic Review and Meta-analysis,” British Journal of Sports Medicine 54, no. 15 (November 4, 2019): 898–905, https://doi.org/10.1136/bjsports-2018-100493.

Robert Ross et al., “Importance of Assessing Cardiorespiratory Fitness in Clinical Practice: A Case for Fitness as a Clinical Vital Sign: A Scientific Statement From the American Heart Association,” Circulation 134, no. 24 (November 22, 2016): e653–99, https://doi.org/10.1161/cir.0000000000000461.

Editorial Team

Related Article