Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pull-Up Pertama: Otot Mana Dulu yang Harus Dikuatkan?
ilustrasi pull-up (magnific.com/bublikhaus)
  • Pull-up melibatkan beberapa kelompok otot. Punggung dan otot lengan membantu mengangkat tubuh, sementara genggaman, bahu, dan otot inti membantu menjaga gerakan tetap terkendali.

  • Tak ada satu otot yang wajib dikuatkan lebih dulu untuk semua orang. Jika tangan cepat lepas dari palang, kekuatan genggaman bisa menjadi fokus awal.

  • Latihan seperti lat pulldown, row, pull-up berbantuan, dan dead hang bisa membantu membangun kekuatan secara bertahap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menggantung di palang mungkin kelihatannya mudah, tetapi menarik seluruh tubuh hingga dagu melewati palang membutuhkan kerja sama beberapa otot.

Gagal melakukan pull-up pertama tidak selalu berarti punggung kurang kuat. Bisa jadi genggaman cepat lelah, lengan belum cukup kuat menekuk siku, atau tubuh sulit menjaga posisi.

Jadi, untuk bisa pull-up pertama, otot mana dulu yang harus dikuatkan?

1. Latihan punggung dan lengan sebagai penggerak utama

Otot punggung lebar atau latissimus dorsi membantu menarik lengan ke bawah dan mendekatkannya ke tubuh. Sementara itu, otot lengan seperti bisep, brachialis, dan brachioradialis membantu menekuk siku saat tubuh terangkat.

Studi elektromiografi pada 19 pria yang sudah terlatih menemukan bahwa bisep dan brachioradialis aktif lebih besar saat fase tubuh ditarik ke atas dibandingkan saat tubuh diturunkan. Aktivasi sebagian besar otot yang diukur juga relatif mirip di antara beberapa variasi genggaman. Artinya, pemula tidak harus terpaku pada satu jenis pegangan untuk mengisolasi otot tertentu.

Lat pulldown, row, dan pull-up berbantuan dapat melatih pola menarik dengan beban yang bisa disesuaikan.

Latihan bisep juga dapat menjadi tambahan, terutama jika lengan terasa menjadi bagian yang cepat menyerah.

2. Periksa genggaman: tangan yang lepas bisa jadi batasnya

ilustrasi perempuan melakukan pull-up (unsplash.com/Martine Jacobsen)

Lengan bawah dan otot-otot tangan bekerja menjaga tubuh tetap tergantung pada palang. Jika genggaman melemah lebih dulu, kekuatan punggung dan lengan mungkin belum sempat bekerja maksimal.

Sebuah uji latihan delapan minggu pada 30 mahasiswa pria yang tidak aktif secara fisik menemukan peningkatan jumlah repetisi pull-up pada semua kelompok. Kelompok yang menambahkan latihan khusus lengan bawah mengalami peningkatan repetisi lebih besar dibanding kelompok yang menambahkan latihan otot inti atau interval. Namun, penelitian ini kecil dan hanya melibatkan pria muda; belum cukup untuk menyimpulkan bahwa genggaman selalu menjadi faktor pembatas bagi semua pemula.

Jika tangan cepat terbuka atau tubuh sulit bertahan menggantung, latihan seperti dead hang dan farmer’s carry dapat membantu melatih genggaman. Mulai dari durasi atau beban yang masih bisa dikendalikan.

3. Latih kendali bahu dan otot inti

Otot di sekitar tulang belikat membantu bahu bergerak dan tetap stabil ketika lengan berada di atas kepala lalu tubuh ditarik. Otot inti berperan menjaga badan agar tidak banyak berayun. Keduanya bukan pengganti latihan punggung dan lengan, tetapi membantu gerakan berlangsung lebih terkendali.

Latihan tarikan kecil dari posisi menggantung atau scapular pull-up dapat membantu membiasakan gerak tulang belikat. Hollow hold atau dead bug bisa menjadi pilihan latihan untuk melatih kestabilan tubuh.

4. Pilih latihan sesuai bagian yang paling cepat lelah

Tidak ada urutan latihan yang sama untuk semua orang. Perhatikan bagian mana yang terasa menjadi hambatan:

  • Tangan cepat lepas: prioritaskan latihan genggaman dan lengan bawah.

  • Bisa menggantung, tetapi sulit mulai menarik: lat pulldown dan pull-up berbantuan dapat membantu membangun kekuatan tarikan.

  • Tubuh mulai naik, lalu berhenti saat siku menekuk: tambahkan latihan otot lengan dan row.

  • Tubuh banyak berayun: latih kendali bahu dan otot inti, sambil tetap memperkuat gerakan tarik.

Untuk terus berkembang, tingkatkan tantangan secara bertahap—misalnya mengurangi bantuan pada mesin atau karet, atau menambah repetisi saat gerakan sudah terkendali. Praktikkan prinsip peningkatan beban latihan dan penyesuaian program dengan kemampuan serta tujuan kamu.

Jadi, otot punggung dan lengan adalah penggerak utama pull-up, tetapi genggaman dapat menjadi fokus pertama jika tangan yang lebih dulu lelah. Mulailah dari bagian yang paling membatasi gerakan, lalu latih seluruh pola tarik secara bertahap.

Referensi

James A. Dickie, James A. Faulkner, Matthew J. Barnes, dan Sally D. Lark, “Electromyographic Analysis of Muscle Activation during Pull-Up Variations,” Journal of Electromyography and Kinesiology 32 (2017): 30–36, https://doi.org/10.1016/j.jelekin.2016.11.004.

Hamidreza Sepehri Rahnama, Sayyedarmin Ganji, Kitty Vadasz, dan Judit Prokai, “Comparative Effects of Core Versus Forearm Training on Pull-Up Repetition Performance in Physically Inactive Males,” Sports 13, no. 12 (2025): 433, https://doi.org/10.3390/sports13120433.

Brad S. Currier et al., “American College of Sports Medicine Position Stand: Resistance Training Prescription for Muscle Function, Hypertrophy, and Physical Performance in Healthy Adults: An Overview of Reviews,” Medicine & Science in Sports & Exercise 58, no. 4 (2026): 851–72, https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000003897.

Curated For You

Editorial Team

Related Article